Tampilkan postingan dengan label teladan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teladan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Desember 2017

Membuka Hati Untuk Peduli

Sebaik - baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama manusia (HR Ahmad)



Hari yang panas itu aku mengantar Ibuku pergi ke pasar untuk membeli keperluan rumah. Di samping tempat aku memarkirkan kendaraan, terdapat tumpukan sampah yang belum diangkut oleh petugas. Seorang lelaki tua mendekati tumpukan sampah tersebut lalu diambilnya sebuah mangga yang mungkin sudah dianggap tak laik oleh penjualnya sehingga dibuang. Lalu dimakannya buah mangga itu dengan cepat dan lahap, ia tampak sangat lapar sehingga tak sampai 2 menit mangga ditangan tinggal tersisa bijinya.

Sahabat, dengan sepenggal cerita di atas, sepatutnya kita tersadar bahwa di sekitar kita masih banyak saudara yang kondisinya jauh dari apa yang ada pada diri kita sekarang. Mereka yang jangankan untuk membeli baju, bahkan untuk membeli nasi setiap hari saja mereka tak sanggup. Atap rumahnya mungkin berbahan pelepah kelapa yang tembus terik matahari atau masih membasahi lantai ketika hujan lebat tiba, dindingnya reot dan alasnya terbuat dari tanah.

Saat melihat realita yang ada di sekitar kita, coba renungkan sejenak, tanyakan dalam relung hati yang paling dalam, masihkah ia peduli.

Jumat, 03 Januari 2014

Karakter, Kompas di Tengah Lautan Ganas

“Soekarno, ijazah hanyalah sepotong kertas. Hal ini tidak abadi! Ingatlah bahwa hanya karakter manusia yang selalu kekal. Karakter ini akan tetap dikenal lama setelah manusia itu meninggal”, pesan Prof. Jan Klopper, Rektor Technische Hogeschool te Bandung (THB), pada wisuda Ir. Soekarno tanggal 25 Mei 1926.

Salah satu bentuk pendidikan karakter
Gambar oleh RianR

Karakter, sesuatu yang secara kasat mata tak tampak, tetapi mampu dirasa, diolah dengan akal dan nurani menjadi nilai yang begitu berarti. Karakter merupakan nilai-nilai perilaku dari setiap peribadi yang menjadi ciri khas seseorang, yang membedakan antara satu orang dengan lainnya. Karakter menentukan bagaimana seseorang menanggapi suatu keadaan. Karakter bagaikan kompas di tengah lautan, tanpa bekal kompas, nahkoda kapal bisa berdiam di tengah lautan keras yang bisa sewaktu-waktu menenggelamkannya karena tidak tahu arah. Karakter juga yang akan menentukan keputusan seseorang.

Pendidikan karakter datang sejak kita masih kecil di bawah asuhan orang tua terutama ibu kita. Tanpa disadari apa pun yang dilihat oleh anak, maka akan menjadi percontohan baginya.