Rabu, 19 Oktober 2011

Catatan untuk Mereka; Motivasi Penjaga dari Tuhan

Seminggu lagi, Sang Perkasa dan Sang Penyabar akan beranjak untuk sebuah perjalanan suci ke Barat. Harapan dan doa si bungsu akhirnya dijawab oleh Penguasa Semesta, atas impian besar keduanya.

Rumah- Di ujung utara kota kecil, sebuah provinsi kedaerahan, berdiri kokoh di tengah lahan lapang. Sayup angin laut, desiran pasir, dan alunan ombak-ombak kecil mengiringi suasana di setiap hari. Teriknya matahari siang tak menghalangi aktivitas periang-periang penuh sayang. Penghuni saling berbagi kasih, memberikan pemahaman akan pentingnya ibadah dan pendidikan. Dinamikanya fluktuatif dan sering datar, tetapi menyenangkan. Di sekelilingnya tumbuh pohon-pohon berbuah di setiap musim, manis dan segar. Di belakangnya saling saut-sautan gembalaan yang menyibukkan Sang Penyabar setiap pagi dan petang. Keramahan dan kedewasaan, serta kemanjaan di tengah-tengah rona.

Sang Perkasa- wanita utusan Tuhan, jelmaan seorang malaikat pengisi hati. Kedewasaanya berbanding dengan kemanjaannya. Sosok pemimpin yang tegas dan mengayomi sekitarnya. Kedermawanan menempatkan beliau sebagai sosok panutan. Selalu kuat atas badai yang menerjang. Namun, hatinya lembut penuh kasih sayang.

Sang Penyabar- harta terbesar baginya adalah kurnia Tuhan atas keluarganya. Sebesar apapun coba, dia dihina dan hendak dirusuhi, hatinya tiada goyah atas kesabaran dan dalam keistiqomahan. Prinsipnya adalah mengalah untuk kemenangan. Dialah juara bertahan. Kedermawanan menempatkan beliau sebagai sosok panutan. Selalu kuat atas badai yang menghadang. Namun, hatinya lembut penuh kasih sayang.

Ya Rabb,
tiadalah dapat terganti sosok-sosok seperti mereka
yang memberiku kasih sayang
yang menguatkanku dalam kegundahan
yang mendampingiku dengan doa-doa
Merekalah semangat bangkit untukku
melantunkan lagu-lagu dan syairmu
di kala kegelisahan, di tengah gelapnya malam tanpa penerang
Untuk mereka, jagalah dan jagalah
terangi dengan sentuhan kasihMu

dan biarkan aku mencuci dan mencium kaki mereka
sampai kapanpun
untuk persembahan penghormatan dan kasih sayang


Persembahan untuk Ibu dan Bapak di rumah, Ibu (Asriyah) dan Bapak (Bakri)

