Tampilkan postingan dengan label Arrohman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arrohman. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Agustus 2014

Bersyukur itu Nikmat

Syukur, kata yang mudah diucap namun tak mudah untuk dilakukan. Banyak orang sejatinya telah memperoleh banyak kenikmatan, tapi tak sadar akan hal itu, sehingga tak pernah merasa puas dan selalu merasa kurang. Syukur, tak hanya menjadi sebuah aktivitas yang hanya sekali dilakukan, namun harus menjadi sebuah kebiasaan yang akan dilakukan setiap saat dalam semua kejadian.

Rasa syukur, tak cukup hanya diucapkan secara lisan, namun harus diyakini dari hati dan dibuktikan dengan tindakan-tindakan keseharian yang mencerminkan rasa syukur itu sendiri.

Seringkali hal-hal kecil yang kita alami menjadi penghalang yang menutupi mata hati sehingga membuat kita lupa akan hal-hal besar yang patut kita syukuri.

Rizki, menjadi salah satu faktor penting yang menentukan sikap kita untuk bersyukur atau kufur. Padahal kalau menilik lebih dalam, rizki merupakan akumulasi segala nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Keutuhan jasmani, kebebasan bernapas, serta segala bentuk kesehatan yang kita punyai, keluarga yang utuh dan harmonis juga merupakan bagian dari rizki. Cobalah untuk membuat daftar apa saja yang sudah Allah berikan pada kita sejak kita terlahir di bumi.

Allah Yang Maha Pemurah,
yang telah mengajarkan Al-Quran,
Dia menciptakan manusia,
mengajarkannya pandai berbicara,
Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan,
dan tumbuh-tumbuan dan pepohonan tunduk kepadaNya,
Dan Allah telah meninggikan dan Dia meletakkan neraca keadilan,
Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu,
Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi timbangan itu,
Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhlukNya,
di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang,
dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.
Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan?
(QS. Ar Rahman : 1 - 13)

Dalam kutipan Q.S Ar Rahmat tersebut Allah sudah menyindir kita secara halus tentang limpahan nikmat yang telah Ia berikan kepada kita, namun sering kali kita lupakan. Dan apabila Allah memberikan cobaan kepada kita, maka telah berani Ia jaminkan surga untuk kita. Dan sesungguhnya cobaan itu sebagai alat bagiNya untuk menaikkan derajat kita di sisiNya.

Sesungguhnya di balik kesulitan terdapat kemudahan,
dan sesungguhnya di balik kesulitan terdapat kemudahan.
(QS. Al Insyirah : 5 - 6)

Dan bagi kita kaum muslimin, diwajibkan atas kita untuk selalu mengingatkan sesama agar dapat bersabar dalam cobaan dan selalu menuntun ke arah kebenaran. Karena sesungguhnya janji Allah adalah haq.

Kebahagiaan adalah kehidupan yang kita syukuri.

1. [1](Allah) yang Maha Pengasih,
2. Yang telah mengajarkan Al Qur’an[2].
3. Dia menciptakan manusia[3],
4. mengajarnya pandai berbicara[4].
5. Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan[5].
6. Dan tetumbuhan dan pepohonan[6], keduanya tunduk (kepada-Nya).
7. Dan langit telah ditinggikan-Nya[7] dan Dia letakkan keseimbangan (keadilan)[8].
8. Agar kamu jangan merusak keseimbangan itu[9],
9. Dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu[10].
10. Dan bumi telah dibentangkan-Nya untuk makhluk(-Nya)[11],

11. [12]di dalamnya ada buah-buahan[13] dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang[14],
12. dan biji-bijian yang berkulit[15] dan bunga-bunga yang harum baunya[16].
13. [17]Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?[18]
- See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/04/tafsir-ar-rahman-ayat-1-25.html#sthash.nGvyJym8.dpuf
1. [1](Allah) yang Maha Pengasih,
2. Yang telah mengajarkan Al Qur’an[2].
3. Dia menciptakan manusia[3],
4. mengajarnya pandai berbicara[4].
5. Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan[5].
6. Dan tetumbuhan dan pepohonan[6], keduanya tunduk (kepada-Nya).
7. Dan langit telah ditinggikan-Nya[7] dan Dia letakkan keseimbangan (keadilan)[8].
8. Agar kamu jangan merusak keseimbangan itu[9],
9. Dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu[10].
10. Dan bumi telah dibentangkan-Nya untuk makhluk(-Nya)[11],

11. [12]di dalamnya ada buah-buahan[13] dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang[14],
12. dan biji-bijian yang berkulit[15] dan bunga-bunga yang harum baunya[16].
13. [17]Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?[18]
- See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/04/tafsir-ar-rahman-ayat-1-25.html#sthash.nGvyJym8.dpuf
1. [1](Allah) yang Maha Pengasih,
2. Yang telah mengajarkan Al Qur’an[2].
3. Dia menciptakan manusia[3],
4. mengajarnya pandai berbicara[4].
5. Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan[5].
6. Dan tetumbuhan dan pepohonan[6], keduanya tunduk (kepada-Nya).
7. Dan langit telah ditinggikan-Nya[7] dan Dia letakkan keseimbangan (keadilan)[8].
8. Agar kamu jangan merusak keseimbangan itu[9],
9. Dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu[10].
10. Dan bumi telah dibentangkan-Nya untuk makhluk(-Nya)[11],

