“Soekarno, ijazah hanyalah
sepotong kertas. Hal ini tidak abadi! Ingatlah bahwa hanya karakter manusia
yang selalu kekal. Karakter ini akan tetap dikenal lama setelah manusia itu
meninggal”, pesan Prof. Jan Klopper, Rektor Technische Hogeschool te Bandung
(THB), pada wisuda Ir. Soekarno tanggal 25 Mei 1926.
![]() |
| Salah satu bentuk pendidikan karakter Gambar oleh RianR |
Karakter, sesuatu yang
secara kasat mata tak tampak, tetapi mampu dirasa, diolah dengan akal dan
nurani menjadi nilai yang begitu berarti. Karakter merupakan nilai-nilai
perilaku dari setiap peribadi yang menjadi ciri khas seseorang, yang membedakan
antara satu orang dengan lainnya. Karakter menentukan bagaimana seseorang
menanggapi suatu keadaan. Karakter bagaikan kompas di tengah lautan, tanpa
bekal kompas, nahkoda kapal bisa berdiam di tengah lautan keras yang bisa
sewaktu-waktu menenggelamkannya karena tidak tahu arah. Karakter juga yang akan
menentukan keputusan seseorang.
Pendidikan karakter datang
sejak kita masih kecil di bawah asuhan orang tua terutama ibu kita. Tanpa
disadari apa pun yang dilihat oleh anak, maka akan menjadi percontohan baginya.
