Sahabat, tak pernah tercetus dalam benakku untuk mencari musuh bagiku
aku hanya ingin memerankan diriku sebagai bintang penerang langkahmu.
Aku hanya ingin seperti embun, yang tak perlu warna untuk menghiasi pagi
bening, begitu sederhana
Sahabat, pelbagai keputusasaan ini hanyalah hiasan
untuk hidup yang berujung
Aku hanya ingin menjadi malaikat tanpa sayap
yang menemanimu untuk meraup kebahagiaan
yang menemanimu dalam kesunyian
mendengarkan kisah hari-harimu yang mengagumkan.
Bayangan akan kematian yang datang hanyalah ilusi
untuk dunia yang fana ini.
Langkah kecilku memang tak pernah sanggup mengejarmu dalam angan-angan
namun setitik cinta yang kuberi, ada harap yang tiada tara
untuk selalu membuatmu tersenyum.
Tak pernah kudiajari untuk mematikan harapan
namun waktu ini tak cukup banyak untuk kubertahan dalam kekekalan
Karena yang kekal hanya milikNya, dimana semua akan kembali padaNya
Sahabat, jadikanku penerangmu
menemani setiap hembusan napasmu.
Kelak kita kan berjumpa lagi
karena sesungguhnya kita dekat,
maka jangan pernah berputus asa.
Sabtu, 15 Juni 2013
Senin, 13 Mei 2013
Supporter Berharga
![]() |
| Sumber Gambar: okezone.net |
Tentu belum hilang dari ingatan kita cerita tentang kisruh
supporter PSIS Semarang (yang biasa dikenal SNEX dan PANSER) dengan warga
Godong Grobogan pekan lalu dalam laga PSIS versus Persipur Purwodadi. Hal
tersebut dipicu oleh pengrusakan dan penjarahan barang dagangan warga yang
dilakukan oleh pihak supporter PSIS. Hal ini menimbulkan berbagai isu tidak
sedap tentang keselamatan pendatang berplat nomor kendaraan K yang berada di
Kota Semarang, entah bagaimana kebenarannya tetapi saya bersyukur saya tetap
baik-baik saja di perantauan tempat saya menimba ilmu.
Kisruh antar supporter memang tidak terjadi kali ini saja.
Bagi supporter PSIS sendiri bentrok dengan pihak lain bukan kali pertamanya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari berbagai media, sebelumnya para
supporter PSIS pernah bentrok dengan supporter Persip Pekalongan, Persijap
Jepara, Persis Solo, PPSM Sakti Magelang, PSCS Cilacap, serta PSIR Rembang.
Jika ditelaah semuanya merupakan tim-tim sepak bola kebanggaan masyarakat Jawa
Tengah. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana bisa wong Jawa Tengah yang
dikenal lemah lembut dan menjunjung tinggi tata karma justru menjadi tokoh
utama dalam kisruh antar supporter?
Hal ini memang perlu menjadi catatan bagi semua stakeholder dimana semua pihak memegang
peranan masing-masing agar hal yang sama tidak terjadi berulang-ulang. Dalam
menjaga suasana yang harmonis, semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan PSSI
sebagai penyelenggara, harus turut mengambil langkah. Perlu suatu regulasi dan
sanksi yang jelas untuk mendukung terciptanya keamanan dan kenyamanan bersama. Hal
tersebut juga perlu dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemimpin supporter
yang membawahi anggotanya.
Pada dasarnya keberadaan sebuah supporter atau kelompok
pendukung tim yang berlaga di lapangan justru dapat mendatangkan berbagai
keuntungan. Bagaimana tidak, selain bertujuan sebagai pendukung yang turut
mendorong semangat para pemain, keberadaan para supporter juga dapat
menghasilkan pemasukan bagi manajemen tim yang berlaga. Hal tersebut diperoleh dari besarnya tiket masuk
stadion yang harus dibayarkan ketika supporter hendak menonton jalannya
pertandingan secara langsung di lapangan. Namun, karena tidak terorganisir
dengan baik, yang terjadi justru hal-hal buruk yang justru menimbulkan banyak
kerugian.
Selain berdampak terhadap sosial ekonomi, kerusuhan yang
diakibatkan oleh ulah para supporter juga berdampak buruk terhadap psikologis
masyarakat berkaitan dengan rasa aman dan nyaman. Padahal, apabila dapat
dikendalikan, para supporter tersebut justru dapat menjadi sumbangsih besar
bagi kemajuan kreativitas anak bangsa. Berikut saya sajikan analisis SWOT
keberadaan supporter bola di Indonesia secara umum.
Strengths (Kelebihan)
Para supporter merupakan kesatuan massa yang besar,
jumlahnya mencapai puluhan ribu.
