Senin, 05 Agustus 2013

Jalan dari Tuhan

Waktu menunjukkan pukul 04.30. Setelah bangun, aku bergegas ambil air wudlu dan bersiap pergi ke masjid. Ku kayuh sepeda tuaku menuju masjid yang berjarak sekitar setengah kilo dari rumah. Selama dalam perjalanan, kutemui beberapa orang yang sudah mulai beraktivitas. Kutemui seorang petani, kusapa lalu dibalasnya dengan senyum, kusapa seorang nelayan lalu dibalasnya dengan sapaan pula.

Sesampainya di masjid, kupakirkan sepedaku. Terlihat di seberang, sebuah gereja. Kebetulan di desaku masjid dan gereja saling berhadapan, hanya terpisah oleh jalan kecil beraspal. Kulihat, seorang lelaki sedang menutup pintu gereja. Sepertinya ia akan pergi. Tak lama, kupalingkan perhatianku untuk segera masuk ke dalam masjid.

Di dalam masjid kulihat masih sepi, hanya seorang lelaki tua dengan tasbihnya, kurasa ia sedang berzikir dengan khusyuk. Aku melangkah menuju mimbar. Karena sudah waktunya azan, aku pun berinisiatif mengambil mikropon untuk mengumandangkan azan, berseru kepada umat untuk bangkit kepada Penciptanya. Namun, belum sempat aku mengambilnya, seorang lelaki paruh baya menyelaku, dengan senyum berisyarat ia yang akan mengumandangkan azan. Maka dengan ikhlas hati kupersilakan ia, mungkin itu menjadi tugasnya pagi ini.

Rabu, 24 Juli 2013

Allah is (still) with Me


Hari ini adalah ramadhan ke-15 yg aku jalani di tahun ini, dan alhamdulillah berbarengan dengan peringatan hari lahirku yang ke-22. Meski sedih karena umur dan kesempatanku telah banyak berkurang, tetapi syukur kehadirat Allah SWT yang selalu mencurahkan rahmatNya kapan dan dimana pun aku berada.

Selasa, 23 Juli kemarin, aku dan Mbak Diyan beserta si kecil Radhit berangkat ke Jepara dengan mobil travel. Aku ngga nyangka kalau permintaanku ke ibu bakal dipenuhi hari itu. Sesampainya di rumah, ternyata semua makanan dan ubo rampe telah siap saji. Menjelang maghrib, tamu undangan yang tidak lain adalah kerabat sendiri mulai berdatangan, termasuk Kiai Uzair bersama keluarga. Kelima kakakku beserta suami dan anak-anaknya juga turut hadir. Terkumpul kira-kira 40 orang di ruang tengah, dimulai dengan salam, doa, tausiah, kemudian ditutup dengan berbuka bersama.

Rasa senang waktu itu tidak terbendung. Subhanallah, wal-hamdulillah, wa Laa ila ha illallah, wallahu akbar.

Renunganku berlanjut dengan 22 tahun yang sudah Allah amanahkan untukku. Aku yang senang dengan kalimat "Sekali Hidup Berarti, Setelah itu Mati" kini tersentak. Sejauh ini apa yang sudah aku lakukan, apa yang sudah aku persembahkan bagi Tuhanku, keluarga dan saudaraku, lingkungan, serta untuk diriku sendiri? Semoga waktu yang tersisa ini cukup untukku memperbaiki diri dan mampu menyuguhkan hal-hal terbaik yang bisa aku lakukan, sehingga berarti 'tak hanya sekedar mimpi.

Hopes and dreams will remain there to accompany and provide a sense for life and living. Accountability for the afterlife that awaits.

Selasa, 23 Juli 2013

Mengenang GeKAES

Habis lihat video teasernya GeKAES XVII Smansara di Youtube jadi keinget kenangan zaman dulu. Ngga terasa sudah 6 tahun berlalu, tetapi masih meninggalkan kenangan indah yang membekas sampai sekarang.

GeKAES XII 45th Smansara's Anniversary

Sedikit info tentang GeKAES atau Gebyar Kreasi Apresiasi dan Ekspresi Seni, adalah serangkaian acara yang dilaksanakan oleh OSIS SMAN 1 Jepara dalam rangka merayakan hari jadi sekolah. Pada mulanya GeKAES dilaksanakan oleh pengurus OSIS 96/97 yang kala itu selain sebagai ajang pertunjukan dan seni, juga mengusung misi untuk mengkritik sistem sekolah yang dipandang kurang baik. Alhasil GeKAES yang pertama itu dapat memberhenti-tugaskan salah seorang guru yang dianggap diktator. Semenjak itu GeKAES secara resmi dijadikan sebagai ajang bagi para siswa dan guru untuk memperingati hari jadi sekaligus sebagai sarana refreshing dan penyaluran bakat, terutama di bidang seni.

Senin, 22 Juli 2013

Damba CintaMu

Inilah lirik sebuah lagu yang dilantunkan oleh grup vokal asal negeri Jiran, Raihan. Dalami maknanya sebagai renungan buat kita, sekaligus sebagai introspeksi diri. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang beruntung dengan selalu terbukanya pintu hidayahNya. Allah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Tuhanku ampunkanlah segala dosaku
Tuhanku maafkanlah kejahilan hambaMu
Ku sering melanggar laranganMu
Dalam sedar ataupun tidak
Ku sering meninggalkan suruhanMu
Walau sedar aku milikMu
Bilakah diri ini 'kan kembali
Kepada fitrah sebenar
Pagi kuingat petang kualpa
Begitulah silih berganti
Oh Tuhanku,
Kau pimpinlah diri ini
Yang mendamba CintaMu
Aku lemah aku jahil
Tanpa pimpinan dariMu
Ku sering berjanji di depanMu
Sering jua ku memungkiri
Ku pernah menangis keranaMu
Kemudian ketawa semula
Kau pengasih
Kau penyayang
Kau pengampun
Kepada hamba-hambaMu
Selangkah ku kepadaMu
Seribu langkah Kau padaku
Tuhan,
Diri ini tidak layak ke surgaMu
Tapi tidak pula aku sanggup ke nerakaMu
Kutakut kepadaMu
Ku mengharap jua padaMu
Mogaku 'kan selamat dunia akhirat
Seperti rasul dan sahabat
Seperti rasul dan sahabat

Jumat, 19 Juli 2013

Bersabar dalam Cobaan


Setiap manusia menjalani hidupnya masing-masing bukan tanpa masalah. Dalam kehidupannya Allah menurunkan coba sebagai rahmat dan menunjukkan kecintaan Allah kepada umatNya.

إِنَّ عِظَمَ الجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ البَلَاءِ وَإِنَّ اللهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا اِبْتَلَاهُمْ فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ

"Sesungguhnya besarnya pahala sebanding dengan besarnya ujian. Dan sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum pasti Dia menguji mereka. Maka siapa yang ridha (terhadapnya) maka baginya keridhaan Allah, dan siapa yang marah (terhadapnya) maka baginya kemurkaan Allah." (HR. Al-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Allah SWT berfirman

"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan (saja) mengatakan 'Kami telah beriman,' lantas tidak diuji lagi? Sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan mengetahui orang-orang yang dusta." (QS. al-Ankabut: 2-3)

Berdasarkan ayat tersebut jelas bahwa selain sebagai tanda cinta Allah kepada hambaNya, Allah memberikan cobaan juga sebagai sebuah ujian dan tanda bukti bahwa makhluk tersebut benar-benar beriman atau akan ingkar dengan berpaling dari Tuhannya. Selain ujian demi ujian diberikan kepada orang yang beriman, maka teguran demi teguran juga diberikan kepadanya. Teguran itu kadang halus, tapi sering-sering kasar. Bagi yang kepekaan imannya tinggi, teguran halus saja sudah cukup untuk menyadarkannya. Akan tetapi bagi mereka yang telah hilang kepekaannya, teguran yang keras sekalipun tak bisa menyadarkannya.
Namun, kita lantas tak boleh gentar sebab di balik semua ujian dan cobaan yang diberikan Allah, terkandung khasanah yang dapat kita petik, di antaranya dengan ujian Allah akan menaikkan derajat kita dan sekaligus sebagai penggugur dosa.

Rabu, 17 Juli 2013

Olahan Laut: Cumi Asam Manis

CUISINE. Puasa pertama kemarin aku dapat kiriman makanan dari Ibu di kampung. Alhamdulillah, meskipun tidak bisa menikmati buka puasa pertama di rumah, tapi kiriman masakan Ibu cukup untuk menggantinya. Yang dikirim Ibu adalah menu andalan yang biasanya disajikan untuk tamu special, misal saat ada tamu dari Bapak atau saat teman-teman kampusku main ke Jepara, ya This is Cumi Asam Manis ala Bu Bakri. Menurut teman-temanku masakan cumi ala ibuku sangat lazis, dan menu tersebut yang bikin mereka kangen dan ingin main lagi ke rumah. Saat aku share di Path, banyak juga teman yang merespon dan ingin sekali dibuatkan. Dan salah satu teman (karena belum pernah merasakan masakan Ibu) pengin bisa ikutan masak. Atas pertanyaan itu, aku bertanya ke Ibu, dan ini bocoran resep yang cetar membahana itu.

