Minggu, 16 Februari 2014

Maka Retaklah Bumi

Saat janji tiada terpenuhi
alpa menjadi-jadi
Kerusakan tak henti-henti
Kaki bumilah jadi saksi

Esok,
mentari masih terlelap sendu
langit tiada membiru
sepanjang jalan terlihat mendung
Mata terbelalak, kaki pun masih tersandung

Malam ini
orang sedang lelap terjaga
pulas atas gerak badan berhari-hari
demi nasi dan harga diri
Namun, pasak-pasak bumi yang berjajar rapi
beraksi

Orang pun berlari-lari
berharap ada yang menyelimuti
lupa yang dijanji

Saat semua makin menjadi
sebagian berzikir tiada henti
meratap atas alpa diri
Namun,
yang lain masih jadi penjudi

Kini titah telah datang
jaman menjadi bukti
alam 'kan jadi saksi
Jika orang-orang tetap berjudi
maka retaklah bumi ini

*Banjir Pantura, tanah longsor Muria, gempa Selatan Jawa, letusan Sinabung dan Kelud

Minggu, 09 Februari 2014

Tentukan Komunitasmu

"Barang siapa yang bergaul dengan penjual parfum, maka akan kerkena wanginya".

Pepatah arab di atas merupakan nasehat bagi kita agar kita dapat menentukan dengan siapa kita bergaul, sebab merekalah salah satu penentu jalan kesuksesan kita. Sahabat, terkadang kita terlalu dipusingkan dengan perkara pertemanan. Dilarang memilih-milih teman, nanti dikira sombong. Tapi apakah kita sadar bahwa secara tidak langsung ternyata teman-teman kita sangat berpengaruh terhadap cara kita bergaul, cara kita bersikap dan menilai sesuatu.

Pada dasarnya manusia terlahir sebagai makhluk sosial, dimana manusia tak dapat hidup sendiri tanpa adanya orang lain di sekitarnya. Dari kecil kita sangat terbantu oleh kehadiran ibu yang selalu membimbing dan mengontrol kita. Dari berlajar bicara, mulai merangkak, lalu dapat berjalan. Itu sebagian kecil dari prinsip dasar manusia sebagai makhluk sosial.

Ketika berancak dewasa, kita dihadapkan dengan berbagai banyak pilihan komunitas, yang terdiri atas orang-orang terdekat kita, yaitu teman-teman kita. Kita dapat bergaul dengan siapa saja, tetapi kita harus tahu siapa saja yang kiranya dapat membawa kita dan kita bawa ke dalam kebaikan, jadi hasilnya akhirnya adalah sama-sama baik.

Poinnya bukan berarti kita memilih-milih teman, hanya kita harus tahu siapa saja yang bisa kita ajak berbagi suka maupun duka. Pilih orang-orang terbaik yang dapat membuat kita jadi lebih baik.

Perampok akan berkumpul dengan perampok, mereka bersama-sama menjalankan aksinya untuk mencapai tujuannya, yaitu memperkaya diri dengan jalan merampas hak orang lain, bahkan nyawa menjadi korbannya. Ujung-ujungnya, kumpulan perampok tersebut akan ditangkap oleh pihak yang berwajib dan mendekam di dalam penjara. Begitupun yang terjadi dengan para pemabuk, penjudi, dan kumpulan sebagainya.

Olahragawan, ilmuwan, dan sejarawan juga akan berkumpul dengan sesamanya. Mereka berlomba-lomba untuk memberikan hasil terbaiknya. Mereka saling bekerja sama dan memotivasi agar dapat mencapai tujuannya. Semua berkumpul, bekerja keras, untuk meraih prestasi yang mereka idam-idamkan.

Komunitas atau teman yang baik, tentu akan membawa kita kepada hal-hal positif. Lingkungan tersebut akan membuahkan suasana yang positif pula. Kebaikan suatu lingkungan tentu akan berdampak baik terhadap lingkungan sekitarnya, dan berlaku sebaliknya, lingkungan yang buruk akan berdampak buruk juga terhadap sekitarnya.

Jumat, 31 Januari 2014

Bencana dan Kezaliman

sumber: akun facebook I ♥ Jepara
Dulu, banjir kerap dikaitkan dengan Kota Jakarta, ibukota Indonesia, lantaran buruknya kondisi drainasenya, banyaknya tumpukan sampah yang menyumbat aliran air, minimnya zona hijau karena semua lahan penuh dengan gedung-gedung beton. Namun, kini bencana banjir tidak hanya merendam Jakarta, bahkan di berbagai pelosok negeri ini, banjir telah mengancam dengan menenggelamkan perumahan penduduk hingga mencapai atap-atap rumah. Ada apakah dengan Indonesia?

