Rabu, 07 November 2012

Berbijak Terhadap Perilaku Menyimpang Orang Lain

Sentuhan RahmatMu
Sebagai makhluk Tuhan, manusia diciptakan berbeda-beda, tidak ada rupa yang sama persis antara satu orang dengan lainnya. Sejauh yang kita perhatikan, secara fisik saja, meskipun sekandung, kita dan saudara seayah dan seibu pasti memiliki perbedaan apalagi berbeda ayah atau ibu. Terdapat berbagai suku bangsa yang mendiami bumi kita, di Indonesia saja terdapat ratusan, dari Jawa, Sunda, Betawi, Madura, Batak, Minang sampai Papua, dan masih banyak lagi di belahan dunia sana.

Berbeda orang berbeda pula pemikiran. Hal tersebut benar adanya. Banyak orang berkelahi karena berselisih paham. Tentu kita masih ingat kejadian tawuran beberapa tahun silam yang melibatkan anggota dewan. Itu adalah hasil perbedaan pendapat. Tidak bijak dalam mencerna pendapat orang lain, ujungnya akan berdampak seperti hal tersebut, terjadi perceraian dan peperangan. Oleh sebab itu, bijak dalam dalam menghadapi perkataan dan perilaku orang lain mutlak diperlukan kalau kita menghendaki adanya kedamaian.

Belajar bijak atas perilaku yang dimiliki orang lain dapat kita peroleh dari banyak hal, termasuk dari  komunitas-komunitas yang kita singgahi. Hal tersebut akan menambah wawasan kita tentang berbagai khasanah yang dimiliki orang-orang. Bersenggama dengan berbagai komunitas tidak hanya mengenal komunitas tersebut secara jamak, tetapi dapat juga mengetahui isi komunitas tersebut secara perseorangan. Perbanyaklah berinteraksi dengan orang lain, perbanyak kenalan, lihatlah mereka lebih dekat dan kita akan jauh lebih mengerti. Benar memang lirik yang ada di salah satu sountrack Petualangan Sherina,

lihat segalanya lebih dekat dan kau akan mengerti.

Saya pribadi sangat senang dan kagum terhadap orang-orang yang bertoleransi dan mau mengerti kondisi orang lain. Sampai sekarang pun saya masih belajar hal tersebut. Saya belajar dari setiap perjalanan yang saya hadapi. Setiap pribadi dan komunitas-komunitas yang pernah saya temui.

Ketika kita keluar rumah, kita akan menemukan berbagai orang dengan bentuk dan karakter yang berbeda-beda. Dan pilihannya, apakah kita akan menolak mereka atau menerima dengan ketakpedulian atau dengan kebijaksanaan. Saya sendiri lebih suka menerima dengan kebijaksanaan.

Kita tidak bisa serta merta meminta orang lain berperilaku sama seperti yang kita kehendaki. Terlepas dari kepribadian baik yang dimiliki orang lain. Di dunia ini banyak sekali karakteristik yang dimiliki orang, bahkan yang kita kategorikan sebagai perilaku menyimpang. Terdapat seorang pria yang berperilaku seperti wanita atau sebaliknya, pribadi yang menutup diri dari lingkungan atau susah bersosialisasi dengan orang lain, pribadi yang suka kekerasan (psikopat), bahkan ada juga yang berperilaku menyimpang secara seksual atau yang biasa kita kenal dengan homo, entah dia gay atau lesby.

Secara wajar tentu kita akan menolak keberadaan orang-orang tersebut atau mengolok-olok bahkan berusaha mengusir mereka dari lingkungan kita. Namun, hal tersebut tentu tidak bijak. Keberadaan orang-orang dengan kondisi demikian tentu bukan semata-mata kemauan mereka. Ada campur tangan Tuhan di sini yang memberikan cobaan bagi mereka sebagai bukti kasih sayangNya. Dan sebagai umatNya kita wajib pula menerima kondisi dan keadaan mereka dengan bijak. Memang secara agama (Islam) hal tersebut diharamkan, tetapi sebagai umat muslim alangkah baiknya kita dapat mengamalkan kesempurnaan Islam sebagai rahmatan lil 'alamin, agama yang menjaga perdamaian untuk kedamaian. Sejatinya orang-orang wadam dan liwath juga manusia, makhluk Allah yang diciptakan di muka bumi untuk memberikan rahmat, sama seperti orang-orang "normal". Oleh karena itu, sangat tidak bijak apabila kita menjauhi mereka dan membiarkan mereka jatuh ke lubang buaya. Hal bijak yang dapat kita lakukan bagi mereka justru dengan mendekati mereka, menjadikan mereka teman sehingga nyaman dengan kita dan lingkungannya. Sambil berteman kita ajak mereka untuk tetap berada di jalan Tuhan dan menjadikan AlKitab (AlQuran) dan Assunah sebagai pegangan hidup agar mereka terjauh dari hal-hal yang diharamkan agama.