Senin, 25 Juli 2011

Membuat CV yang Menarik

Bagi kebanyakan lulusan S1 maupun S2 pekerjaan setelah atau bahkan sesaat sebelum lulus adalah melamar pekerjaan. Nah…saat-saat ini seringkali menjadi saat yang paling mendebarkan, penuh harap-harap cemas. Cemas karena takut sulit medapat pekerjaan maupun cemas karena melihat kawan kita dalam seminggu sudah mengirimkan lamaran ke 36 alamat.
Dalam melamar pekerjaan pasti kita diminta membuat resume atau Curriculum Vitae (CV). Disinilah seringkali timbul dalam benak kita : “Gimana sih CV yang bener…? atau Seperti apa yah… CV yang bagus…..?”. Melalui kolom singkat ini saya akan sharing pengalaman bekerja sebagai staff rekrutmen yang sering membaca CV orang lain dan pengalaman ketika menulis CV saya sendiri.
Tujuan membuat Curriculum Vitae / Resume
Paradigma dalam membuat resume bagi kebanyakan fresh graduate adalah untuk mendapat pekerjaan. Paradigma ini tidak salah tetapi kalau kita menggesernya menjadi untuk dipanggil wawancara atau seleksi maka seluruh usaha kita akan fokus pada bagaimana supaya kita out of the crowd diantara berjibunnya pelamar untuk suatu posisi di sebuah perusahaan. Fokus pada untuk dipanggil wawancara atau seleksi akan membawa kita kepada usaha-usaha kreatif dan sistematis agar kita (lebih tepatnya resume kita) dapat membuat prospective employer (calon pemberi kerja) sangat ingin “mengenal kita lebih jauh” yang akan berujung dengan telepon atau surat panggilan untuk wawancara atau ikut seleksi. Jadi sejak awal membuat CV atau Resume buang jauh-jauh pikiran mendapat pekerjaan. Fokuslah pada bagaimana usaha kita untuk membuat employer tertarik akan diri kita. Ingat…bahwa representasi diri kita hanya diwakili oleh 1 atau 2 lembar kertas dan kata-kata sementara tidak jarang satu posisi dilamar oleh lebih dari seribu orang.
CV yang bagus
Seperti apakah CV yang bagus. Format bakunya mungkin tidak ada, tetapi yang jelas CV yang bagus haruslah menarik perhatian, menimbulkan impresi yang bagus, menunjukkan pengalaman dan keterampilan yang relevan. Oleh karenanya Anda harus lakukan segala upaya untuk menimbulkan hal tersebut diatas.
Sebagai misal pilihlah jenis kertas yang baik dan sesuaikan dengan karakter pekerjaan yang dilamar serta budaya perusahaannya. Contohnya jangan sekali-kali menggunakan kertas wangi berwarna ungu muda untuk posisi-posisi seperti akuntan di sebuah consultant firm yang terkenal budayanya sangat formal. Sebaliknya mungkin Anda bisa kreatif menggunakan kertas jenis tertentu dalam usaha out of the crowd untuk melamar sebuah posisi di Ad agency.
Jangan lupa luangkan waktu untuk mengecek ejaan. CV yang anda buat harus 100 % bebas kesalahan eja. Ingat CV merepresentasikan diri Anda jangan, sampai timbul impresi yang kurang baik tentang diri anda hanya karena masalah ketelitian atau kerapian. Hal ini sepele seperti ini sangat merugikan.
Kreatif
Ingatlah tujuan membuat CV adalah agar kita dipanggil untuk wawancara atau seleksi. Jadi gunakan kreativitas anda untuk out of the crowd. Buatlah diri anda menonjol dan diingat dengan impresi positif oleh bagian HRD-nya. Sebuah kertas yang dilipat dengan cara unik berwarna krem muda dengan kertas yang berkualitas tentunya akan sangat menarik perhatian diantara tumpukan seribu kertas HVS 80 gram putih ukuran A4.
Berempatilah terhadap petugas seleksi yang harus membaca ribuan surat. Bayangkanlah kejenuhan mereka kalo melihat yang itu-itu saja, membaca yang begitu-begitu saja. (saya pernah gunakan format berbeda–seperti surat biasa dalam amplop biasa-untuk “menipu” bagian seleksi agar aplikasi saya dapat langsung dibaca oleh user). Gunakanlah kreativitas Anda untuk memberi impresi positif sekaligus membuat Anda menjadi berbeda diantara ratusan atau ribuan pelamar lainnya dan mendorong HRD atau user bernafsu untuk segera bertemu dengan Anda.
Sederhana dan Jelas
Kebanyakan para staf seleksi maupun user tidak punya banyak waktu untuk membaca CV. Jadi kalau Anda membuatnya secara jelas, ringkas dan sederhana itu akan memudahkan mereka sekaligus menguntungkan Anda karena mereka bisa mendapatkan gambaran diri Anda secara lebih lengkap. Berilah gambaran keterangan singkat mengenai apa yang anda lakukan dan sebagai apa Anda. Berikut ini saya contohkan sebagian CV saya (ini sekadar contoh lho… tidak harus seperti ini) :
EMPLOYMENT
Self Employee. Jan. ’08 – …
§ Web Development & Interner Marketing Consultant
Gather information to fulfill client need in web development, web promotion and internet campaign.
§ Training Facilitator
