Sabtu, 09 Juli 2016

Sajak Pendosa

Pada suatu malam aku terbangun,
dalam kantuk yang teramat aku berdoa
memohon perlindungan kepada Tuhan

Pada suatu hari aku berdiri,
menyombongkan kualitas diri
bersetubuh dengan dosa - dosa

Pada suatu malam aku terbangun,
dalam tangis yang terisak - isak aku berdoa
menyesali perbuatan hari yang lalu

Aku bangun dan berdiri,
berlaku dosa lalu memohon ampun
begitulah silih berganti

Akankah Allah mengampuni, tanyaku
padahal ayat - ayatNya selalu terngiang di telinga kanan
namun yang kiri tak peduli

Seperti apa aku akan dihempas tanpa bekas
sehingga aku terbangun dan tak sanggup berdiri lagi

Ataukah aku akan musnah bersama dosa - dosaku
Maka demikianlah aku yang menganiaya diriku sendiri
Semoga Allah mengampuni

Sabtu, 09 April 2016

Air Mata Menjadi Mata Air (Mbah Sadiman)

Foto Mbah Sadiman (Sumber : kickandy.com)
Saat melihat acara Kick Andy di tivi aku melihat sosok yang inspiratif yang begitu ikhlas melakukan pekerjaan yang bermanfaat bagi banyak orang, visioner, dan tahan terhadap berbagai rintangan. Ialah Mbah Sadiman, beliau adalah pahlawan bagi alam.

Dikisahkan bahwa lelaki yang tinggal di Desa Geneng, Kecamatan Bulukerto, sebuah desa di lereng Gunung Gendol, ujung timur Kabupaten Wonogiri tersebut aktif melakukan penghijauan di sebuah bukit gundul di kampungnya. Usianya memang tidak muda lagi, tetapi semangat beliau untuk kembali menghijaukan tanah kelahirannya perlu diacungi jempol. Selain melakukan penanaman seorang diri, Mbah Sadiman juga berhasil membuat anak tangga untuk mencapai puncak bukit. Tujuannya adalah supaya anak cucunya kelak dapat menikmati perbukitan tersebut sebagai tempat wisata. "Supaya anak-anak tidak perlu jauh-jauh berwisata, ada di kampungnya sendiri', tuturnya. Langkah mulia ini beliau lakukan dengan menjadikan puncak bukit sebagai taman yang cantik dan rindang. Selain menanam pohon, beliau juga menanam bunga-bungaan untuk memperindah bukit.

Mengawali debutnya sejak 1996 bukan berarti tanpa halangan. Seringkali karena ulah warga yang hanya mementingkan dirinya sendiri, pohon-pohon yang ditanam Mbah Sadiman mati. Namun, berkat semangat dan keikhlasannya yang luar biasa, Mbah Sadiman mampu menghadapinya. Dan kini, di usianya yang sudah mencapai 62 tahun, beliau mampu memetik hasilnya. Hutan yang dulu gundul kini sudah hijau kembali, tidak ada air mata melainkan mata air yang terus mengaliri tanah Wonogiri. Kini langkah beliau didukung oleh berbagai komunitas pecinta alam dan diikuti oleh warga di sekitarnya.

Kawan, kita mungkin sulit mencontoh apa yang sudah Mbah Sadiman lakukan, tetapi paling tidak kita bisa menjadi pahlawan bagi negeri ini dengan jalan kita sendiri. Mari kita tunjukkan bahwa yang muda juga mampu berkarya. Dan kita buat Sadiman - Sadiman lain di tanah air kita tercinta.

Nikmat yang Terlupakan

Seringkali kita melupakan banyak hal yang telah Allah berikan dan tanpa disadari bahwa justru nikmat - nikmat itulah yang sangat dekat dengan kita dan lekat dengan keseharian kita. Astaghfirullah.

Sahabat, entah sadar atau tidak selama ini kita terlalu banyak mengeluh, mengumpat apa - apa saja yang tidak kita miliki tetapi dimiliki oleh orang lain. Kita merasa bahwa apa yang sekarang kita miliki masih kurang dan tidak sebanding dengan berbagai usaha yang telah kita lakukan. Si dia punya ini, dia bisa itu, dan lain sebagainya. Kita gemar membandingkan kepunyaan kita dengan apa yang dipunyai oleh orang lain. Kalau kondisinya demikian, maka segeralah ber-istighfar dan tanyakan kepada diri sendiri adakah yang salah dengan hati kita?

Ada dua hal yang selalu kita nikmati namun tanpa disadari selalu kita lalai untuk mensyukurinya padahal keduanya sangat besar manfaatnya bagi diri kita. Apa sajakah itu?