Kita harus melakukan pendekatan kepada mereka agar kita tahu dan mengerti apa yang melatarbelakangi sikap dan perilakunya selama ini. Semakin tahu maka kita akan semakin bijak dalam menghadapi sikap dan perilaku orang lain.

Tidak ada manusia yang sempurna, kesempurnaan hanya milik Allah semata, dan kesempurnaan bagi manusia akan muncul ketika seseorang bersatu dengan sesamanya.

Senin, 05 November 2012

Semester Tua, Mau Apa?

Doeloe ketika aku masih duduk di bangku semester awal, melihat kakak-kakak senior semester VII yang ada di kampus, di dalam benakku selalu terpikirkan pasti sudah banyak yang mereka tahu, sudah banyak pengalaman, dan banyak pula yang sudah mereka lakukan.

Dan kini aku mengalaminya, posisi yang sama seperti kakak-kakakku itu. Namun, sekarang mereka telah lulus dan kebanyakan bahkan sudah menikmati posisi mereka sebagai pegawai. Dan posisi mereka dulu telah kugantikan, mahasiswa semester VII, yang lebih beken dikenal dengan "mahasiswa semester tua". Hahaha, yah itulah diriku kini merasakan nikmatnya sisa 5 sks di semester mendatang.

Mencoba flashback di hari-hari yang telah berlalu, dari awalnya pertemuan dengan squad zeronine yang tangguh, menikmati hari-hari dengan tumpukan tugas dan tekanan dari para senior. Awalnya memang cukup berat karena tak terpikirkan olehku sebelumnya, bekalku berkecimpung di pramuka dan saka dengan didikan bapak-bapak TNI AL yang super disiplin belum mampu membuatku semangat menghadapi semua itu. Sampai kutemukan semangatku ketika diumumkan diriku sebagai peserta terbaik ke-3 LKMM Pra Dasar Oktober 2009. Reward itu membuatku memiliki semangat baru untuk melaju, aku merasa semua hal yang telah kulakukan dihargai. Betapa senangnya diriku waktu itu. Event tersebut juga mampu menerbangkan mimpi-mimpiku, membuatku berani untuk menghempaskan diri bekerja keras menggapainya. Ya, mimpi-mimpi besar itu harus segera kuraih selama aku mengenyam pendidikan di kampus ini.

Perjalanan kuteruskan sampai tiba saat yang membuat air mataku berlinang tak terbendung. Jepara, kota kelahiranku, tempat ku dibina sedari kecil, kini menjadi kota kenangan bagiku dan squad zeronine. Di tengah hujan yang tak kunjung reda, melewati terjangan ombak dan cuaca yang tak bersahabat kala itu, kita mampu membuktikan betapa kuatnya kami, sehingga kami layak diterima atas dasar cinta untuk keluarga besar Teknik Industri. Jaket dominan biru teknik itulah yang mampu membuatku tersedu-sedu ketika salah seorang senior (yang sampai sekarang aku penasaran siapakah gerangan) yang menyematkan di atas kepalaku dalam pejam mataku.

Setelah pengukuhan itu, resmilah diriku dan teman-temanku diterima sebagai bagian dari keluarga besar yang kini selalu menjadi kebanggaan bagiku, Himpunan Mahasiswa Teknik Industri Universitas Diponegoro. Dan setelah itu, kumulai karirku, berkontribusi dalam organisasi kampus, HMTI dan BEM FT. Sedikit rahasia yang terlanjur kudengar, bukan untuk disombongkan tentunya, keberadaanku ternyata menjadi rebutan para pengkader, sehingga harus kuputuskan untuk berkontribusi di keduanya.

PSDM HMTI Undip yang banyak mengajarkanku tentang kaderisasi, memberikanku cukup pengalaman dan bekal untuk lebih tahu tentang kondisi himpunanku. Dan berjuta terima kasih kepada Ekobis BEM FT, Mas Fatah, Mbak Santi, dll, yang setia memberikan kehangatan dan makna bahwa organisasi dengan kekeluargaan memberikan cindera yang selalu kukenang.

Jumat, 21 September 2012

Nasib Peraturan

Entah harus seperti apa lagi peraturan sebaiknya dibuat. Apalagi untuk negara berkembang seperti Indonesia yang notabene masyarakat dengan tingkat disiplin yang rendah. Apakah semua peraturan harus berujung seperti gambar di bawah ini?