Designing and Facilitating training as Chief Instructor or Co-facilitator in broad range of topics in management area, mostly delivered by experiential learning approach, individually or as an associate in Asia Resourcing, Kodingsoft, and other consulting firm
§ Research
Develop and Conduct HR survey , HR Audit, and Customer Satisfaction Survey in Marketing. Lead Focused Group Discussion as moderator. Has extensive capability in statistics (univariate & multivariate analysis).
§ Consulting
Help Clients in Workload Analysis, Employee Assessment, Executive placement, Job Development, Organizational Development, System Improvement, Competency Development Model and Competency Based Training, Human Resources Management, etc.
Permanent Employee (1999 – 2007)
PT ……
Dengan format seperti diatas maka saya dapat membuatnya hanya menjadi 1 halaman saja. Beberapa orang dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dan memiliki karir yang bagus bahkan juga memiliki hanya 1 lembar CV saja.
Kontroversi:
Sering muncul ada yang bertanya: Membuat CV harus ringkas atau justru sedetail mungkin?
Walau banyak yang menyarankan CV harus ringkas, mungkin ada benarnya juga. Seperti dijelaskan di atas staff recruitment perlu tahu siapa kita dalam waktu singkat. Tapi sebaliknya jika CV dari HRD sudah sampai ke User (Bagian /Departement/Manajer tempat kita akan bekerja) yang akan , mereka biasanya membutuhkan info lebih lanjut tentang diri kita, terutama tentang detail pekerjaan yang pernah kita lakukan di setiap perkerjaan / posisi kita di masa lalu. Karena sering sekali nama jabatan tertentu akan mempunyai detail pekerjaan yang berbeda, untuk setiap perusahaan yang berbeda, dan user ingin tahu lebih awal tentang untuk Informasi ini, untuk menghemat waktu wawancara.
Jadinya dengan asumsi bahwa CV akan di baca oleh orang HRD dan kadang-kadang User ikut memutuskan siapa yang harus di pangil dalam interview, maka secara pribadi dan dari pengalaman penulis sebagai HRD dan juga pencari kerja. Penulis selalu mengirim CV yang sangat detail. Bisa 7-8 halaman. Tapi di halaman pertama penulis selalu menyediakan satu ringkasan berisi setengah / satu halaman berisi data contact dan ringkasan pengalaman kerja dan organisasi. (mungkin sejenis executive summary). Halaman-halaman selanjutnya berisi data yang berisi detail tentang tugas yang dilakukan dan data lain yang relevan.
Dari data-data yang ada pada penulis, cara pembuatan resume seperti ini banyak juga diadopsi oleh berbagai Executive search / Institusi Head Hunter di Indonesia.
Isi sebuah CV
CV sebagai representasi diri dan kemampuan anda setidaknya berisi keterangan tentang :
  • Key Personal Info (nama, alamat, email)
  • Profile (gambaran singkat tentang diri anda yang menggambarkan aspirasi karir Anda dan dapat membuat employer berpikir Anda tepat untuk posisi tersebut)
  • Employment (sejarah singkat pekerjaan terdahulu beserta apa yang anda lakukan. Bagi fresh graduate Anda bisa tulis pekerjaan magang atau proyek-proyek yang anda kerjakan semasa kuliah, ada baiknya mencantumkan pencapaian / prestasi terbaik yang di capai di setiap pekerjaan)
  • Education and other skills (lulusan apa, pernah training apa saja, keterampilan lain yang dimiliki)
  • Pengalaman organisasi (organisasi profesi, social kemasyarakatan atau organisasi kampus)
  • Interests (minat dan hobi)
  • Additional information (bisa berupa prestasi, karya tulis, beasiswa yang pernah diterima, dll)
  • References (referensi dari mantan atasan, dosen, tokoh masyarakat, dll)
Saran umum lainnya
  • Buatlah cv yang berbeda untuk setiap pekerjaan yang dilamar.
  • Sesuaikanlah kualifikasi yang anda tonjolkan dalam setiap CV dengan persyaratan yang dituntut dalam posisi yang dilamar.
  • Yakinlah bahwa pembaca CV anda akan mengerti dengan jelas apa-apa yang Anda tulis.
  • Tekankan pada prestasi Anda dan minimalkan kelemahan ( misal Anda bisa urai lebih dalam sebagai aktivis senat ketimbang IP Anda yang biasa saja).
  • Print dengan kualitas yang bagus dan jangan fotokopian.
  • Jangan Lupa buatlah Cover letter yang menarik juga dan kreatif sebagai pengantar CV kita.
  • Untuk lamaran buat perusahaan-perusahaan besar , pemakaian bahasa Inggris sering menjadi  nilai tambah
  • Terakhir, jangan pernah berbohong dengan mencantumkan yang tidak anda lakukan atau bukan Anda dalam CV.
Ditunggu komentar dan diskusi rekan-rekan untuk penyempurnaannya
(Penulisan dan tulisan tips & trik ini adalah hasil studi beberapa literature, yang sudah di bandingkan dengan berbagai pengalaman penulis, sebagai professional di HRD dalam perusahaan, sebagai konsultan di perusahaan Executive search / Head Hunter dan sebagai pencari kerja)
Selamat mengejar interview atau seleksi (bukan mencari pekerjaan)

