Minggu, 27 Januari 2013

Melestarikan Budaya Gotong Royong Melalui Tradisi Sunatan Masal




Karnaval Desa Pajomblangan
Kab. Pekalongan – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1433 H di Desa Pajomblangan Kecamatan Kedungwuni diwarnai berbagai kegiatan yang meriah. Puncak peringatan diawali dengan karnaval dan arak-arakan peserta sunatan masal. Peserta yang rata-rata berusia lima sampai delapan tahun diarak menggunakan becak hias yang dilombakan. Lomba becak hias sendiri diikuti oleh sebelas peserta. Selain becak hias, karnaval juga dimeriahkan oleh barisan marching band dari SMP NU dan RA Walisongo Pajomblangan, barisan siswa-siswi SD dan MI Pajomblangan, serta badut-badut kreasi para pemuda.
           




Acara karnaval dimulai dari jam 1 siang, berkumpul di masjid besar Pajomblangan berjalan mengitari desa. Masyarakat sekitar menyambut dengan antusias. Sepanjang jalan ramai dipenuhi warga. Acara yang dirayakan dari tahun 1955 ini memang selalu dinanti-nanti setiap tahunnya.

Berdasarkan informasi dari panitia, sejumlah dana yang diperoleh merupakan swadaya dari masyarakat. Setiap warga menyumbang sesuai dengan kemampuan masing-masing. Selain berupa materi, warga juga bergotong-royong memberikan bantuan tenaga dalam persiapan acara, seperti dalam pendirian tenda, panggung, dan penataan tempat menginap untuk peserta sunatan. Peserta sunatan dan keluarganya menginap selama satu malam di Madrasah Ibtidaiyah (MI) setempat. Prosesi sunatan pun dilakukan di tempat yang sama.

Ikut Serta Kegiatan
Menilik dari hal tersebut, banyak hal positif yang dapat diperoleh, antara lain mengenai kebersamaan dan kerukunan antar warga. Seperti yang kita ketahui, dewasa ini orang-orang cenderung bersikap individualistis, kepedulian antar sesama berkurang, nilai materi lebih diunggulkan, fenomena tersebut terutama terjadi di wilayah perkotaan. Untuk itu, tradisi sunatan masal dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW ini masih dilestarikan untuk menjaga keharmonisan dan kerukunan antar warga, selain itu warga juga mengenalkan kepada kaum muda mengenai arti penting kehidupan bermasyarakat.

Pengajian Umum
Acara peringatan maulid nabi selanjutnya diisi dengan pengajian yang menghadirkan kyai dari Kota Pekalongan. Acara ditutup dengan walimatul khitan pada keesokan harinya.

3 komentar:

  1. hehehe, tradisi sunatan masal itu hanya salah satu saja bentuk gotong royong di desa pajomblangan. Sebetulnya masih banyak tradisi yang masih berjalan di desa pajomblangan, terutama yang berkaitan dengan tradisi keagamaannya.
    I'm proud be Pajomblangan citizen. hehehe
    :)

    BalasHapus
  2. betul, saya juga bangga pernah mengabdi di sana dan menjadi bagian keluarga masyarakat Pajomblangan, di sana begitu damai

    BalasHapus