Tampilkan postingan dengan label sahabat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sahabat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Agustus 2016

Teman Cerminan Diri


Setiap hal yang kita alami, yang kita punyai sekarang, semua tidak terjadi secara kebetulan, mereka datang atas pilihan - pilihan kita di masa lalu. Salah satunya dari dengan siapa kita pernah bergaul di masa lalu. Sekarang coba diingat - ingat, dengan siapa kita berteman selama ini?

Islam merupakan agama yang sempurna, mengatur segala hal dengan detail dan dapat dijelaskan manfaatnya, salah satunya adab dalam berteman dan bergaul.

"Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Begitulah kutipan salah satu Hadits dari Bukhari dan Muslim. Disebutkan permisalan dalam bergaul dengan orang lain. Tidak baik memang terlalu pilih - pilih teman, tapi baik sekali pilih - pilih dalam bergaul dengan teman karena manfaatnya kembali ke diri kita sendiri. Teman yang baik akan memberikan dampak yang baik, sebaliknya teman yang tidak baik akan memberikan dampak yang tidak baik pula. Mungkin kita bisa lihat di sekitar kita. Semasa sekolah, siswa - siswa teladan yang berprestasi akan berkumpul dengan teman mereka yang pandai. Yang jago olah raga akan berkumpul dengan penggiat olah raga juga. Dari kesamaan - kesamaan inilah mereka berkumpul, mengobrol, dan saling memberikan pengaruh satu sama lain. Begitupun dengan anak - anak yang suka bolos sekolah, mereka berkumpul dengan pembolos juga, bermain games saat jam sekolah. Mereka tidak masuk kelas dan malah merokok di kantin pojok - pojok sekolah.

Dan sekarang lihatlah, bagaimana teman - teman kita yang sukses di bidangnya masing - masing, dengan siapa mereka berteman dan bergaul. Logikanya seperti ini, jika kita ingin berbisnis tentu akan lebih mudah untuk memulai bisnis kita dan bahkan mengembangkannya apabila kita bergaul dengan teman yang bergelut dalam hobi yang sama. Kita akan mudah memperoleh berbagai informasi yang menunjang bisnis kita. Begitupun kalau kita memutuskan untuk bekerja atau lanjut studi. Kita akan mudah memperoleh informasi dari teman - teman yang bergelut dalam dunia profesional ataupun akademika.

Dalam hal beragama, bergaul dengan teman yang sholih tentu akan menuntun kita ke jalan taqwa. Berbeda cerita kalau kita berteman dengan ahli maksiat. Pejabat pemerintahan yang bersih butuh teman - teman yang sevisi untuk tetap idealis, sedangkan bagi para koruptor akan menjemput koruptor - koruptor lain untuk menjalankan misinya. Maka tak heran jika satu koruptor ditangkap, maka akan muncul nama - nama yang lain.

Sahabat, tidak ada kata terlambat dalam menjalani hidup. Tengok dan renungkan jalan hidup kita selama ini, mungkin ada pengaruh yang salah dalam hidup kita. Bergaullah dengan teman - teman yang baik agar kita juga memperoleh manfaat yang baik. Kalau kita tak bisa merubah sifat buruk teman - teman kita, lebih baik secara perlahan kita jauhi mereka, paling tidak kita selamat dari jalan yang dimurkai Allah SWT. Namun tak ada salahnya kita panjatkan doa untuk teman - teman kita supaya kelak kita dipertemukan di dalam syurgaNya.

Senin, 14 April 2014

Menyapa Keluarga Baru (Kisah untuk Squad MDP VII TBIG)

Mungkin awal pertemuan kita bisa dibilang bukan awal yang terlalu baik, tapi juga bukan awal yang buruk. Semua terasa biasa saja, begitu singkat. Namun, semua berubah saat satu per satu mulai menunjukkan kepeduliannya, menjadikan sebuah hubungan pertemanan sebagai ikatan kekeluargaan, kepanjangan para penjaga di kampung halaman.

Hari hari pertama mungkin terlalu kaku untuk kita jalani, begitu juga untukku sendiri. Topeng-topeng yang indah dan rapi masih terpasang menutupi wajah diri. Kepribadian ini terselimuti tanpa ada saksi sebab kita memang datang dari perbedaan yang tak satu pun saling kenal. Namun, waktu menggiring kita ke dalam suasana baru, menghadirkan tawa ceria, menjadi bumbu penyedap materi-materi yang menggoyahkan iman kita, yaitu rasa kantuk dan bosan yang melanda. Perlahan, topeng-topeng mulai terbuka, ternyata benteng itu tak sekokoh yang kukira. Lalu, di depan kalian aku menahan tawa.

Entah kapan pastinya kita mulai akrab aku lupa. Aku hanya ingat kuis-kuis ringan yang kuberikan, yang mampu membuat kalian terbangun lamat-lamat karena rasa penasaran yang tak kunjung tamat. Namun yang aku tahu, kini kita sudah mulai lekat bagaikan atom-atom dalam reaksi kimia, bagaikan simpul-simpul tower yang terikat kuat.

Namun kawan, ternyata perjalanan kita tak selamanya seindah Cerita Romantika, tapi juga tak sekeruh Keluarga Cemara. Satu per satu mulai tumbang oleh ujian, bersedih atas cobaan yang diberikan. Tekanan demi tekanan mulai datang, menghadang.

Ikatan kita kini dipertaruhkan. Kita menyatu untuk maju, atau tumbang terhempas karang di lautan. Namun cobaan yang datang tak mampu menghalangi pandangan. Kita mampu bersatu saling menguatkan.

Sabtu, 16 November 2013

Pena Sederhanaku

Kulukiskan pelangi di atas awan
dengan pena sederhana
kurangkaikan kata riang
menyambung hingga bersenandung
bernyanyi indah di relung jiwa
pula dengan pena sederhana



Kurajut cerita-cerita puitis
untuk meringingi hidup dan kehidupan
Kisah-kisah haru, suka, dan duka
pula dengan pena sederhana

Mimpi-mimpi itu kubangun nyata
kugantungkan di depan mata
hingga asa tak akan terkikis
oleh kelamnya rasa
dalamnya samudra
bahkan semua coba dan goda


Kini kudalami makna
sebuah pena sederhana
dimana rasa tak mampu menyela
kecewa sudah biasa
Namun dengan pena sederhana
mampu kulukis cerita
merajut asa
membangunkan tidur untuk meraih mimpi-mimpi


Pena sederhanaku telah kugoreskan
membuat pola-pola indah
kusebut dengan cinta
berkawal dengan pecinta
kawan-kawan sederhana
kawan-kawan setia
***
<Pemenang Puisi Mingguan RRI Semarang Pro 2, Minggu IV November>