Tempat Sampah yang Dipisah Fungsi

Orang-orang cenderung mengabaikan tulisan yang tertera pada tempat sampah tersebut. Padahal hal tersebut tentu dilakukan atas dasar kebaikan, menginginkan terjadinya suatu kemudahan. Pemisahan sampah ditujukan untuk mempermudah pengolahan kembali sampah yang ada, yang organik menjadi kompos sedangkan yang non-organik menjadi barang lain yang bermanfaat.
Pendahulu kita membuat peraturan bertujuan untuk meminimalisasi hal-hal tidak baik yang sudah dan akan terjadi. Semuanya demi terciptanya suatu keteraturan. Bukankah hidup yang teratur itu jauh lebih baik darpada yang tidak?

Namun, sekali lagi, peraturan hanya akan menjadi sebuah seruan tanpa adanya tindakan, terlebih jikalau orang-orang yang harusnya dapat memberikan contoh untuk taat pada peraturan justru melanggarnya. Penegak hukum seperti polisi atau bahkan kaum intelektual seperti mahasiswa yang dianggap mampu membawa perubahan positif pada negeri ini. Entah karena faktor kebanggaan atas kecerdasan yang dimiliki atau lainnya sehingga mereka dengan mudah melanggar peraturan padahal seharusnya mereka mengerti fungsi dan tujuan peraturan dibuat. Lantas bagaimana korupsi dapat hilang dari negeri ini sedangkan generasi penerusnya saja tidak dapat memberikan kontribusi yang positif untuk perubahan?

Minggu, 16 September 2012

Si Mungil yang Penuh Manfaat


Buah Kersen
Siapa yang tidak mengenal buah kersen, buahnya yang kecil mungil berwarna merah segar ternyata sekarang lagi tenar berkat khasiatnya. Di beberapa daerah di Indonesia, kersen dikenal dengan talok, kresem, atau ceri. Tanaman dengan nama latin Muntingia calabura ini dahulu kurang diminati karena sifatnya yang bisa dikatakan tanaman "liar" dan hanya dimanfaatkan oleh burung-burung liar sebagai makanan. Namun, sekarang buah ini menjadi perhatian dan diminati banyak kalangan karena selain rasanya yang manis dan segar, ternyata di balik kemungilannya kersen mempunyai banyak manfaat.

Pohon kersen merupakan jenis tanaman yang mudah tumbuh di mana saja, terutama di kawasan kering, seperti di daerah pesisir. Pohon kersen mudah tumbuh berkat bantuan burung yang menyebarkan biji-bijinya. Tinggi pohon ini rata-rata mencapai 3 sampai 5 meter. Keunikan lain dari kersen adalah pohon dapat berbuah sepanjang tahun tanpa mengenal musim, dan pembuahannya pun tergolong cepat.

Kersen Segar


Berdasarkan penelitian, kersen mempunyai kandungan vitamin C lebih banyak daripada mangga. Kandungan vitamin C kersen mencapai 126 mg, sedangkan pada mangga hanya 50 mg (Kompas). Kandungan karbohidrat dan kalsiumnya juga cukup tinggi. Dewasa ini buah kersen banyak dimanfaatkan untuk banyak hal, seperti sirup, selai, bahkan untuk tambahan bahan kue dan roti. Yang lebih menarik, ternyata harga jual buah kersen pun cukup tinggi di pasaran, bahkan di supermarket tertentu harganya mencapai Rp 90.000/ kg. Menarik, bukan?

Rabu, 22 Agustus 2012

My Malaysia Part I

Bulan Juli kemarin aku berkesempatan mengunjungi Malaysia. Ini merupakan pertama kalinya aku pergi ke luar negeri. Sebenarnya aku pergi ke sana untuk mengikuti sebuah training yang diselenggarakan oleh komunitas mahasiswa teknik (perkumpulan kejuruteraan) Universitas Malaya. Namun, karena kebetulan teman-temanku juga suka travelling atau lebih tepatnya piknik dan kebetulan waktunya juga bertepatan dengan libur usai UAS, sehingga kita memutuskan datang lebih awal agar bisa menikmati indahnya Malaysia, Kuala Lumpur lebih tepatnya.

Kita berangkat ke Malaysia dengan pesawat Air Asia dari Bandara Ahmad Yani Semarang. Karena menggunakan jasa maskapai tersebut, kita akan mendarat di Low Cost Carier Airport (LCC). Pesawat takeoff jam 5 sore dan sesuai perkiraan, kita akan sampai pada pukul 7.50 malam, waktu Malaysia. Beruntung nggak ada delay pesawat sehingga kita tiba sesuai rencana. Sesampainya di LCC, sudah ada panitia dan PPI (Perkumpulan Pelajar Indonesia) yang sudah menjemput kita. LCC ini memang terlihat sesuai dengan namanya, "sederhana", tapi paling tidak menurutku lebih bagus "sedikit" dari Bandara Ahmad Yani.