Solidaritas yang dimiliki oleh para supporter sangat tinggi.
Hal ini dibuktikan dengan rasa pengorbanan dan kesetiakawanan dalam setiap
kegiatan.
Para supporter mampu memberikan icon bagi tim dari kota yang
didukung.
Weaknesses
(Kekurangan)
Para supporter terlalu fanatis terhadap tim sendiri sehingga
menganggap tim lawan bukanlah saudara sebangsa dan setanah air.
Kebanggaan sering kali dilampiaskan berlebihan bahkan
berujung pengrusakan fasilitas umum. Hal sepele seperti kegiatan corat-coret
tembok di tempat-tempat umum yang justru mengurangi keindahan kota.
Mayoritas para supporter mempunyai latar belakang pendidikan
rendah sehingga rawan terprovokasi hal-hal yang tidak baik.
Opportunities
(Peluang)
Dengan bersatunya para supporter dan didukung dengan
kreativitasnya dalam mendukung tim kebanggaannya (misalnya dengan lagu-lagu dan
koreografi) serta keberanian untuk aktif dalam kegiatan lain seperti kegiatan
amal dan pendidikan justru akan menjadi daya tarik tersendiri dan menjadi
kebanggaan masyarakat kota/kabupaten yang ditempati. Bahkan dapat menjadi icon
yang dapat dibanggakan.
Keberadaan para supporter dengan jumlah massa yang besar
dapat mendukung program-program unggulan pemerintah daerah seperti penjagaan
lingkungan (adipura) serta promosi wisata yang justru dapat meningkatkan PAD.
Para supporter dengan sikapnya yang ramah (menjaga keamanan
dan kenyamanan) akan dapat menarik investor untuk mendirikan usaha di kota/kabupaten
sehingga tercipta lapangan pekerjaan.
Threats (Ancaman)
Jumlah massa yang banyak dan dengan latar belakang
pendidikan yang rendah justru akan menjadi sasaran empuk bagi pelaku politik
nakal. Mereka akan dimanfaatkan untuk hal-hal yang sifatnya propaganda dan
justru merugikan diri sendiri dan orang lain.
Sikap bringas yang ditunjukkan oleh para supporter justru
akan membuat persepsi orang lain terhadap kota/kabupaten yang ditempati tidak
aman dan nyaman. Hal ini berakibat menurunkan kepercayaan investor, wisatawan,
serta pihak-pihak lain yang berkepentingan.
Turunnya kepercayaan pemerintah sehingga berakibat skorsing
bagi tim yang didukung untuk berlaga.
Itulah beberapa hal yang menjadi analisa bagi keberadaan
supporter bola yang ada di Indonesia. Saya menghimbau bagi semua pihak,
khususnya para supporter bola, untuk tetap menjaga harga diri masing-masing di
manapun berada. Jangan sampai karena ulah kita justru banyak orang yang
menerima getahnya. Mari kita lampiaskan kebanggaan kita dengan hal-hal postitif
yang justru akan memberikan manfaat bagi banyak orang. Karena kita orang
Indonesia, bangsa yang berbudaya.
Kamis, 09 Mei 2013
Tanda-tanda Kematian
Hari ini aku berselancar lagi di dunia cyber. Niatnya mau nyari soundtrack yang dipake buat berita-berita duka, hampir 2 jam gbisa nemu yang pas sampe harus aku sisihin niat untuk lanjut ke Bab III TA-ku dan akhirnya nemu juga, justru aku nemu artikel seseorang di blog pribadinya.
TANDA-TANDA SEBELUM DATANGNYA AJAL
Semoga ini bermanfaat, agar kita sadar dan waspada betapa ajal itu sungguh dekat dengan kita sehingga kita dapat memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.
*klik pada gambar untuk membacanya
Sebenarnya aku sendiri juga belum pernah dengar dari ustadku tentang tanda-tanda sebelum kematian tersebut. Namun, pesan yang ingin aku sampaikan adalah kita harus selalu siap dengan kematian, kapanpun kedatangannya hanya Allah Yang Maha Tahu. Untuk itu hidup ini harus senantiasa menggali kebaikan dan keberkahan. Semoga kelak kita semua dapat meninggal dengan khusnul khotimah.
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (Ali Imran: 185)
TANDA-TANDA SEBELUM DATANGNYA AJAL
Semoga ini bermanfaat, agar kita sadar dan waspada betapa ajal itu sungguh dekat dengan kita sehingga kita dapat memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.
