Minggu, 12 November 2017

Amalan - Amalan Kecil

Masih terngiang dalam ingatan sewaktu masih duduk di bangku Sekolah Dasar, lewat materi PPKn Bapak / Ibu Guru mengajarkan banyak hal tentang kehidupan. Contoh kecil bagaimana etika ketika kita sedang bersepeda dan hendak lewat di depan orang tua, menyingkirkan batu yang ada di jalan raya, atau hal - hal sederhana lain yang berkaitan dengan hidup sebagai manusia.

Kini banyak dari kita mungkin telah melupakan ajaran tersebut, atau mungkin pernah tahu dan enggan untuk mempraktikan.

Lewat tulisan ini aku hanya ingin mengajak saudara - saudaraku sekalian untuk terus beristiqomah dalam melakukan kebaikan, meskipun hanya amalan - amalan kecil.

يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ

“(Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui” (QS. Luqman: 16).


Amalan - amalan kecil itu sesungguhnya sangat ringan untuk dikerjakan. Apalagi sesungguhnya Allah menyukai amalan - amalan kecil yang dikerjakan terus menerus (secara istiqomah).

Apa saja sih amalan - amalan kecil itu?

1. Tersenyum
Pernah dengan lagunya grup nasyid Raihan? Senyumlah, itulah sedekah yang paling mudah, tiada terasa berhutang budi.

Minggu, 17 September 2017

Indahnya Bukit Teletubbies di Bromo Tengger

Akhir Agustus kemarin aku diberi kesempatan melihat keindahan lukisan Tuhan di daerah Bromo, Jawa Timur. Setelah berkesempatan melihat indahnya matahari terbit, berjarak sekitar 2 km terpampang savana luas yang dikelilingi bukit - bukit yang hijau. Kemarau panjang kali ini justru menambah eloknya Bukit Teletubbies, begitulah penduduk sekitar menamainya.



Tak banyak yang bisa aku ungkapkan, namun ciptaan Tuhan yang satu ini membuatku berdecak kagum serasa tiada lepas mulut ini berucap syukur.

Sekilas tentang Gunung Bromo. Gunung ini merupakan salah satu gunung berapi yang masih aktif di Indonesia. Gunung ini memiliki ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut dan berada dalam empat wilayah kabupaten, yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang.

Untuk sampai di kaki Bromo, dapat ditempuh dengan jalur darat sekitar 112 km dari Kota Surabaya atau sekitar 4 jam perjalanan. Sebenarnya ada beberapa alternatif pintu masuk ke Bromo, tapi aku memilih jalur ke Desa Wonokitri Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan. Dengan biaya Rp 300 ribu / orang, kita sudah bisa menikmati Bromo.

Sunsire di Puncak Bromo
Lautan Pasir di Gunung Bromo

Menyapa Ruang Kembali

Sudah lama sekali rasanya aku tak menulis. Padahal isi kepala terasa penuh sesak oleh kisah - kisah yang hendak kuluapkan. Setiap perjalanan hidupku terasa tak pernah lewat tanpa cerita. Terkadang hati ini rindu menggerakkan jemari tangan untuk berlenggok di atas tombol - tombol jari, menceritakan kisah - kisah yang selalu seru untuk disebarluaskan. Sebenarnya ia sibuk menulis, tapi untuk hal lain, mengisi kepentingan para pewarta dan untuk kepentingan kerja.

Kadang ingin kutulis puisi - puisi sebagai pengganti paragraf cerita, yang singkat tapi penuh makna. Namun rasa dan waktu yang kujadikan alasan, ialah kambing hitam agar aku tak disalahkan.

Ya, sekarang aku telah kembali ke ruang ini. Pelan - pelan akan ku tata kembali hingga ia kembali hidup dan berdiri. Halo, aku sapa kalian lagi :)


Jepara, 17 September 2017



Senin, 05 Desember 2016

Makhluk Berketerbatasan, Semangat Berkelanjutan

Terdapat banyak hal yang harus kita sadari terkait apa – apa saja yang telah diberikan oleh Tuhan kepada kita. Tentang wujud fisik, bahwa tak satu pun makhlukNya diberi kesempurnaan fisik, bahkan seorang pangeran atau putri raja. Begitu juga tentang kemampuan atau skill, tak seorang pun pandai dalam semua hal, meskipun ia seorang nabi.