11. [12]di dalamnya ada buah-buahan[13] dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang[14],
12. dan biji-bijian yang berkulit[15] dan bunga-bunga yang harum baunya[16].
13. [17]Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?[18]
- See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/04/tafsir-ar-rahman-ayat-1-25.html#sthash.nGvyJym8.dpuf
1. [1](Allah) yang Maha Pengasih,
2. Yang telah mengajarkan Al Qur’an[2].
3. Dia menciptakan manusia[3],
4. mengajarnya pandai berbicara[4].
5. Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan[5].
6. Dan tetumbuhan dan pepohonan[6], keduanya tunduk (kepada-Nya).
7. Dan langit telah ditinggikan-Nya[7] dan Dia letakkan keseimbangan (keadilan)[8].
8. Agar kamu jangan merusak keseimbangan itu[9],
9. Dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu[10].
10. Dan bumi telah dibentangkan-Nya untuk makhluk(-Nya)[11],

11. [12]di dalamnya ada buah-buahan[13] dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang[14],
12. dan biji-bijian yang berkulit[15] dan bunga-bunga yang harum baunya[16].
13. [17]Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?[18]
- See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/04/tafsir-ar-rahman-ayat-1-25.html#sthash.nGvyJym8.dpuf
1. [1](Allah) yang Maha Pengasih,
2. Yang telah mengajarkan Al Qur’an[2].
3. Dia menciptakan manusia[3],
4. mengajarnya pandai berbicara[4].
5. Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan[5].
6. Dan tetumbuhan dan pepohonan[6], keduanya tunduk (kepada-Nya).
7. Dan langit telah ditinggikan-Nya[7] dan Dia letakkan keseimbangan (keadilan)[8].
8. Agar kamu jangan merusak keseimbangan itu[9],
9. Dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu[10].
10. Dan bumi telah dibentangkan-Nya untuk makhluk(-Nya)[11],

11. [12]di dalamnya ada buah-buahan[13] dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang[14],
12. dan biji-bijian yang berkulit[15] dan bunga-bunga yang harum baunya[16].
13. [17]Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?[18]
- See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/04/tafsir-ar-rahman-ayat-1-25.html#sthash.nGvyJym8.dpuf
1. [1](Allah) yang Maha Pengasih,
2. Yang telah mengajarkan Al Qur’an[2].
3. Dia menciptakan manusia[3],
4. mengajarnya pandai berbicara[4].
5. Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan[5].
6. Dan tetumbuhan dan pepohonan[6], keduanya tunduk (kepada-Nya).
7. Dan langit telah ditinggikan-Nya[7] dan Dia letakkan keseimbangan (keadilan)[8].
8. Agar kamu jangan merusak keseimbangan itu[9],
9. Dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu[10].
10. Dan bumi telah dibentangkan-Nya untuk makhluk(-Nya)[11],

11. [12]di dalamnya ada buah-buahan[13] dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang[14],
12. dan biji-bijian yang berkulit[15] dan bunga-bunga yang harum baunya[16].
13. [17]Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?[18]
- See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/04/tafsir-ar-rahman-ayat-1-25.html#sthash.nGvyJym8.dpuf

Senin, 25 November 2013

Bismillahi Arrohmani Arrohiimi

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Bismillah, kalimat yang berarti “Dengan menyebut asma Allah” lebih lengkap yakni Bismillahi arrohmani arrohiimi, yang berarti “Dengan menyebut asma Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”. Bismillah selalu dijadikan awalan sebelum kita melakukan amalan, baik ucapan maupun perbuatan, baik yang terlihat maupun tidak.

Bismillahi arrohmani arrohiimi merupakan ayat pertama dalam ummul kitab – Ummul kitab secara harfiah merupakan ibu kitab, artinya merupakan permulaan dari sebuah Al-kitab, yakni Al-Qur’anul kariem. Ummul kitab yang dimaksud ialah surah Al Fatihah. Menjadi sebuah ummul kitab artinya terdapat suatu keistimewaan di dalam surah tersebut. Selayaknya seorang ibu, terdapat suatu keistimewaan baginya, yang harus kita hormati, sayangi, dan kasihi serta kita jaga lantaran beliaulah sebab kehadiran kita hingga seperti sekarang.

Memaknai bismillah tentu tidak cukup dengan mengamalkannya sebagai ucapan sebelum kita melakukan suatu kegiatan. Bismillahi arrohmani arrohiimi, atau secara singkat dikenal dengan basmallah, mempunyai makna yang sangat dalam bagi mereka yang mau berpikir. Sebagai ummat muslim, membaca basmallah dalam setiap permulaan bahkan diwajibkan agar kita senantiasa memperoleh berkah dan rahmat dari Allah SWT. Bahkan dalam hal-hal tertentu bisa menjadi haram (dilarang secara keras, dengan konsekuensi dosa) apabila meninggalkan basmallah, seperti penyembilan hewan tanpa awalan basmallah – sekalipun lupa.

Sebagai untaian kalimat yang mulia, tentu basmallah mempunyai kedudukan yang luar biasa, mungkin tidak bisa disejajarkan dengan yang lainnya. Basmallah mempunyai 3 unsur utama, yakni Allah, Arrahman, dan Arrahiim. Allah, ialah rabbun yang berarti Tuhan, Al Kholiq yang berarti pencipta dan penguasa alam beserta isinya. Allah mempunyai 2 sifat yang utama yang disebut-sebut dalam kalimat basmallah, yaitu Arrahman dan Arrahim. Arrahman yang berarti pengasih, Dzat yang memiliki sifat rahmat - kasih sayang yang luas. Serta Arrahim yang merupakan kata kerja dari rahman, yang dimaknai Allah Dzat yang memberikan rahmat – kasih sayangNya - secara penuh dan kepada siapapun. Arrahman arrahiim sendiri mengalami banyak pengulangan penggunaan, seperti pada ayat ke-3 surat Al-Fatihah. Dengan penjelasan singkat tersebut tentu kita paham bahwa penggunaan basmallah tidak boleh sembarangan, artinya untuk hal-hal yang baik saja, tidak elok untuk hal-hal yang tidak baik.