*klik pada gambar untuk membacanya
sumber : berkah2013.blogspot.com
Sebenarnya aku sendiri juga belum pernah dengar dari ustadku tentang tanda-tanda sebelum kematian tersebut. Namun, pesan yang ingin aku sampaikan adalah kita harus selalu siap dengan kematian, kapanpun kedatangannya hanya Allah Yang Maha Tahu. Untuk itu hidup ini harus senantiasa menggali kebaikan dan keberkahan. Semoga kelak kita semua dapat meninggal dengan khusnul khotimah.
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (Ali Imran: 185)
Rabu, 08 Mei 2013
Masak Pindang
Bicara soal kuliner, sekarang aku akan membahas soal seafood
alias makanan yang berasal dari laut. Tentu kebayang kan kelezatannya? Jangan
dibayangkan dulu sebelum kau tahu dariku.
Aku suka banget sama seafood, apalagi ikan laut (fish).
Katanya nenek moyangku orang pelaut, makanya aku suka seafood. |Ngaco!
Eh, beneran kali, kakek dan nenek buyutku baik dari mami and
papi aku itu asli orang pesisir. Gimana ngga bikin aku tergila-gila sama
seafood, orang dari sononya punya batere dari seafood.
Sekarang aku akan bahas sebuah menu makanan yang bagi orang
pesisir Jepara kayak aku bisa mabuk kepayang dibuainya. Ini dia, pindang.
Pindang yang aku maksud di sini bukan kayak pindang kerbau yang dibuat di Kudus, ikan pindang yang dijajakan di Semarang, atau pindang
daging yang ada di Palembang. It’s really different.
| Pindang Semarang (sumber: alfiansyahmaulana.blogspot.com) |
![]() |
| Pindang Kudus (sumber: noorikhfan.web.id) |
![]() |
| Pindang Jepara (sumber: kedaikuistanaku.blogspot.com) |
Pindang yang aku maksud bisa disamain kayak ikan kuah kuning yang disajikan oleh orang-orang di NTB dan Papua. Ya, ini dia Pindang Jepara.
Menangkan Kompetisinya
Waktu
berlalu begitu cepat, tanpa kita sadari sekarang kita sudah dalam kondisi dan
keadaan seperti ini. Rasa penyesalan akan kejadian-kejadian yang telah dilewati
menjadi pengisi hari-hari. Suasana ini semakin keruh seakan seperti penyakit
tanpa obat. Perlahan tapi pasti semua berjalan meski kadang tak kita kehendaki.
Itu yang
sedang aku alami saat ini. Berjalannya waktu seakan menghimpit ruang gerakku.
Semua saling berpacu membuatku membeku dalam panasnya hari-hariku. Seperti
kebakaran jenggot tatkala semua telah jauh berlari namun aku hanya berjalan
dengan langkah yang tak pasti, seakan sudah hilang arah dan tujuan hidup ini.
Kawanku,
hari-hariku kini kujalani dengan pilu, aku tertidur tanpa tersadar bahwa waktu terus
berjalan. Dalam tidurku aku juga tak sadar bahwa ada banyak sekali tantangan di
depan yang harus aku hadapi, bahkan di tengah lelapnya tidurku aku melupakan
mimpi-mimpiku. Aku seperti anak kemarin sore yang hanya puas dengan
tidur-tiduran dan terlena karena tidurku memberikan kenyamanan bagiku. Sehingga
waktu pun mencuri start dahulu dan siap kapan saja menerkamku.
Kawanku,
sejatinya perjalanan hidup ini adalah kompetisi yang memerlukan perjuangan dan
upaya keras untuk meraih mimpi-mimpi. Lelapnya tidurku hanya akan membuatku
tersudut dalam penyesalan karena tak dapat kulawan sang waktu. Bahkan orang-orang pun menjadi korban dari kelengahanku ini.
Dia yang
berjalan dan cepat berlalu harus mampu aku antisipasi. Aku tak boleh lengah,
aku harus segera bangkit dan siap berperang untuk menjemput mimpi-mimpiku.
Waktu yang terus berjalan tak akan memutar arah dan kembali kepadaku, tapi aku
yang harus cepat berlari agar tak ketinggalan jejaknya.
Tuhanku,
bimbinglah hambaMu dengan rahmat agar hamba mampu ikhlas berjuang dengan
semangat sehingga tercapai mimpi-mimpi indah. Hamba sadar, waktu yang Engkau
beri sangat terbatas. Jangan biarkan hamba lalai sehingga hanya tersisa
penyesalan sampai ajal menjemputku.
Sabtu, 04 Mei 2013
Sosok Seorang Ayah
Di balik kesuksesan seorang anak adalah pendidikan yang
diberikan oleh orang tuanya, ibu dan ayahnya. Sekarang aku akan sedikit
bercerita tentang seseorang yang inspirasional, mampu memberikan pendidikan, dan
sampai kapan pun akan dikenang. Beliaulah ayahku, bapak kandungku yang
kelembutannya tak sedikit pun mengurangi kegagahannya.
