Tampilkan postingan dengan label way of life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label way of life. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 November 2017

Amalan - Amalan Kecil

Masih terngiang dalam ingatan sewaktu masih duduk di bangku Sekolah Dasar, lewat materi PPKn Bapak / Ibu Guru mengajarkan banyak hal tentang kehidupan. Contoh kecil bagaimana etika ketika kita sedang bersepeda dan hendak lewat di depan orang tua, menyingkirkan batu yang ada di jalan raya, atau hal - hal sederhana lain yang berkaitan dengan hidup sebagai manusia.

Kini banyak dari kita mungkin telah melupakan ajaran tersebut, atau mungkin pernah tahu dan enggan untuk mempraktikan.

Lewat tulisan ini aku hanya ingin mengajak saudara - saudaraku sekalian untuk terus beristiqomah dalam melakukan kebaikan, meskipun hanya amalan - amalan kecil.

يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ

“(Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui” (QS. Luqman: 16).


Amalan - amalan kecil itu sesungguhnya sangat ringan untuk dikerjakan. Apalagi sesungguhnya Allah menyukai amalan - amalan kecil yang dikerjakan terus menerus (secara istiqomah).

Apa saja sih amalan - amalan kecil itu?

1. Tersenyum
Pernah dengan lagunya grup nasyid Raihan? Senyumlah, itulah sedekah yang paling mudah, tiada terasa berhutang budi.

Senin, 08 Juni 2015

Kekuatan Doa

Terkisah di Negara Uzbekistan terdapat seorang anak yang sejak lahir selain sudah yatim juga menderita kebutaan. Kedua matanya tidak dapat melihat. Anak tersebut bernama Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al-Mughirah bin Badrdizbah Al-Ju’fiy Al Bukhari. Sepanjang hari ibunya selalu berdoa, meminta kepada Allah supaya anak lelakinya tersebut diberikan Rahmat dapat melihat. Doa dipanjatkan tiada henti sampai akhirnya pada usia 10 tahun, anak lelaki tersebut bisa melihat dengan kedua matanya sendiri. Sebagai rasa syukurnya, Sang ibunda mengirimkan anak tersebut ke majlis pendidikan hingga akhirnya anak lelaki tersebut menjadi salah satu perawi hadits yang kita kenal dengan Imam Bukhari.

Begitulah kenyataan kekuatan sebuah doa. Allah berjanji kepada umatNya akan mengabulkan semua doa yang dipanjatkan dengan sungguh-sungguh dan penuh harap.

"Dan Rabb-mu berfirman: 'Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku, akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina'." – (QS. Al Mu’min : 60)

Sebuah doa yang dipanjatkan kepada Rabbnya, menjadikan sesuatu yang tadinya tidak mungkin menjadi mungkin. Karena tidak ada yang tidak mungkin bagiNya (Iradah). Seperti halnya kisah di atas. Albukhori bisa sembuh dari kebutaan yang dialaminya tanpa sebuah operasi replantasi dan sejenisnya.

Efek dari sebuah doa juga sering aku alami dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai salah satu contoh yang kisahnya hampir sama dengan kisah Imam Bukhori. Sedari kecil aku terlahir cedal, tidak bisa mengucapkan konsonan R. Sampai terkadang itu menjadi bahan ejekan orang-orang di sekitarku. Ibuku selalu memotivasiku dengan kalimat, “Kamu tidak perlu cemas karena kebanyakan orang-orang cedal terlahir sebagai orang yang cerdas, Pak Habibie misalnya”. Aku pun menjalani hari-hariku dengan penuh percaya diri.