Selasa, 19 November 2013

Memberi Bekal Untuk Anak ke Sekolah

“Didiklah anak-anakmu, karena mereka akan hidup pada zaman yang berbeda dengan zamanmu”

Ilustrasi
Seiring berjalannya waktu, perkembangan zaman terjadi begitu cepat dan pasti. Perkembangan tersebut, selain berdampak positif juga mempunyai dampak negatif yang harus dihindari. Sebagai contoh, di bidang telekomunikasi, internet melaju begitu cepat dan tersebar hingga ke pelosok daerah. Pemanfaatannya pun beragam, dari penyebaran informasi teknologi dan ilmu pengetahuan, perkembangan ekonomi dan pemasaran, sampai ajang aktualisasi diri. Namun, internet juga mampu memberikan dampak yang tidak baik, seperti merebaknya kasus pornoaksi dan pornografi yang menjangkit kehidupan masyarakat, terutama kaum remaja.

Ulasan di atas menjadi salah satu kejadian yang berkaitan dengan perkembangan zaman. Tentu tidak hanya hal-hal yang bersifat duniawi, bahkan perihal keagamaan juga menjadi salah satu korban perkembangan zaman dengan munculnya berbagai penafsiran baru tentang ilmu agama.

Mendidik dan membentengi buah hati dari hal-hal yang tidak baik adalah salah satu tugas orang tua. Hal tersebut juga menjadi kewajiban bagi orang tua agar sang buah hati tidak terjerumus dalam lembah nista. Banyak hal yang harus menjadi perhatian dalam mendidik anak, selain memberikan bekal berupa ilmu pengetahuan, anak juga harus dididik dalam hal moral dan tata krama.


Tentu kita semua sadar bahwa seiring perkembangan zaman, tatanan nilai dan norma serta moralitas semakin luntur. Perubahan cara pandang terhadap sesuatu juga terjadi. Misalnya, zaman dahulu apabila terdapat seorang wanita yang mengenakan pakaian minim di tempat umum, maka wanita tersebut akan dipandang sebagai wanita yang tidak baik. Namun, yang terjadi sekarang justru banyak terjadi para wanita bebas mengenakan pakaian yang dia mau, serba minim, ketika berada di tempat-tempat umum, bahkan untuk acara formal atau acara keagamaan sekalipun. Dan parahnya kondisi tersebut justru dipandang sebagai kejadian yang biasa saja dengan dalih modernitas, terutama dalam hal seni pakaian (fashion). Hal tersebut hanya salah satu contoh, masih banyak lagi pergeseran tata nilai yang terjadi dalam lingkungan masyarakat yang terjadi sekarang.

Memberikan bekal kepada anak untuk pergi ke sekolah artinya memberikan perhatian, pengetahuan, dan prinsip keagamaan sebagai bekal hidup bagi sang buah hati dalam menjalani masa-masanya di dunia. Sekolah diartikan sebagai tempat untuk mengenyam ilmu dan pendidikan. Di sini, sekolah ditranslasikan sebagai dunia (makna luas), tempat seseorang belajar tentang kehidupan dan seni hidup.

Kita harus sadar, anak-anak kita akan berada pada masa yang berbeda dengan masa kita. Untuk itu, pendidikan sedari dini akan sangat membantu perkembangan mereka. Kita harus mengajari buah hati kita tentang seni bertahan hidup (survival), memberikan mereka bekal yang cukup serta prinsip hidup yang kuat agar kelak mereka tidak mudah terombang-ambing dalam menjalani bahtera kehidupan. Kelak, mereka akan mempunyai lingkungan yang baru. Lingkungan tersebut akan sangat berpengaruh terhadap pola pikir dan kebiasaan mereka. Untuk itu, sebelum mereka teracuni dengan pikiran-pikiran dan kebiasaan yang tidak baik, kita harus sigap dan siaga untuk membentengi sang buah hati dari hal-hal tersebut. Ingat, kalau orang tua lengah, maka pendidikan anak akan diambil alih oleh lingkungannya.

Menginjak remaja dan kemudian dewasa, anak kita akan mulai bersosialisasi dan berani mengaktualisasi diri dengan mengikuti banyak kegiatan. Mereka akan bergabung dengan kelompok-kelompok dalam organisasi. Dengan bekal yang baik, mungkin mereka akan memberikan pengaruh positif bagi organisasi atau kelompok tersebut, atau sebaliknya, apabila prinsip dan bekal anak tidak cukup kuat, maka dia akan mudah terpengaruh dengan hal-hal yang diberikan oleh organisasi atau kelompoknya tanpa menyaringnya terlebih dahulu. Tentu dalam jangka panjang, hal tersebut akan berpengaruh terhadap keputusan anak dalam menjalani masa kehidupan berikutnya.


Oleh sebab itu, ayah, bunda, mari kita benahi diri, perbanyak pengetahuan, agar kita mampu membekali anak kita dengan hal-hal positif supaya sang buah hati kelak dapat menjalani kehidupannya dengan sebaik-baiknya. Tentu kita berkeinginan kelak anak kita mampu menjadi pemimpin yang baik, amanah, dan taat kepada Tuhannya, bukan pemimpin yang korup dan suka menjatuhkan temannya sendiri. Semoga Tuhan mendengar doa-doa kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar