بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Bismillah,
kalimat yang berarti “Dengan menyebut asma Allah” lebih lengkap yakni Bismillahi arrohmani arrohiimi, yang
berarti “Dengan menyebut asma Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.
Bismillah selalu dijadikan awalan sebelum kita melakukan amalan, baik ucapan
maupun perbuatan, baik yang terlihat maupun tidak.
Bismillahi
arrohmani arrohiimi merupakan ayat pertama dalam ummul kitab – Ummul kitab
secara harfiah merupakan ibu kitab, artinya merupakan permulaan dari sebuah
Al-kitab, yakni Al-Qur’anul kariem. Ummul kitab yang dimaksud ialah surah Al
Fatihah. Menjadi sebuah ummul kitab artinya terdapat suatu keistimewaan di
dalam surah tersebut. Selayaknya seorang ibu, terdapat suatu keistimewaan
baginya, yang harus kita hormati, sayangi, dan kasihi serta kita jaga lantaran
beliaulah sebab kehadiran kita hingga seperti sekarang.
Memaknai
bismillah tentu tidak cukup dengan mengamalkannya sebagai ucapan sebelum kita
melakukan suatu kegiatan. Bismillahi arrohmani arrohiimi, atau secara singkat
dikenal dengan basmallah, mempunyai makna yang sangat dalam bagi mereka yang
mau berpikir. Sebagai ummat muslim, membaca basmallah dalam setiap permulaan
bahkan diwajibkan agar kita senantiasa memperoleh berkah dan rahmat dari Allah
SWT. Bahkan dalam hal-hal tertentu bisa menjadi haram (dilarang secara keras,
dengan konsekuensi dosa) apabila meninggalkan basmallah, seperti penyembilan
hewan tanpa awalan basmallah – sekalipun lupa.
Sebagai
untaian kalimat yang mulia, tentu basmallah mempunyai kedudukan yang luar biasa,
mungkin tidak bisa disejajarkan dengan yang lainnya. Basmallah mempunyai 3
unsur utama, yakni Allah, Arrahman, dan Arrahiim. Allah, ialah rabbun yang
berarti Tuhan, Al Kholiq yang berarti pencipta dan penguasa alam beserta isinya.
Allah mempunyai 2 sifat yang utama yang disebut-sebut dalam kalimat basmallah,
yaitu Arrahman dan Arrahim. Arrahman yang berarti pengasih, Dzat yang memiliki
sifat rahmat - kasih sayang yang luas. Serta Arrahim yang merupakan kata kerja
dari rahman, yang dimaknai Allah Dzat yang memberikan rahmat – kasih sayangNya
- secara penuh dan kepada siapapun. Arrahman arrahiim sendiri mengalami banyak
pengulangan penggunaan, seperti pada ayat ke-3 surat Al-Fatihah. Dengan
penjelasan singkat tersebut tentu kita paham bahwa penggunaan basmallah tidak
boleh sembarangan, artinya untuk hal-hal yang baik saja, tidak elok untuk hal-hal
yang tidak baik.