Sabtu, 02 April 2011

Pentingnya Bergaul & Berorganisasi

Tulisan ini saya temukan di dalam komputer saya,  berada di dalam folder masteran laporan praktikum yang saya dapatkan dari senior saya di kampus..


Pentingnya Bergaul ‘en Berorganisasi
Being University Study Is  A Chance, But Joining The Organization Is A Choice..
Tidak banyak lulusan SMA/SMK/MA yang dapat melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi, apalagi di salah satu universitas terbaik di Indonesia, Universitas Diponegoro, di salah satu jurusan terbaik pula, Teknik Industri. Fenomena mahalnya biaya pendidikan menuntut mahasiswa menyelesaikan studinya tepat waktu. Sehingga, segala daya upaya energi jiwa raga lahir batin dikerahkan untuk meraih gelar sarjana sesegera mungkin, secepat mungkin. Tugas-tugas yang bejibun juga ikut mempengaruhi perilaku mahasiswa menjadi study oriented. Hari-harinya hanya diisi dengan tugas, tugas, dan tugas saja. Sangat membosankan.
Lalu, apakah berkutat dengan tugas, belajar, buku-buku diktat, kamus 1 milyar kata-kata, yang bertujuan untuk memperoleh IP (Indeks Prestasi) yang “wah”, kita bisa hidup nyaman sejahtera dan terjamin setelah wisuda? Of course NOT!  Dunia kerja nantinya tidak melulu dijejali dengan berbagai teori-teori buku pada saat bangku kuliah saja. Dunia kerja juga menuntut nilai lebih yang harus dimiliki oleh para mahasiswa semenjak sekarang, yakni soft skill. Soft skill menyangkut kemampuan berkomunikasi, team work, memimpin, dan dipimpin. Mahasiswa dengan jargon terkenalnya “the agent of change” atau pelaku perubahan. Logika dari gelar ini, menuntut mahasiswa berperan menjadi subyek yang bisa memainkan peran aktifnya untuk mengawali perubahan. So, mahasiswa dituntut untuk menjadi superhuman di lingkungannya, sehingga transfer ilmu dan pengalamannya bisa dirasakan dan bermanfaat bagi masyarakat. Dan kemampuan berupa soft skill tersebut tidak diajarkan pada bangku kuliah, namun bisa didapatkan dengan banyaknya kita mengikuti berbagai organisasi kemahasiswaan.
                Mungkin pada awalnya kita akan merasa takut untuk memulai berorganisasi, karena stigma bahwa dengan berorganisasi, waktu belajar kita akan terganggu dan berkurang, apalagi dengan kondisi di Teknik Industri sendiri yang penuh dengan tugas, tugas, dan tugas, serta praktikum, praktikum, dan praktikum. Disinilah sebenarnya tugas kita untuk bisa membagi waktu dengan baik atau dikenal dengan manajemen waktu. Jadi pada intinya, tidak perlu takut waktu belajar akan terganggu jika kita bisa mengatur waktu dengan baik. Bahkan dengan berorganisasi, banyak sekali keuntungan yang akan kita dapatkan, selain soft skill tadi.
Bergaul
                Apa itu bergaul? Bergaul sekarang diartikan sebagai bermain dan hang out bersama di mall, mengikuti trend yang sedang in saat ini, ataupun definisi lain yang sejenis dengan itu. Namun yang dimaksud bukan itu. Konteks bergaul yang dimaksud adalah berinteraksi dan berteman dengan semua orang, tidak hanya dengan teman satu angkatan saja, tetapi juga dengan senior, dosen, dan karyawan di kampus, serta teman-teman dari jurusan lain, dan lain-lain.
                Jangan menunggu orang lain mengenalkan diri pada kita, tetapi mulailah dengan menyapa dan berkenalan dengan mereka terlebih dahulu. Istilahnya, proaktif. Selama kurang lebih 4 tahun kita kuliah, kita akan sangat membutuhkan teman-teman seangkatan, dosen dan karyawan di kampus, dan tentunya senior. Banyak sekali manfaat yang bisa kita peroleh apabila kita banyak bergaul dengan banyak orang di lingkungan di kampus :
1.       Kita mudah dalam mengerjakan tugas kelompok
Ketika kuliah, biasanya dosen banyak memberikan tugas kuliah yang sifatnya harus dikerjakan secara berkelompok. Kalau kita sudah punya banyak teman, kita tentu saja tidak perlu susah payah mencari partner untuk membentuk kelompok. Kita tinggal meminta teman yang dirasa cocok bagi kita untuk dijadikan partner kerja kelompok.
2.       Belajar bersama
Materi kuliah tidak semudah materi SMA. Jika merasa materi SMA susah, tentu akan merasa lebih susah lagi ketika menerima materi kuliah. Sepintas materinya sama dan biasanya ada yang merupakan pengulangan materi SMA. Namun yang namanya susah, tetap saja susah. Apalagi ketika kita nantinya sudah semester tinggi. Disinilah peran teman diperlukan. Kita bisa meminta tolong teman untuk membantu kita memahami materi yang diajarkan dosen. Membaca buku diktat dan slide-slide pun belum cukup. Jadi, kita bisa mengajak teman-teman kita untuk belajar bersama, misalnya menjelang UTS maupun UAS. Nah di Teknik Industri ada SBY lho…tapi SBY disini maksudnya adalah SInau Bareng Yuk, yang biasanya diadakan 1-2 minggu sebelum UTS maupun UAS.
3.       Teman main dan hang out bersama
Mahasiswa katanya mandiri. Masa’?? Antara iya dan tidak. Banyak dari kita yang tinggal di rumah kos karena rumah kita yang diluar Semarang. Akibatnya, semua kita kerjakan sendiri. Makan sendiri, nyuci sendiri, semua serba sendiri. Tapi sama sekali tidak seru jika kita harus makan dan hang out hanya sendiri. Makan dan hang out dengan teman seangkatan, senior, atau teman sekos akan jauh lebih seru dan menyenangkan dari pada makan dan hang out hanya sendiri. Ya kan??
4.       Teman curhat di kala susah
Menyandang status sebagai mahasiswa itu berat. Nilai yang hancur, masalah dengan pacar, masalah keluarga di rumah, masalah dengan dosen, masih ditambah dengan uang saku yang menipis. Sangat runyam dan memusingkan. Ketika masa-masa sial dan ketidakberuntungan tersebut, kita bisa share dengan teman-teman yang kita percaya, untuk membantu memecahkan masalah kita. Dan pastinya, mereka akan mau mendengarkan dan akan berusaha membantu mencari solusi atas masalah yang sedang kita hadapi.
5.       Jadi lebih banyak tahu tentang kampus
“males banget rasanya berangkat ke kampus”. Mungkin itu kira-kira yang kita rasakan sebagai mahasiswa baru. Why?? Itu karena kita belum kenal dengan kampus kita. “tak kenal maka tak sayang”. Jika kita tidak mengenal kampus kita, tentu kita akan merasa malas untuk menyambanginya. Ruang kuliah, laboratorium-laboratorium, dosen-dosen, karyawan, bu kantin, dan orang-orang yang berlalu lalang di sekitar kita serasa asing bagi kita dan membuat kita tidak nyaman. Seakan mereka adalah makhluk jahat yang harus dihindari agar kita selamat. Apalagi ketika kita harus meminjam buku tapi kita tidak tahu dimana perpustakaannya. Jadi, mulailah bergaul untuk mengenal mereka, agar mereka tidak lagi asing bagi kita. Agar mereka bisa “menjelma” menjadi makhluk baik di pikiran kita. Sehingga akan lebih banyak orang yang bisa kita tanyai jika kita “tersesat”. Kita juga bisa mendapat cerita-cerita, terutama dari senior, mengenai kegiatan perkuliahan di Teknik Industri, apa saja yang terjadi di kampus, kegiatan tahunan yang diadakan, dan lain-lain. Sehingga dengan begitu wawasan kita akan bertambah dan kita bisa mempersiapkan diri untuk ke depannya.
