Sabtu, 23 Maret 2013

Mempersiapkan Tugas Akhir

by googling
Semester akhir merupakan masa-masa yang unik. Sebagian menanti-nanti karena berarti telah usai segala beban praktikum atau ingin segera lulus, sebagian bersedih karena banyak hal. Akan segera berpisah dengan teman tercinta, menandakan sudah tua, atau tidak siap dengan jenjang berikutnya, ya Tugas Akhir.

Tugas akhir mempunyai dua sisi yang berlainan, sebagian menganggap sebagai sebuah beban berat dan momok yang menghantui sehingga stres melanda, sebagian lainnya menganggap hal yang biasa atau bahkan saatnya meng-upgrade kompetensi diri. Apapun itu, hal yang pasti adalah bahwa tugas akhir merupakan tahap terakhir bagi calon sarjana untuk membuktikan kualitas dan kreativitas diri dengan meng-explore segala kemampuannya, baik akademis, mental, tanggung jawab, serta sikap empati seorang mahasiswa. Bagaimana tidak, tak bisa dipungkiri masa-masa mengerjakan tugas akhir memang cukup menyita waktu karena otak terasa diperas untuk memikirkan banyak hal, dimulai dari tema, judul, dosen pembimbing, proposal, seminar, dan segala tetek bengeknya, termasuk pula kapan tugas akhir tersebut selesai karena sudah tidak tahan dengan rasa malu kepada teman dan keluarga apabila ditanya, "Semester akhir? lulusnya kapan?", "Sudah lulus mas?", "Sudah mau kerja ya?", "Kapan nikah?" #oops
Oleh karena itu pada masa-masa akhir seperti ini kerja sama dan saling memotivasi sangat diperlukan.

Kamis, 07 Maret 2013

Menjaga Hubungan Kekeluargaan dengan Sambatan



Foto Blur ini diambil ketika ada sambatan di rumah
Awal maret kemarin, saya disuruh pulang ke kampung oleh ibu. Keluarga di rumah akan mengadakan pengajian untuk mengenang meninggalnya nenek dari ibu. Di Jawa memang mengenal banyak sekali tradisi untuk memperingati hari-hari penting seperti memperingati hari meninggalnya seseorang, pernikahan, dan sebagainya. Namun, bukan hal itu yang akan saya bahas di tulisan kali ini, melainkan adanya tradisi yang sangat bagus dimana masyarakat berkumpul untuk membantu orang yang mempunyai hajat, tradisi tersebut bernama “Sambatan”.

Zaman semakin modern, populasi penduduk yang semakin meningkat dan berbagai aktivitas ekonomi membuat orang semakin sibuk dengan kegiatan masing-masing untuk mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan pribadinya sehingga dikenal istilah individualistis dan turunnya kepedulian sosial, tetapi hal tersebut tidak berlaku bagi mereka yang tinggal di pedesaan. Salah satu hal yang unik dan memberikan pesan sosial yang baik adalah tradisi sambatan.

Kamis, 28 Februari 2013

Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Ala Simbah



Sudah lama sebenernya aku pengen nulis topik ini. Karena terlalu lama nunggu sumber infornya. Tapi syukur, akhirnya bisa juga terbit di blog tercinta.

Dulu waktu aku masih kecil, sering sekali melihat simbahku (eyang putri) menggosok-gosokkan bulatan berwarna coklat yang kemudian membuat gigi dan mulut beliau jadi menguning. Yang ada di pikiranku kala itu hal tersebut terkesan jorok dan memalukan karena membuat gigi jadi kuning. Gigi kan harusnya putih bersih, ini kenapa kuning bahkan sampai kemerahan gitu?

Baru aku tahu, kegiatan tersebut ternyata hal yang dinamakan “nginang”. Entah dari mana dan bagaimana kegiatan tersebut berasal. Tapi di balik kesan joroknya kegiatan tersebut, ternyata nginang memiliki banyak manfaat.

Bahan buat nginang sendiri terdiri atas daun sirih (suruh- Jawa), gambir, enjit atau apu, serta daun tembakau. Daun sirih dan tembakau mungkin tidak perlu lagi aku deskripsikan karena kita sudah banyak tahu bagaimana wujudnya. Namun, untuk gambir dan enjit/apu, bagaimana sih bentuknya? Gambir yang digunakan untuk nginang berasal dari getah pohon gambir yang banyak tumbuh di daerah Kalimantan. Gambir berbentuk seperti kemenyan, dengan tekstur yang hampir sama tetapi lebih lunak. Gambir berwarna coklat dan berasa pahit. Sedangkan enjit atau apu memiliki tekstur seperti pasta, berwarna putih, dan memiliki rasa pedas seperti mint. Dulu aku pikir, enjit atau apu ini adalah remason (merk salah satu balsam yang terkenal di zamannya) karena sering ditaruh di kemasan yang sama dengan aroma yang sama pula. Itulah bahan-bahan yang digunakan untuk nginang.