Mengutip dari banyaknya ayat di Al-Quran yang menjelaskan tentang bencana. Di sini akan aku kutip beberapa.
“Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman.” (QS. Al Qhashash, 28 : 59)

 “Tak ada suatu negeripun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuzh).” (QS. Al Isra, 17 : 58)

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tangan kamu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar dari dosa-dosamu.” (QS. As Syura, 42 : 30)

“Dan Allah Telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; Karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.” (QS. An-Nahl, 16 : 112)

Berdasarkan ayat-ayat tersebut di atas disebutkan bahwa munculnya suatu bencana tidak lain disebabkan oleh kezaliman hambaNya. Tentu kita sadar bahwa dewasa ini semakin banyak terjadi kemaksiatan dimana-mana. Bahkan, para pemimpin yang diamanahkan untuk menjaga moral bangsanya pun melakukan hal yang sama. Banyak pula golongan alim yang menutup mata dan telinga, membiarkan semuanya terjadi begitu saja. Maka, mungkin sepantasnya apabila Allah SWT mengganjar kita dengan hal yang demikian. Bencana datang bertubi-tubi, banjir, tanah longsor, gunung meletus, gempa bumi, kebakaran, dan lain sebagainya.

Bencana didatangkan tanpa pilih kasih, tak peduli baginya yang beriman atau tidak. Bagi orang yang beriman, bencana merupakan sarana untuk meningkatkan kualitas keimanan, dalam hal ini Allah berjanji akan mengangkat derajat dan martabatnya dengan mengampuni dosa-dosanya. Namun, bagi kaum yang zalim, bencana merupakan suatu peringatan agar mereka dapat segera sadar dan bertaubat atas perbuatan-perbuatan dosanya. Semoga yang demikian segera memperoleh inayah serta hidayahNya.

“Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nisaa : 147)

Jumat, 24 Januari 2014

It’s About Integrity

Pagi itu langit begitu cerah, Raka dan Nanda bersiap berangkat sekolah. Kebetulan bus sekolah sudah menanti di ujung jalan. Raka dan Nanda bersahabat sejak kecil, sekarang mereka berada di bangku sekolah yang sama. Sesampainya di sekolah, Raka dan Nanda teringat bahwa hari itu ada pekerjaan rumah yang belum mereka kerjaan. PR yang diberikan langsung dikumpulkan di meja guru sebelum kelas jam pertama dimulai. Raka dan Nanda menuju ruang guru. Raka segera mengerjakan tugasnya, meskipun tidak selesai tetapi Raka tetap mengumpulkan tugas di meja, setelah itu segera beranjak keluar karena kelas akan dimulai. Sedangkan Nanda masih berada di ruangan. Tidak disangka, Nanda berbuat curang dengan mengganti identitas di salah satu lembar kerjaan milik temannya. Mengetahui sahabatnya berbuat demikian, Raka kecil sangat sedih, dia tidak tega melaporkan kelakuan sahabatnya, tetapi di sisi lain dia tahu bahwa perbuatan tersebut salah dan merugikan orang lain.

Ketika dewasa, Raka dan Nanda memperoleh pekerjaan di tempat yang sama. Raka ditempatkan di bagian keuangan, sedangkan Nanda di pengadaan. Ketika mendapat sebuah proyek, Nanda melakukan tindakan tidak sehat dengan menerima gratifikasi dari sebuah rekanan agar proyek tersebut dimenangkan. Oleh bagian keuangan yang dipimpin oleh Raka ditemukan bahwa kegiatan tersebut mengakibatkan kerugian besar bagi perusahaan. Hal tersebut membuat Raka mau tidak mau harus melaporkannya ke bagian manajemen. Berkat ulahnya, Nanda pun diberhentikan dari kerjaannya, sedangkan Raka atas kinerjanya yang baik mampu memperoleh promosi kenaikan jabatan.

Jumat, 17 Januari 2014

Nasehat Seorang Ayah

Hari ini aku mulai menapaki jalan hidup yang baru. Merantau ke kota orang untuk mengais pundi-pundi. Dalam keberangkatanku, aku diantar oleh kedua orang tuaku. Keduanya berpesan agar aku bisa menjaga diri baik-baik dan istiqomah di jalanNya.