6.       Mendapat berbagai informasi dengan cepat dan tepat
Sebagai manusia, pasti adakalanya kita sakit, ada urusan penting di luar kampus, atau mungkin urusan keluarga yang mewajibkan kita sejenak pulang kampung dan menjauh dari “peradaban” kampus.  Dengan alasan seperti itu, terkadang kita harus absen kuliah. Teman-lah yang bisa membantu memberikan info secara cepat dan tepat. Info tugas-tugas, catatan, slide-slide dosen, dan lain-lain (asal jangan TA, karena itu sangat tidak dianjurkan dan sangat tidak patut dilakukan!). kalau kita kuper dan tidak punya teman, ketika kita absen kuliah, tidak akan ada yang memberi info kepada kita tentang tugas-tugas jika kita bertanya. Bahkan sadar kita absen kuliah pun tidak. Tidak ingin seperti itu kan??
7.       Dapat bantuan materi dan masteran
Ini sangat penting bagi kelangsungan hidup kita di kampus. Fotokopi catatan teman dan meminta kopian slide dosen adalah hal yang sangat sering terjadi. Dan tentunya, kita harus kenal dengan teman yang akan dipinjam catatannya tersebut. Dan masteran dari senior juga sangat penting. Tugas dosen dari tahun ke tahun pasti berbeda, namun tidak pernah benar-benar berbeda. Kita bisa meminjam masteran/pekerjaan senior sebagai contoh kita dalam mengerjakan tugas kita sendiri. Kita hanya mencontoh saja dan bukan menjiplak, karena pasti ada perbedaan antara tugas kita dengan senior. Pastinya akan lebih cepat dan efisien dalam mengerjakan tugas dengan masteran daripada tanpa masteran.
8.       Dapat pinjaman buku
Buku-buku kuliah itu mahal karena tebal-tebal. Daripada kita membeli dan belum tentu terpakai secara full, lebih baik kita fotokopi atau meminjam. Selain meminjam dari perpustakaan, kita juga bisa meminjam dari senior. Mereka yang sudah tidak menggunakannya tentu akan meminjamkannya kepada juniornya daripada tidak terpakai dan membuat penuh kamar kos. Tentunya kita harus mengenal senior untuk mendapat “fasilitas” tersebut.
9.       Bermanfaat di masa depan
Bergaul akan mendatangkan banyak manfaat di masa depan. Teman yang banyak di masa sekarang bisa menjadi koneksi kita ketika dewasa nanti. Mereka mungkin nantinya bisa menjadi partner bisnis kita, pelanggan bisnis kita, dan lain-lain.
Itu cuma segelintir manfaat yang bisa kita peroleh dengan kita suka bergaul. Nah, tidak ada salahnya kita banyak bergaul, karena semakin banyak kita bergaul, akan banyak sekali manfaat yang bisa kita peroleh.
Berorganisasi
                Mungkin sudah banyak diantara kita yang dulu SMP atau SMA pernah berorganisasi. Atau mungkin ada yang belum pernah berorganisasi. Nah, di perguruan tinggi inilah kita bisa kembali berorganisasi ataupun mulai berorganisasi dengan konteks yang lebih rumit dan luas. Pada suatu organisasi di perguruan tinggi, kita akan lebih banyak berhadapan dengan orang-orang yang berkarakter lebih beragam, dan dengan latar belakang yang sangat berbeda-beda pula. Disinilah tantangan tersendiri bagi kita untuk membuat keputusan, bekerja dalam team work, dan menyamakan pandangan.
                Bagi mahasiswa yang ingin mendapatkan nilai plus, berorganisasi sangatlah penting. Karena ketika kita berorganisasi, kita akan dilatih dengan berbagai ujian agar kita nantinya bisa lebih siap dalam menghadapi tantangan kehidupan sebenarnya.
Manfaat berorganisasi tentunya sangat banyak, diantaranya :
1.       Bersosialisasi
Dengan berorganisasi, kita dapat melatih diri, mengenal banyak orang, belajar berkomunitas, dan berinteraksi dengan berbagai pemikiran.
2.       Wadah untuk mengaktualisasikan diri
“Tahap aktualisasi diri merupakan proses realisasi potensi diri setelah mampu melakukan tindakan-tindakan cepat, berani ambil resiko, dan mampu mengambil pelajaran atas keberhasilan dan kegagalan kita.” (Andrie Wongso)
Bisa dibilang, pengalaman hidup tertinggi bagi manusia adalah saat ia mampu mengaktualisasikan keberadaannya sebagai pribadi yang hidup dan utuh. Potensi, kemampuan, dan keterampilan serta nilai plus kita akan macet dan tenggelam jika kidak tidak menemukan saluran aktualisasi yang tepat. Dan organisasilah salah satu sarana agar kita dapat mengaktualisasikan diri.
3.       Pembentukan Networking
Networking atau jaringan pasti dimiliki oleh tiap organisasi dan digerakkan oleh orang-orang yang terlibat di dalamnya. Jaringan atau  koneksi inilah yang bisa menjadi pendorong untuk mendongkrak keberhasilan kita.
4.       Melatih untuk kreatif
Dalam berorganisasi, kita harus belajar untuk membuat proker (program kerja) yang inovatif dan kreatif untuk menimbulkan ketertarikan mahasiswa lain agar mereka mau mendukung dan terlibat di dalamnya.
5.       Melatih pengambilan keputusan dan memecahkan masalah
Dalam berorganisasi, kita akan belajar bagaimana mengelola konflik dan menyatukan berbagai pendapat yang berseberangan. Hal itu sudah umum terjadi pada setiap organisasi. Dengan belajar mengelola konflik tersebut, kita bisa mengambil keputusan terbaik (decision making) bagi organisasi.
6.       Melatih personality attitude dan keadership
Dalam organisasi, kita akan banyak dilatih personality, attitude, leadership,communication skill, dan masih banyak lagi. Hal itu penting bagi kita terlebih jika kita memimpin suatu organisasi kemahasiswaan, maka kita akan belajar bagaimana pengelolaan komunitas tersebut agar tidak sekedar menjadi komunitas yang semu. Asal ada dan tidak jelas arah tujuannya. Namun kita akan belajar agar komunitas tersebut bisa berjalan dengan baik.
7.       Wahana berempati dengan situasi dalam masyarakat
Negara berkembang seperti Indonesia, banyak dihadapkan pada masalah-masalah sosial, terutama yang menyangkut kesenjangan ekonomi, kecurangan, ketidakadilan, dan ketidakstabilan ekonomi. Of course kita sebagai aktivis organisasi haruslah peka dengan persoalan-persoalan tersebut dan berusaha mencari solusi yang relevan atas masalah tersebut.
8.       Menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain
“Sebaik-baik manusia adalah yang bisa bermanfaat bagi orang lain”
Maksudnya bukan berarti kita mau-mau saja dimanfaatin orang lain, tapi disini maksudnya adalah kita harus mau membantu teman, rela berkorban untuk kepentingan umum, dan juga harus mau “memfasilitasi” teman-teman, serta mau meluangkan waktu demi sesuatu yang lebih “besar”. Keuntungannya, so pasti kita akan lebih eksis dan dikenal banyak orang, kepuasan tersendiri apalagi jika kita “ikhlas” melakukannya. Terlebih lagi, kita akan diakui orang lain bahwa “aku bisa!”.