Minggu, 27 Januari 2013

Melestarikan Budaya Gotong Royong Melalui Tradisi Sunatan Masal




Karnaval Desa Pajomblangan
Kab. Pekalongan – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1433 H di Desa Pajomblangan Kecamatan Kedungwuni diwarnai berbagai kegiatan yang meriah. Puncak peringatan diawali dengan karnaval dan arak-arakan peserta sunatan masal. Peserta yang rata-rata berusia lima sampai delapan tahun diarak menggunakan becak hias yang dilombakan. Lomba becak hias sendiri diikuti oleh sebelas peserta. Selain becak hias, karnaval juga dimeriahkan oleh barisan marching band dari SMP NU dan RA Walisongo Pajomblangan, barisan siswa-siswi SD dan MI Pajomblangan, serta badut-badut kreasi para pemuda.
           




Acara karnaval dimulai dari jam 1 siang, berkumpul di masjid besar Pajomblangan berjalan mengitari desa. Masyarakat sekitar menyambut dengan antusias. Sepanjang jalan ramai dipenuhi warga. Acara yang dirayakan dari tahun 1955 ini memang selalu dinanti-nanti setiap tahunnya.

Berdasarkan informasi dari panitia, sejumlah dana yang diperoleh merupakan swadaya dari masyarakat. Setiap warga menyumbang sesuai dengan kemampuan masing-masing. Selain berupa materi, warga juga bergotong-royong memberikan bantuan tenaga dalam persiapan acara, seperti dalam pendirian tenda, panggung, dan penataan tempat menginap untuk peserta sunatan. Peserta sunatan dan keluarganya menginap selama satu malam di Madrasah Ibtidaiyah (MI) setempat. Prosesi sunatan pun dilakukan di tempat yang sama.

Rabu, 19 Desember 2012

Latoh: Sajian Alam Pesisir

Berbagai jenis tanaman laut atau rumput laut kini mengalami banyak perkembangan baik dari segi budidaya jenis maupun pengolahan, seperti yang sering kita temui di dalam es rumput laut, dodol, sampai kulit tablet. Sekarang saya akan mengulas salah satu jenis rumput laut yang sudah jarang ditemukan di pasaran, ialah Latoh atau Caulerpa.

Urap Latoh, Salah Satu Kuliner Pesisir Jawa
Latoh merupakan salah satu jenis rumput laut yang berasal dari kelompok Chlorophyceae (alga hijau). Ciri-ciri tanaman ini ialah mempunyai batang yang kenyal disertai butiran-butiran daun di sekeliling batangnya. Latoh mempunyai rasa asin alami. Di dalam tubuhnya terdapat cairan sejenis lendir, dan dari sinilah rasa asin alami pada latoh berasal. Semua bagian tubuh latoh berwarna hijau, artinya kandungan klorofil pada tanaman ini sangat tinggi. Latoh hidup dan tumbuh di subtrat pasir. Tanaman ini bereproduksi dengan perkawinan gamet, spora, dan fragmentasi thallus atau vegetatif.

Seperti jenis rumput laut pada umumnya, kandungan serat pada latoh sangat tinggi, sehingga cocok dimanfaatkan sebagai kuliner. Latoh menambah keberagaman kuliner nusantara. Penyajian latoh di beberapa daerah pesisir jawa, seperti Jepara dan sekitarnya, cukup sederhana. Latoh segar yang baru didatangkan dari laut kemudian dibersihkan dari akar dan kotoran-kotoran yang menempelinya. Setelah dibersihkan, latoh kemudian dicuci sampai bersih. Latoh yang sudah bersih ditambahkan bumbu berupa parutan kelapa muda dan bawang merah. Tidak perlu ditambahkan garam atau penyedap rasa, karena latoh sudah mempunyai rasa asin. Dan latoh siap dihidangkan.

Latoh memang sengaja disajikan tanpa dimasak rebus atau goreng, tidak seperti jenis rumput laut lainnya. Karena sifatnya yang basah dan mudah layu, maka sebaiknya latoh disajikan segar dan segera disantap setelah dibersihkan dan dibumbui. Penyajian latoh biasanya ditemani dengan nasi hangat atau singkong rebus. Latoh dapat pula dimanfaatkan sebagai lalapan untuk menemani makan ikan bakar atau pepes ikan.

Manfaat lain yang dapat diambil dari latoh ialah tanaman ini mempunyai zat anti bakteri dan bersifat anti karsinogenik. Dengan mengkonsumsi latoh berarti dapat pula mencegah kanker dan racun-racun (toksin) yang mengotori tubuh kita. Jadi, apa yang perlu diragukan lagi untuk mengkonsumsi tanaman ini?

Rabu, 21 November 2012

Surat Untuk Papuaku



Begitu tersentak hatiku saat mendengar suatu tema acara Nation Building Beswan Djarum tahun ini, “Mutiara Timur Indonesia”. Segala suguhannya membuatku bergetar, jiwa nasionalisme keluar.

Sambil merasakan segala nikmat yang Tuhan berikan, kurenungi nasib-nasib manusia. Di luar, saudara-saudaraku Bangsa Palestin disiksa habis-habisan oleh kaum laknatullah Israel, mereka berperang melawan bangsa lain. Tapi engkau, saudara sepersusuan tanah pertiwi, kau masih dijajah, engkau masih disiksa oleh ketamakan duniawi. Oleh sebangsa sendiri, tak cukup bangsa-bangsa lain yang tak tahu diri.

Kunikmati ketenangan, sajian segar dari alam, fasilitas modernisasi, setiap sudut kota memberiku cerita. Namun, engkau, tanahmu yang kaya justru tak mampu membuat engkau merasakan yang kurasa.

Bukan salah kalau kau berada di pedalaman, kau bilang menikmati alam bersama hutan dan barisan hewan. Pakaianmu hanya anyaman, mungkin pula rotan. Kau dibiarkan dengan dalih melestarikan kebudayaan.

Bukan salah kalau mereka bilang kau tak sepadan, kau tak pintar, kau buangan. Tapi engkau dipertahankan. Kau tetap memberikan senyuman dengan keikhlasan, menyambut kedatangan para wisatawan.

Hitam legam warna kulitmu, keritingnya rambutmu, aroma keringatmu, mereka bilang itu keunikan.

Sabtu, 10 November 2012

Mendekatkan yang Jauh, Menjauhkan yang Dekat



Modernisasi dan Globalisasi merupakan dua kesatuan yang masih menjadi isu hangat saat ini. Modernisasi merupakan bentuk perubahan secara inkremental terhadap ruang kehidupan yang disebabkan adanya revolusi industri. Sedangkan globalisasi diartikan sebagai suatu kondisi penyatuan segala sudut ruang kehidupan antar bangsa. Keduanya saling berkaitan dimana modernisasi mendukung terjadinya globalisasi. Modernisasi dipicu oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan memunculkan berbagai macam peralatan canggih untuk memudahkan segala bentuk aktivitas manusia.

Dengan keduanya, jarak ruang dan waktu tidak menjadi suatu kendala yang berarti bagi manusia untuk saling berhubungan. Sepasang kekasih yang terpisah antar negara tetap dapat berkomunikasi secara langsung. Kalau dulu mereka berkomunikasi dengan surat-menyurat sehingga harus menunggu lama untuk saling berbalas pesan, kini komunikasi dapat dijalankan lebih cepat dan mudah, via telepon atau internet dengan video call-nya.

Ya, teknologi menjadi kunci semua bentuk kemudahan itu. Teknologi memunculkan berbagai bentuk gadget sebagai piranti bagi manusia untuk berhubungan dengan sesama dan mengakses segala bentuk informasi. Sebagaimana kita tahu sekarang muncul berbagai macam gadget dengan fitur-fitur pendukungnya, bahkan layanan telepon dan sms sudah menjadi hal yang basi sejak bermunculan fitur-fitur yang lebih canggih, seperti Blackberry dengan blackberry massanger, OS android dengan segala macam fiturnya, games-games baru dan seru semakin banyak, dan masih banyak lagi. Bahkan sekarang semua provider saling berlomba berebut pangsa pasar dengan memunculkan keunggulan layanan masing-masing. Semakin mudah, semakin cepat, dan semakin banyak pilihan.

Bukti kemajuan teknologi yang dianggap paling mutakhir ialah munculnya internet dan segala bentuk pengembangannya. Dengan internet, komunikasi dan akses informasi menjadi semakin mudah dan murah, sehingga semakin banyak orang yang berminat untuk menggunakan layanan ini. Program di internet yang berhasil menarik perhatian semua umat ialah munculnya jejaring sosial, sebagai contoh ialah facebook dan twitter. Pengguna facebook dan twitter semakin hari semakin bertambah, dari segala jenis usia dan profesi. Bahkan Indonesia sendiri menduduki peringkat teratas di dunia sebagai pengguna terbanyak kedua jenis jejaring sosial tersebut.

Facebook terbukti ampuh menjadi sarana komunikasi yang dapat menemukan semua kalangan, bahkan dapat pula menemukan kerabat-kerabat yang jauh dan sudah lama tidak bertemu. Facebook mampu menyatukan jarak pertemanan antarnegara, menjadi sarana pertemuan perhimpunan bangsa-bangsa. Untuk para pelajar dan mahasiswa yang tergabung dalam international students, facebook menjadi media yang sesuai untuk menyatukan mereka, begitu juga bagi para pekerja dan wirausaha. Berjualan via online dengan facebook atau memberikan link website-nya dengan facebook atau jejaring sosial yang lain kini sudah menjadi trend.

Namun, di balik segala bentuk kemudahan yang ditawarkan oleh kemajuan teknologi ternyata menyimpan dampak lain. Munculnya gadget dengan berbagai fitur seperti games dan hubungan melalui jejaring sosial justru menimbulkan efek negatif. Jejaring sosial dipandang justru mempunyai dampak terhadap kehidupan sosial seseorang. Mari kita simak pemaparan berikut.