Pesan yang ditulis oleh Ayahku

Nasehatku
1. Jangan lupakan ibadahmu
2. Jangan lupakan jaga kesehatanmu
3. Jangan lupakan kedua orang tuamu
4. Jangan lupakan saudara-saudaramu
5. Jangan lupakan guru-gurumu
6. Jangan lupakan tetanggamu
7. Jangan lupakan teman-temanmu
Iki nasehat dari orang tuamu, sebab hidup di kota besar banyak godaannya.

Bapakmu,
Bakri

Ya Allah Ya Rabby, bantulah hambaMu dalam menjalani kehidupan ini. Hamba ingin selalu istiqomah di jalanMu, menuntut ilmu mencari kebenaran untuk dapat hidup dengan damai. Rahmaka ya Rabby.

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka. (Q.S. al-Baqarah [2]: 201)”

Senin, 13 Januari 2014

Tips Hidup Sehat I

Musim hujan seperti ini biasanya sistem imun mulai menurun, kondisi lingkungan juga dalam keadaan terburuknya, dan menyebabkan timbulnya berbagai macam penyakit. Kalau kita tidak pandai merawat kesehatan tubuh dengan baik, bisa-bisa kita tumbang di Rumah Sakit. Untuk itu di sini aku memberikan beberapa tips simple yang bisa dipraktekkan untuk menjaga kesehatan tubuh sehari-hari.

Tips yang pertama adalah mengkonsumsi habbatussauda atau yang biasa dikenal dengan jinten hitam. Menurut literatur yang pernah aku baca, tanaman yang bernama latin Nigella sativa ini mempunyai banyak manfaat, diantaranya menjaga kelancaran aliran darah. Nah, kalau aliran darah sudah lancar, oksigen dan nutrisi yang terkandung dalam darah bisa terdistribusi dengan baik sehingga mampu menjaga tubuh kita tetap sehat dengan immunitas yang tinggi. Cukup konsumsi jintan hitam ini sepucuk sendok teh atau sekarang sudah tersedia  di apotek dan toko-toko obat dalam bentuk kapsul atau cair yang bisa langsung diminum. Minumlah sesuai petunjuk yang tertera.

Rasulullah SAW bersabda, “Hendaklah kalian mengkonsumsi Habbatus Sauda’ , karena didalamnya terdapat kesembuhan dari setiap penyakit, kecuali kematian”.

Hindari rokok, mainuman berkarbonasi atau minuman bersoda, serta kopi. Tidak perlu aku jelaskan, tentu kita sudah mengetahui dampak negatif dari ketiganya. Selain itu kurangi konsumsi minuman dingin, terutama yang menggunakan es batu dari bahan air mentah. Es dari air mentah hanya bersifat membekukan bakteri dan kuman yang terkandung didalamnya, bukan mematikannya. Jadi, tentu tahu kan bagaimana efek bakteri dan kuman tersebut bagi tubuh? Mengkonsumsi minuman dingin, terutama saat kondisi tubuh capai juga tidak baik sebab kelelahan membuat suhu tubuh naik dan apabila langsung diguyur dengan yang dingin-dingin, tentu hal ini akan memaksa tubuh bekerja ekstra. Seperti halnya dampak mandi setelah begadang, hal tersebut dapat menurunkan sistem imun tubuh sehingga tubuh rentan terhadap penyakit, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Jumat, 10 Januari 2014

Forgive Me



I’m about to lose the battle and cross the line
I’m about to make another mistake
And even though I try to stay away
Everything around me keeps dragging me in
I can’t help thinking to myself
What if my time would end today, today, today?
Can I guarantee that I will get another chance
Before it’s too late, too late, too late

Forgive me…
My heart is so full of regret
Forgive me…
Now is the right time for me to repent, repent, repent..

Am I out of my mind? What did I do?
Oh, I feel so bad!
And every time I try to start all over again
My shame comes back to haunt me
I’m trying hard to walk away
But temptation is surrounding me, surrounding me
I wish that I could find the strength to change my life
Before it’s too late, too late, too late
  
I know O Allah You’re the Most-Forgiving
And that You’ve promised to
Always be there when I call upon You
So now I’m standing here
Ashamed of all the mistakes I’ve committed
Please don’t turn me away
And hear my prayer when I ask You to

Lyrics: Maher Zain & Bara Kherigi Melody & Arrangement: Maher Zain Mixing: Ronny Lahti