                Beberapa organisasi yang bisa diikuti mahasiswa Teknik Industri UNDIP di dalam kampus macamnya banyak banget, antara lain :
1.       Di lingkungan jurusan Teknik Industri
-          Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI)
-          Komunitas Agama seperti Industrial Islamic Community (IIC) dan POMTI
-          Komunitas Minat dan Bakat seperti Sobat Alam, futsal, dan basket
2.       Di lingkungan Fakultas Teknik
-          Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik (BEM-FT)
-          Senat
-          Forum Studi Teknik (FST)
-          Forum Silaturahmi Mahasiswa Muslim (FSMM)
-          Komunitas Minat dan Bakat seperti Paduan Suara. Dll
3.       Di Universitas Diponegoro
-          Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Undip (BEM-KM Undip)
-          Senat
-          Insani (organisasi agama islam)
-          UKM-UKM (KSR, Manunggal, Teater, dll)

Jumat, 04 Maret 2011

Materi Kuliah Perencanaan Produksi (PPC I)

Materi kuliah PPC I dari Ibu Sri Hartini,ST,MT bisa didownload disini

Teknik Sampling Probabilitas dan Non-probabilitas

Metode Sampling

Dalam perencanaan suatu penelitian,peneliti dihadapkan pada pilihan untuk mempelajari keseluruhan unsure populasi (manusia atau benda) atau mempelajari hanya sebagian unsure yang diambil dari bagian atau populasi yang lebih besar.
Sampling terdiri dari berbagai jenis. Dalam perencanaan sampling akan ditentukan bagaimana unsure diambil dari populasi yang lebih besar atau populasi induk dan berapa jumlah unsure yang akan diambil.
Sifat perencanaan sampling
Kebanyakan perencanaan sampling dapat dikategorikan menurut Probability dan Non-probability.
Perencanaan sampling probabilitas
Perencanan yang menentukan probabilitas atau besarnya kemungkinan setiap unsure dijadikan sampel. Factor pengawasan yang mendasari semua perencanaan sampling probabilitas yang utama ialah sifat keacakan. Perencanaan sampling probabilitas yang biasa digunakan mencakup :
• Sampling acak sederhana (simple random sampling)
Pengambilan sampel dalam teknik random ini, peneliti ini memperkirakan sampel dalam populasi berkedudukan sama dari segi2 yang akan diteliti. Dengan cara mengambil acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi. Dengan syarat anggota populasi homogen.
Contoh:
Mahasiswa yang baru masuk Perguruan Tinggi Negeri, mereka sama2 tamatan SMA dan sama2 lulus ujian SPMB (seleksi penerimaan mahasiswa baru).
Disini dapat dikatakan bahwa populasi mahasiswa baru tersebut homogen dari asal sekolah dan lulus ujian SPMB. Artinya kita mengambil beberapa saja diantara mereka untuk sampel penelitian, dan yang mana saja, karena kita telah beranggapan bahwa mereka mempunyai kedudukan yang sama dengan kriteria2 yang sama.
• Sampling acak distratifikasi secara proposional (proportioned stratified random sampling)
Jika penelitian kita memerlukan data bertingkat, berstrata atau bergelombang dan berlapis2. Yang mungkin berbentuk kelas,umur,daerah dan kedudukan, atau sejenis maka kita menggunakan sampel stratified dengan mengambil sampel pada strata2 tertentu sesuai dengan penelitian yang dilakukan.
Contoh:
Populasi penelitian seluruh Mahasiswa UNIMED, sampelnya bisa pada strata tingkat I, tingkat II,strata S1 dan seterusnya.
• Sampling acak distratifikasi secara tidak(kurang) proposional(disproportioned stratified random sampling)
Teknik ini digunakan untuk menentukan jumlah sampel, bila populasi berstrata tapi kurang proposional.
Contoh:
Tingkah laku militer, mungkin hanya sedikit jumlah jenderal dalam sampenya sehingga peneliti memutuskan untuk menggunakan semua jenderal dalam sampelnya dan mengurangi proporsi jabatan lain untuk mendapatkan jumlah komposisi sampel. Dengan menggunakan tabel peneliti dapat menggunakan sampel acak pengelompokkan proposional. Dengan menggolongkan sesuai dengan jenis kejahatan. Tetapi ia melihat bahwa populasi yang berisi kasus pemerasan hanya 1%. Akibatnya, sampel berubah menjadi tidak proposional, apabila sampelnya di hasilkan 100, dengan menggunakan 10 kasus pemerasan.
Tabel. Distribusi kejahatan populasi dalam militer
Jenis kejahatan Frekuensi Persentase dalam [populasi
Perkosaan 50 5%
Pembongkaran 100 10%
Pencurian mobil 500 50%
Penyerangan 10 1%
Pencurian 140 14%
Perampokan 50 15%
Pembunuhan 50 5%
Jumlah N= 100 100%
• Sampling area atau gugus (area or cluster sampling)
Teknik sampling daerah digunakan untuk menentukan sampel bila objek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas. Dalam penggunaan sampel cluster ini umumnya kesatuan2 yang diteliti, merupakan kelompok2 yang lebih besar.
Contoh:
Kelompok remaja putus sekolah, kelompok kelas, atau sekolah2 dan sebagainya.
Perencanaan sampling nonprobabilitas
Teknik pengambilan sampel tidak member peluang/kesempatan sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Tujuan umum dari perencanaan sampling probabilitas ialah memperoleh gambaran kasar dari sekumpulan unsure sampel.