Photo will be uploaded soon

CUMI ASAM MANIS: SAUS NANAS
Bahan dan bumbu:
Beberapa bahan dan bumbu dapur yang harus disiapkan adalah
1.    Cumi segar (lebih cocok untuk cumi ukuran sedang)
2.    Buah nanas setengah matang
3.    Cabe merah
4.    Cabe rawit
5.    Bawang merah
6.    Bawang putih
7.    Bawang Bombay
8.    Gula pasir
9.    Garam
10. Saus tomat
11. Minyak goreng
12. Air
13. Daun jeruk

Cara memasak:
1.    Bersihkan cumi dari kotoran dan tintanya
2.    Kupas nanas dan potong-potong
3.    Uleg bumbu-bumbu: bawang merah, bawang putih, cabe merah, cabe rawit, dan garam
4.    Panaskan minyak goreng dalam wajan secukupnya
5.    Masukkan bumbu-bumbu yang sudah dihaluskan ditambah irisan bawang Bombay, gongso sampai wangi
6.    Masukkan air, saus tomat dan gula pasir, tunggu sampai mendidih
7.    Masukkan cumi dan potongan nanas, tunggu sampai masak
8.    Masukkan daun jeruk yang sudah dihilangkan rangka daunnya
9.    Tips untuk mengolah cumi: Jangan memasak cumi terlalu lama sebab semakin lama terkena panas cumi akan mengeras seperti karet.

Mudah bukan? Oke. Itu saja yang bisa aku share. Semoga bermanfaat. Selamat mencoba!

Alternatif menu lain untuk olahan cumi adalah pindang cumi dan cumi bakar sambal mangga.

Senin, 15 Juli 2013

Renungan Kehidupan 1

Kehidupan ini sangatlah rumit di mata kita. Alur dan jalannya cerita terlalu berlika-liku penuh dengan sandi dan rahasia. Terlepas dari cerita yang sudah ditakdirkanNya, hidup ini sarat akan peristiwa, kadang mereka-reka bagai drama. Cerita cinta, persahabatan, nurani, dan harapan, terkadang harus diselingi intrik dan taktik.

Saat ini mungkin kita bisa tertawa lepas dengan teman sepermainan, tapi siapa sangka karena masalah sepele, esok kita bisa menjauh dari mereka. Kita berdiam tanpa saling teguran. Lalu kita mengadu dengan seorang sahabat yang setia mendengar keluhan kita. Kita menangis dengan makian, menggerutu sampai lupa waktu.

Belum lagi perkara cinta. Ceritanya serasa rumit untuk dijalani. Kalau tak berjalan terasa hampa, kalau berjalan lama-lama cukup menyiksa. Ada kesetiaan, pengorbanan, kejujuran, tapi tak lepas dari penghianatan, keangkuhan, dan kezaliman. Siapa yang merasa hebat, dia akan memenangkan permainan cinta. Parahnya, keharmonisan justru bisa menjadi peperangan karena cerita cinta.

Jalan ini kita yang menentukan. Setiap masalah dan cobaan selalu bisa diselesaikan. Masalah datang untuk diselesaikan, bukan dihindari. Menghindar dari masalah hanya menunda sampai terjadi ledakan masalah yang lebih besar lagi. Justru dengan adanya masalah, kita akan diantarkan kepada titik kedewasaan, menuju derajat posisi yang lebih tinggi.

Sesuatu yang sulit adalah keikhlasan. Sesuatu yang berat adalah bersabar. Namun, bersabar bisa menjadi ringan dengan ikhlas. Dan kesulitan untuk ikhlas bisa menjadi mudah dilakukan dengan bersyukur. Bersyukur adalah hal mudah. Kita hanya harus melihat sekitar, menengok kondisi orang-orang di sekeliling kita. Banyak orang yang untuk bertahan hidup saja kesusahan, apalagi memikirkan perkara cinta dan persahabatan. Dan terkadang, kita terlalu disibukkan dengan kedua urusan tersebut sehingga lupa untuk bersyukur, yang mampu meringankan beban menjadi sabar, dan mengubah kesulitan menjadi keikhlasan.