Dalam suatu acara reality show di televisi, diberitakan seorang anak terlahir hanya dengan satu kaki. Mungkin bagi sebagian orang, kekurangan fisik tersebut akan menghambat kehidupannya kelak. Ia tak akan mampu bekerja dengan maksimal, mentalnya tumbuh tak selayaknya, minder dengan kondisi fisik yang ia punyai. Bahkan sebagian lagi akan berpikir bahwa kelak ia akan menjadi pengemis di jalanan karena keterbatasan yang dipunya. Namun, fakta berkata lain, Anak kecil tanpa kaki sebelah kanan tersebut, sayangnya aku lupa mencatat siapa namanya, kini tumbuh menjadi anak yang luar biasa. Dengan bantuan kaki palsu, ia tampak piawai bermain berbagai jenis olahraga, bukan oalah raga ringan, melainkan olahraga yang cukup menguras energi dan memerlukan keterampilan fisik, seperti futsal, basket, dan lompat jauh. Dengan kaki palsunya, sedikit pun tak tampak rasa minder terlihat dari wajahnya. Kemampuannya berlari dan menggiring bola seolah – olah melupakan kekurangan yang ia punya.

Di belahan dunia lain, juga banyak sekali orang – orang yang terlahir dan bernasib seperti si kecil tanpa kaki kanan itu. Mereka juga memiliki keterbatasan, tetapi mereka juga mempunyai semangat hidup yang membara seperti cahaya yang tak pernah padam.

Michael Phelps, sejak kecil divonis menderita Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), bahkan dengan kelainan tersebut, banyak yang mengecam Phelps kecil tak akan sukses di masa depan. Namun, Phelps dapat membuktikan kepada semua orang bahwa dengan kekurangan yang ia miliki, ia justru mampu menorehkan banyak prestasi yang tak banyak orang menyangka.
Itulah kemahaadilan Tuhan, di satu sisi Ia menciptakan kelebihan dan di sisi lain Ia ciptakan kekurangan. Kelebihan tak lantas menjadi kekuatan (strength) kita, begitu juga kelemahan tak lantas menjadi kelemahan (weakness) kita. Baik kelebihan maupun kekurangan dapat menjadi kekuatan ataupun kelemahan tergantung bagaimana kita mengatur keduanya.

Sabtu, 17 September 2016

Generasi Harapan

Saat tengah duduk santai di kantor, seorang anak kecil yang kebetulan putra dari teman kantor menghampiriku. Si kecil berkata "Oto, oto" sambil melihat handphone yang aku pegang. Diterjemahkan oleh Sang Bunda bahwa ia meminta difoto. Sontak aku kegirangan lalu mengajaknya selfie, dan ia sendiri yang memencet tombol sentuh kamera handphone tanpa aku beri tahu.

Saat ini salah satu hal menarik yang sedang ramai menjadi bahan diskusi adalah perkara gap antar generasi. Ada generasi Baby Boomers, generasi X, generasi Y, dan sekarang sudah ada di sekitar kita, generasi Z.

Negeri ini mungkin sudah lelah mendengar pemberitaan yang tayang di berbagai media tentang ulah sejumlah oknum berbagai generasi yang tak sedikir jumlahnya. Dari yang jago korupsi, yang jago begal, sampai yang mengalami kemerosotan moral. Semua sudah jengah hingga "Ibu Pertiwi Menangis".

Namun, bagiku sendiri, negeri ini tak pernah putus harapan. Akan tiba masanya datang generasi baru yang akan mengubah wajah negeri ini. Merekalah generasi baru, putra - putri yang cerdas, penguasa teknologi, berintegritas, dan berakhlak mulia. Aku yakin hari itu akan datang hingga "Ibu Pertiwi tak Menangis Lagi".

--Tulisan singkat ini aku dedikasikan sebagai bentuk apresiasi dan ucapan selamat datang bagi generasi baru Bangsa yang akan membawa perubahan positif bagi negeri ini.

Minggu, 28 Agustus 2016

Berpesan Melalui Kesenian Rakyat

Era globalisasi merupakan masa dimana batas antar negara semakin tidak terlihat, kemudahan akses informasi melalui teknologi yang tersedia menjadikan setiap orang bebas untuk terjun dalam dunia persaingan. Hal ini membuat siapa yang lebih kuat akan bertahan. Era ini juga memberikan tantangan baru bagi suatu bangsa bagaimana ia tetap bertahan dan berdiri kokoh dengan caranya sendiri melalui adat dan budaya yang telah lama dimiliki. Namun sayangnya, banyak yang tidak siap dengan kedatangan era globalisasi sehingga suatu bangsa dapat terombang – ambing dan dengan mudah “berubah” menjadi bangsa lain.

Bangsa Indonesia selain besar karena kekayaan alamnya juga tersohor karena khasanah budayanya. Adat dan budaya warisan leluhur banyak memberikan nilai positif terutama untuk membentuk karakter sebagai Bangsa Timur. Untuk itulah adat dan budaya ini harus dilestarikan sebagai identitas dan bekal dalam bersaing dengan bangsa lain di era global.