Aku biasa memanggilnya dengan Bapak, namanya Bakri, berasal
dari bahasa arab bakhri yang berarti lautan luas. Beliau terlahir dan
dibesarkan di Jepara pada 10 Januari 1947 dari pasangan Mbah Pawiro Mukhsin dan
Nyai Basinah. Ayahku merupakan anak keempat dari Sembilan bersaudara.
Sebagai seorang ayah beliau sangat inspirasional,
kepribadiannya banyak menjadi contoh bagi putra-putrinya, termasuk diriku.
Untuk kepribadiaanya yang baik itulah beliau menjadi sosok yang dihormati di
lingkungannya.
Terlahir dengan nama Bakri yang berasal dari bahasa arab,
bakhri, yang berarti lautan luas. Ayahku memang memiliki hati seluas lautan.
Kesabarannya dalam menghadapi setiap masalah dan cobaan tiada batas. Kalau
diingat-ingat, sejak kecil sampai sekarang ayahku tidak pernah sekali pun
memukulku untuk kesalahan yang aku perbuat. Beliau memarahi putra-putrinya
dengan nasihat, paling hanya sekali dua kali dengan nada keras kalau dirasa
perlu. Luas hatinya juga beliau tunjukkan dengan sikapnya yang selalu mengalah
dalam banyak urusan. Karena prinsipnya “Sopo sing wani ngalah, luhur ing
wekasan” yang artinya siapa yang berani mengalah akan memetik hasil yang baik.
Dan hal itu sudah beliau buktikan dalam banyak hal.
Sebagai seorang laki-laki, suami dari ibuku, ayahku
tergolong orang yang romantis. Pernah dituturkan oleh ibu, ketika menunaikan
ibadah haji setiap ada jatah makanan yang harus diambil, ibu tidak perlu
capai-capai mengantre makanan itu sebab ayahku selalu sedia mengantre dan
mengambilkan makanan untuk ibu di tengah cuaca Arab yang tak bersahabat. Hal
tersebut tidak dilakukan oleh semua suami yang ada pada waktu itu, tambah
ibuku. Dan sering kudengar sendiri, ayahku memang suka memuji kecantikan ibuku
meskipun dengan nada malu-malu. Sebagai seorang suami, ayahku memang luar
biasa, tidak pernah sekalipun mencela apalagi menolak apa yang ibuku masakkan
untuknya. Beliau selalu menghabiskan makanan yang dimasak oleh ibu.
Kamis, 02 Mei 2013
KKN The Embedded Story
Ada kisah
yang belum sempat kubagi. Perjalanan belajar di sisa-sisa masa kuliah,
kumengenalnya dengan KKN.
Tulisan ini
aku persembahkan untuk teman-teman KKN Tim I Desa Pajomblangan yang sampai
detik aku menulis ini, meskipun sudah lebih dari 3 bulan KKN berakhir tetapi masih belum bisa move-on.
Mungkin bagi
kebanyakan mahasiswa Undip, KKN adalah momok, kalau bisa di-skip bahkan sebisa mungkin dihindari,
hal ini dirasakan juga oleh teman-teman sejurusanku, bahkan beberapa teman yang
satu tim denganku.
Entah
bagaimana hal lain bisa terjadi padaku, di saat yang lain merasa enggan, aku
justru menanti-nanti masa itu. Entah karena jiwa sosialku yang mulai bangkit
lagi, atau ada sesuatu yang ingin kuperoleh. Tapi, bagaimana pun aku tetap
bagian dari teman-temanku. Kuyakinkan mereka dan termasuk diriku sendiri bahwa “What
you think is what you’ll get”. Kalimat tersebut yang dulu menempel di mading kamar
kontrakanku.
Januari 2013,
serangkaian acara pra KKN telah kuikuti. Dari pendaftaran, pembekalan,
rapat-rapat, survey tempat, dan kegiatan lainnya. Oia, sebelumnya, aku
perkenalkan dulu, aku, Muhdam Azhar adalah koordinator Desa Pajomblangan
Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan. Merasa sebuah anugerah bisa
ditugaskan di tempat tersebut bersama tim yang sebenarnya biasa-biasa saja,
tetapi mereka mampu memberikan warna yang membuat hari-hari KKN menjadi luar
biasa. Ya, sebenarnya dibandingkan dengan tim lain, mungkin kami termasuk tim
dengan personal yang biasa saja, tidak banyak keistimewaan yang kami punya, tetapi
kesatuan kami mampu membuat kelompok kami mempunyai posisi yang istimewa di
hati kami masing-masing, bahkan di hati warga desa.
Langganan:
Postingan (Atom)