Suasana Ahmad Yani

Suasana LCC

Dari LCC untuk menuju Kuala Lumpur kita perlu naik bis dengan waktu tempuh sekitar satu jam. Melewati jalan tol yang kanan-kirinya dipenuhi kebun kelapa sawit, kata seorang temanku suasananya mirip jalur lintas sumatera, yang membedakan tentu kondisi jalannya. Kesan pertama untuk negara Malaysia sangatlah rapi dan bersih dari kendaraan pribadi. Jalan tol di sana sangat layak disebut jalan tol, sesuai fungsinya sebagai jalan bebas hambatan. Sangat berbeda dengan Jakarta, meskipun namanya jalan tol, tapi tetap saja kena macet. Satu hal yang unik bagiku, di Malaysia, kendaraan roda dua alias sepeda motor diperbolehkan lewat jalan tol.

Jumat, 27 Juli 2012

Mutiara di Ujung Utara Jawa

Jawa, merupakan pusatnya Indonesia, berbagai kota besar bahkan ibukota negara terletak di Jawa. Jumlah penduduknya pun merupakan yang terpadat dibandingkan dengan pulau-pulau lain di Indonesia. Di Jawa terdapat pusat perekonomian dan bisnis, jutaan lahan industri berdiri gagah di Jawa.
Benteng VOC

Gong Perdamaian Dunia

Hari Jadi Jepara

Perang Obor Tegal Sambi










Perkembangan dalam dunia industri membuat Jawa mampu menarik jutaan orang datang untuk bekerja dan berinvestasi, dari industri kecil sampai multinasional. Hal itu membuat Jawa menjadi penuh sesak. Aktivitas di Jawa bisa dikatakan sampai 24 jam non-stop. Betapa sibuk dan ramainya Jawa perlahan-lahan meniadakan lahan hijau dan segar. Berbagai kendaraan mengeluarkan asap dan suara gemuruh setiap harinya, belum lagi limbah industri yang merajalela, membuat Jawa menjadi kotor dan kehilangan keeksotisannya.

Ketika mendengar pariwisata Indonesia, yang terbisik di telinga domestik dan manca negara adalah Pulau Dewata, Lombok, dan baru-baru yang melegenda adalah Raja Ampat Papua. Dengan ini, Jawa seperti pupus dari harapan, tetapi Jawa masih mempunyai Yogyakarta dan Bandung, dengan suguhan-suguhan dari keduanya masih mampu memikat wisatawan untuk melancong ke sana. They are in Jawa.

Namun, tahukah Anda jika di Jawa masih mempunyai setitik berlian sebagai tempat berwisata? Setitik harapan untuk perkembangan eksotisme Jawa, tempat kesenian budaya dan alam bersatu memberikan ukiran indah di bumi Jawa. Ialah Jepara, kota kelahiran salah satu pahlawan nasional Indonesia, RA Kartini.


Minggu, 22 Juli 2012

Kesempurnaan Islam: Menata Pola Makan


Masyarakat urban, sebagai masyarakat perkotaan yang super sibuk, setiap hari hidupnya terjadwal, diatur oleh waktu. Pagi bangun, bahkan sampai melupakan Tuhan, mandi, sarapan, berangkat ke kantor atau belajar, pulang, mandi, lalu istirahat. Begitu seterusnya setiap hari, kecuali ia memperoleh hari libur untuk mengatur jadwalnya sendiri. Belum lagi ketika dihadapkan dengan macet di jalan, teriknya matahari membuat emosi memanas, semua seperti tanpa arah. Lalu mereka melupakan kodrat-kodratnya sebagai ummat. Kalau sudah seperti ini, semua menjadi kacau, berantakan, termasuk untuk hal sepele seperti mengatur makanan pun susah.

Namun, hal tersebut tentu akan berbeda cerita bagi mereka kaum muslimin yang imanan wah tisaban. Sesibuk apapun duniawi, sholat dan dzikir menjadi tuntunan untuk selalu dekat dengan Penciptanya. Hal-hal seperti mengatur pola makan, menjadi mudah dan murah. Tentu kita semua tahu, pengaturan pola makan yang buruk dapat menyebabkan berbagai penyakit menimbun di usus dan akhirnya membuat kita terkapar sakit. Hal yang paling dekat ialah obesitas atau kegemukan. Obesitas membuat pengidapnya dekat dengan penyakit jantung dan stroke. Nah lhoo..

Rasulullah SAW mengajarkan berbagai hal tentang tata karma kehidupan, termasuk mengatur pola makan sebagai usaha menjaga kesehatan. Sempurna bukan? Mari kita simak..