Ciri khas budaya Indonesia tercermin dari berbagai macam kesenian daerah yang telah turun temurun menjadi warisan dari nenek moyang. Kesenian daerah selain sebagai hiburan bagi rakyat, juga sebagai media untuk menyampaikan pesan moral yang mengiring masyarakat untuk melakukan hal – hal positif. Pesan bersifat persuasif dan disampaikan dengan sederhana sehingga mudah diterima oleh masyarakat.

Pesan yang disampaikan terutama terkait dengan problematika yang dekat kaitannya dengan kejadian yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat. Tujuannya untuk membangun sikap dan sifat masyarakat yang mampu secara dinamis menghadapi tantangan - tantangan sebagai dampak dari globalisasi, baik dalam bidang ekonomi, politik, sosial, budaya, serta pertahanan dan keamanan.

Tantangan besar di era globalisasi seperti saat ini adalah melestarikan kesenian rakyat yang merupakan salah satu budaya bangsa. Dalam upaya pelestarian tersebut tidak boleh mengenal gap generasi serta membutuhkan campur tangan dari semua pihak. Tujuannya adalah agar generasi baru dapat lebih mengenal budaya leluhurnya dan siap bersaing dalam era global dengan menyandang identitasnya sebagai Bangsa Indonesia.



Dokumentasi : Peringatan HUT RI ke-71 RW 02 Desa Bandengan Kab. Jepara

Sabtu, 13 Agustus 2016

Teman Cerminan Diri


Setiap hal yang kita alami, yang kita punyai sekarang, semua tidak terjadi secara kebetulan, mereka datang atas pilihan - pilihan kita di masa lalu. Salah satunya dari dengan siapa kita pernah bergaul di masa lalu. Sekarang coba diingat - ingat, dengan siapa kita berteman selama ini?

Islam merupakan agama yang sempurna, mengatur segala hal dengan detail dan dapat dijelaskan manfaatnya, salah satunya adab dalam berteman dan bergaul.

"Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Begitulah kutipan salah satu Hadits dari Bukhari dan Muslim. Disebutkan permisalan dalam bergaul dengan orang lain. Tidak baik memang terlalu pilih - pilih teman, tapi baik sekali pilih - pilih dalam bergaul dengan teman karena manfaatnya kembali ke diri kita sendiri. Teman yang baik akan memberikan dampak yang baik, sebaliknya teman yang tidak baik akan memberikan dampak yang tidak baik pula. Mungkin kita bisa lihat di sekitar kita. Semasa sekolah, siswa - siswa teladan yang berprestasi akan berkumpul dengan teman mereka yang pandai. Yang jago olah raga akan berkumpul dengan penggiat olah raga juga. Dari kesamaan - kesamaan inilah mereka berkumpul, mengobrol, dan saling memberikan pengaruh satu sama lain. Begitupun dengan anak - anak yang suka bolos sekolah, mereka berkumpul dengan pembolos juga, bermain games saat jam sekolah. Mereka tidak masuk kelas dan malah merokok di kantin pojok - pojok sekolah.

Dan sekarang lihatlah, bagaimana teman - teman kita yang sukses di bidangnya masing - masing, dengan siapa mereka berteman dan bergaul. Logikanya seperti ini, jika kita ingin berbisnis tentu akan lebih mudah untuk memulai bisnis kita dan bahkan mengembangkannya apabila kita bergaul dengan teman yang bergelut dalam hobi yang sama. Kita akan mudah memperoleh berbagai informasi yang menunjang bisnis kita. Begitupun kalau kita memutuskan untuk bekerja atau lanjut studi. Kita akan mudah memperoleh informasi dari teman - teman yang bergelut dalam dunia profesional ataupun akademika.

Dalam hal beragama, bergaul dengan teman yang sholih tentu akan menuntun kita ke jalan taqwa. Berbeda cerita kalau kita berteman dengan ahli maksiat. Pejabat pemerintahan yang bersih butuh teman - teman yang sevisi untuk tetap idealis, sedangkan bagi para koruptor akan menjemput koruptor - koruptor lain untuk menjalankan misinya. Maka tak heran jika satu koruptor ditangkap, maka akan muncul nama - nama yang lain.

Sahabat, tidak ada kata terlambat dalam menjalani hidup. Tengok dan renungkan jalan hidup kita selama ini, mungkin ada pengaruh yang salah dalam hidup kita. Bergaullah dengan teman - teman yang baik agar kita juga memperoleh manfaat yang baik. Kalau kita tak bisa merubah sifat buruk teman - teman kita, lebih baik secara perlahan kita jauhi mereka, paling tidak kita selamat dari jalan yang dimurkai Allah SWT. Namun tak ada salahnya kita panjatkan doa untuk teman - teman kita supaya kelak kita dipertemukan di dalam syurgaNya.