Begitu tersentak hatiku saat
mendengar suatu tema acara Nation Building Beswan Djarum tahun ini, “Mutiara
Timur Indonesia”. Segala suguhannya membuatku bergetar, jiwa nasionalisme
keluar.
Sambil merasakan segala nikmat yang
Tuhan berikan, kurenungi nasib-nasib manusia. Di luar, saudara-saudaraku Bangsa
Palestin disiksa habis-habisan oleh kaum laknatullah Israel, mereka berperang
melawan bangsa lain. Tapi engkau, saudara sepersusuan tanah pertiwi, kau masih
dijajah, engkau masih disiksa oleh ketamakan duniawi. Oleh sebangsa sendiri,
tak cukup bangsa-bangsa lain yang tak tahu diri.
Kunikmati ketenangan, sajian
segar dari alam, fasilitas modernisasi, setiap sudut kota memberiku cerita.
Namun, engkau, tanahmu yang kaya justru tak mampu membuat engkau merasakan yang
kurasa.
Bukan salah kalau kau berada di
pedalaman, kau bilang menikmati alam bersama hutan dan barisan hewan. Pakaianmu
hanya anyaman, mungkin pula rotan. Kau dibiarkan dengan dalih melestarikan
kebudayaan.
Bukan salah kalau mereka bilang
kau tak sepadan, kau tak pintar, kau buangan. Tapi engkau dipertahankan. Kau
tetap memberikan senyuman dengan keikhlasan, menyambut kedatangan para
wisatawan.
Hitam legam warna kulitmu,
keritingnya rambutmu, aroma keringatmu, mereka bilang itu keunikan.