Dalam sampel non probabilitas sukar untuk menentukan jumlah kesalahan sampling, sehingga peneliti tidak dapat menggeneralisasikan secara langsung beberapa temuannya dengan populasi yang lebih besar. Ini karena populasi yang ada sebagian besar tidak teridentifikasi dengan salah satu atau semua variasi sampling nonprobabilitas. Perencanaan sampling non probabilitas yang biasa digunakan mencakup:
• Sampling sistematik
Teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. Sampling sistematik biasanya digunakan dalam traffic survey atau marketing research.
Ada beberapa peneliti menganggap sampling sistematik bukan merupakan sampling acak, padahal sampling sistematik merupakan sampling acak karena pemilihan pertama (menggunakan random start) dilakukan secara acak. Beberapa peneliti menyebut sampling sistematik sebagai Quasi random sampling atau Pseudo random sampling.
Contoh:
Jika peneliti ingin mengetahui orang2 yang berobat kerumah sakit di sebuah desa, kita telah mengetahui syarat2 untuk berobat di rumah sakit, dengan mendaftar diri ke receptionist dan mendapatkan nomor antrian,sehingga mereka dapat berobat.
• Sampling kuota
Teknik untuk menentukan sampel secara bebas dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan. Penggunaan teknis kuota sampel ini perlu menetapkan strata populasi berdasarkan tanda2 yang mempunyai pengaruh terbesar terhadap variable yang akan diselidikan.
Sedangkan penetapan kuota tergantung kepada kepentingan peneliti dapat berdasarkan factor social, factor ekonomi, factor geografis, atau factor politis.
Contoh:
Jika kita ingin meniliti orang2 yang berambut kribo disebuah kota, kita telah mengetahui ciri2nya yaitu rambutnya kribo dan kemudian kita menetapkan kuotanya sejumlah yang telah kita tentukan.
Penggunaan sampel kuota ini dalam penelitian ilmu social sering digunakan oleh para peneliti, karena dapat menentukan sampelnya dengan tidak terlalu ikat.
• Sampling aksidental
Teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data.
Contoh:
Jika kita ingin meneliti orang2 yang telah berambut putih diseluruh kota, sampelnya kita cari disekeliling kota dan dimana dan kapan saja kita menemui orang2 yang berambut putih, kita ambil sebagai sampelnya, jadi semua sampel tersebut hanya secara kebetulan saja dan tak direncanakan.
Dalam suatu penelitian ilmiah biasanya cara sampel aksidental ini jarang digunakan, kecuali dalam penelitian2 tertentu yang mungkin dapat menggunakap sampel ini, hal itu tentu sesuai dengan tujuan penelitiannya. Dan bukan penelitian ilmiah.
• Sampling purposive
Teknik penentuan sampel untuk tujuan tertentu saja. Misalnya pada penelitian tentang disiplin pegawai, maka sampel yang dipilih adalah orang yang ahli dalam bidang kepegawaian saja.
Contoh:
Jika penel;iti ingin mengetahui perbedaan sikap antara pemuda2 dikota besar terhadap kenekalan remaja, dalam hal ini mestinya peneliti telah mengetahui lebih dulu ciri2 pemuda di perkotaan.
Berdasarkan ciri2 tersebut kemudian peneliti memilih daerah kelompok2 tertentu sebagai inti/kuncinya sebagai sampel,sedangkan kelompok dibagian lain kota dapat ditinggalkan.
• Sampling bola salju (snowball sampling)
Teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian sampel ini disuruh memilih teman-temannya untuk dijadikan sampel. Begitu seterusnya, sehingga jumlah sampel semakin banyak.
Contoh:
Jika peneliti ingin mengetahui penyebaran informasi medis diantara ahli medis, sampling snowball dapat digunakan untuk menentukan bagaimana seorang ahli medis akhirnya menggunakan obat2an dan peralatan tertentu. Metode tersebut dapat menggambarkan melalui kelompok ahli medis yang mana informasi tentang obat baru yang beredar.
Apakah ahli medis tersebut membacanya dalm suatu jurnal medis atau mendengarkannya pada suatu konferensi medis, dan kalau memang demikian, siapa yang dihubungi diantara teman2 ahli medisnya mengenai hal tersebut? Bagainmana informasi diantara ahli medis
menyebar dalam suatu masyarakat tertentu? Sampling snowball dapat menjawab pertanyaan diatas.
• Sampling saturasi
Sama sekali bukan sampling, karena metode tersebuit didefenisikan sebagai perolehan semua unsure sampel dalam suatu populasi tertentu yang mempunyai karakteristik yang diinginkan peneliti.
Contoh:
Jika kita ingin meneliti semua pemakai Honda Beat dalam sebuah komunitas kecil.
• Sampling dense
Sampling secara padat. Terletak diantara sampling acak sederhana dan sampling saturasi. Dengan menaikkan fraksi sampling menjadi satu setengah dan mengambil mayoritas responden yang memiliki sifat atau karakter yang diinginkan peneliti bisa dianggap sampling dense.
Contoh:
Apabila komunitas Honda Beat terdapat 500 orang di medan, peneliti hanya mengambil setengah dari 500 orang yang memiliki Honda Beat.

Senin, 07 Februari 2011

STRUKTUR ORGANISASI HMTI 2011

Himpunan Mahasiswa Teknik Industri
Universitas Diponegoro


Ketua Program Studi              : Ir. Heru Prastawa, DEA
Dosen Pembina Mahasiswa    : Susatyo Nugroho, ST, MM
                                               Nia Budi Puspitasari, ST, MT
Ketua Umum                          : Reza Pahlevi Ananda                       
Sekretaris Umum                   : Muhdam Azhar              
Sekretaris I                             : Gita Mahdiah                                    
Sekretaris II                            : Riana Pratiwiningrum              
Bendahara I                            : Rizki Ridha Illahi                              
Bendahara II                           : Sofie Harnadini                                 

Badan Pertimbangan Himpunan
Koordinator                            : Hilda Winandita                               
Anggota                                  : Adi Hendiawan                               
                                                Raras Putri Widowati                      
                                                Ovy Ayuning                                     
                                                Bhaswara Aditya                           

Departemen I. Pendidikan dan Riset Teknologi
Ketua                                      : Priliandi Hidayatullah                       
Sekretaris                                : Desi Rahmawati                               
            Bidang Pendidikan
            Ketua                          : Adhitya Setyo Pamungkas                 
            Staff                            : Nurul Dzikrillah                               
                                                  Ikhsan Yenifi                      
                                                  Dwi Yuni Setiawati                          
           
            Bidang Infotek
            Ketua                          : Aditya Hendra Setyawan                 
            Staff                            : Siechara Hans Jonathan               
                                                  Marudut Mujur Sinaga                  
            Bidang Riset
            Ketua                          : Silvia Merdikawati                         
            Staff                            : Mohammad Khoiruddin Rajulaini
                                                 Ranintia Adhicitra Pramesti            
                                                  Tridoyo                                           

Departemen II. Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM)
Ketua                                      : Willy Oktafiano                                
Sekretaris                                : Oktaviani Hadiati Putri                  
Staff                                        : Catur Indra Agusman                     
                                                 Ganung Sugi Priambada               
  Dyah Aisyah Putri                         
  Dhaneswara Santya Wardhana        
  Arcan Taurus Rendy Yudha         
  Rido Eko Baskoro                             


Departemen III. Kesejahteraan Mahasiswa
Ketua                                      : Rajib Wahyu Nugroho Katama     
Sekretaris                                : Desha Dihasta Kuncari Putri        
            Bidang Layanan Mahasiswa
            Ketua                          : Bagus Nugroho                                
            Staff                            : Dina Tauhida                                 
                                                  Errystiana Novitasari                     
                                                  Welly Mahardika                      
                                                  Desy Anggita Wida Aswara          
            Bidang Kewirausahaan
            Ketua                          : Sinta Nurmalasari                          
            Staff                            : Rifki Muhammad                        
                                                  Rizalt Valentinus                            
                                                  Riski Kurnia Putri                       
                                                  Nimas Mayangsari                  
                                                  Woro Adiati Estining Putri          

Departemen IV. Hubungan Luar
Ketua                                      : Kumala Ade Khantari                       
Sekretaris                                : Ade Rukmi Saraswati                     
            Bidang Kerjasama Luar
            Ketua                          : Gemilang Dewa Adhi                        
            Staff                            : Riko Agisdihan Afifi                        
                                                  Dinar Enggar Puspita                    
                                                  Faizal Mohammad                          
                                                  Berty Dwi Rahmawati                      
            Bidang Pengabdian Masyarakat
            Ketua                          : Dwi Megah Purnamasari                   
            Staff                            : Nafisa Aulia Fahmi                         
                                                  Ardyan Burhanudin                          
                                                  Franz Radityo                                   

Departemen V. Minat dan Bakat
Ketua                                      : Ria Dwi Listyanti                         
Sekretaris                                : Rayana Andari Bardijan           
            Bidang Olahraga
            Ketua                          : Handy Nugroho                         
            Staff                            : Budiman Nur Hidayat                    
                                                  Adiyoga Hanugra Wasistha           
                                                  Muhammad Arifin                        
            Bidang Seni
            Ketua                          : Hariz Setyawan                               
            Staff                            : Ichda Rahmawati Putri                 
                                                  Petty Primatury Anjani P              
                                                  Pratiwi Vido Prabu Diani               
                                                  Mochamad Irfan Try Handoko