Pertama, nikmat sehat. Kesehatan adalah karunia terbesar yang Allah berikan kepada kita. Karena sehat, kita dapat menikmati makanan yang kita makan, makanan itu akan terasa enaknya ketika kita makan dalam kondisi sehat. Saat badan dalam kondisi tidak fit, maka makanan seenak apapun akan terasa tidak nikmat dimakan, semua terasa hambar dan bahkan cenderung pahit. Dalam kondisi badan yang sehat, kita pun akan dengan mudah menjalankan segala aktivitas kita, termasuk mencari rizki. Dengan tubuh dan jiwa yang sehat kita akan mudah melakukan banyak hal, bekerja, berolah raga, belajar, dan lain sebagainya.

Yang kedua adalah nikmatnya waktu luang. Selama ini kita terlalu disibukkan dengan berbagi aktivitas duniawi sehingga lupa bahwa ada banyak hal yang sejatinya perlu disyukuri, ialah ketersedianya waktu. Dengan waktu tersebut kita diberikan kesempatan untuk dapat bekerja dan melakukan banyak aktivitas lainnya. Kita juga dapat memikirkan banyak rencana untuk masa depan kita. Namun, tanpa disadari waktu luang yang sering tersedia justru sering berlalu begitu saja. Kebanyakan dari kita justru melewatkan waktu luang untuk bermalas-malasan padahal sejatinya nikmat waktu luang adalah nikmat yang luar biasa yang bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sebelum kesibukan kembali menghampiri kita. Saat waktu sibuk sudah datang, kita akan lupa dengan sebuah rencana, bahwa hidup ini perlu diatur dengan sebaik-baiknya sehingga kita membiarkan semua berjalan tanpa arah dan tujuan yang jelas. Untuk itu kita diperintahkan agar dapat memanfaatkan waktu luang dengan sebaik-baiknya. Karena sesuatu yang terus berjalan dan tak dapat dikembalikan adalah waktu.

Sahabat yang dirahmati Allah, marilah kita sama- sama berbenah diri, bahwa ada hal yang sering kita lupakan nikmatnya. Tanda - tanda orang yang kotor isi hatinya adalah kegemaran dalam mengeluh. Dan dibalik orang yang suka mengeluh adalah minimnya rasa syukur. Maka mintalah perlindungan kepada Allah supaya kita terhindar dari golongan orang-orang kufur dan termasuk golongan orang-orang yang pandai bersyukur.

Mari kita nikmati sehat dan waktu luang kita dengan bersyukur. Udara segar yang kita hirup setiap saat, kebugaran diri untuk mengais rizki, serta ketersediaan waktu adalah karunia Tuhan yang tiada tara. Ingatlah ada 5 perkara sebelum 5 perkara, yaitu sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sempit, serta hidup sebelum mati.

Sabtu, 19 Maret 2016

Bertahan Dalam Perubahan

Bukanlah yang terkuat yang akan bertahan bukan pula yang paling cerdas, tetapi yang mampu beradaptasi dengan perubahan 

Satu hal yang tak dapat dibendung dan tak dapat dikembalikan ialah waktu. Waktu terus berjalan tanpa henti dan semua makhluk mengikuti. Waktu inilah yang akhirnya menjadi saksi bisu tentang kebaikan dan keburukan yang dimiliki oleh manusia. Waktu jualah yang membawa perubahan - perubahan yang harus dihadapi oleh manusia. Siang berganti malam, muda menjadi tua, ada menjadi tiada, perubahan - perubahan itu akan datang seiring berjalannya waktu.

Perubahan merupakan sunnatullah yang pasti terjadi di muka bumi. Perubahan menjadi salah satu pertanda kekuasaan Tuhan Sang Maha Pencipta. Banyak pertanda perubahan dan Ia meminta kita peka terhadap segala bentuk perubahan. Perubahan terjadi melalui sepenggal waktu. Dan untuk itu kita diberikan kesempatan untuk mengetahuinya.

Tuhan memberikan kita waktu dan kesempatan untuk dipergunakan sebaik-baiknya. Waktu inilah bekal pertama yang kita miliki yang kemudian kita dihadapkan dalam 2 pilihan, yakni memanfaatkan sebaik-baiknya atau membuangnya secara sia-sia. Waktu yang termanfaatkan dengan baik misalnya yang digunakan untuk menuntut ilmu, bekerja dan mencari rizki, beramal, serta untuk mendekatkan diri kepada Yang Maha Memiliki. Perlu kita ketahui, bahwa orang yang paling rugi adalah orang-orang yang tidak dapat memanfaatkan waktunya dengan baik.

Demi Masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasehati supaya menaati kebenaran dan saling menasehati supaya menetapi kesabaran. (Al'Ashr)

Saat kita masih kecil tentu kita sangat familiar dengan Kodak, salah satu perusahaan fotografi terbesar dunia. Atau Nokia yang bergerak dalam bidang telekomunikasi. Namun, tahukah kita kemana produk-produk mereka sekarang? Ya, produk-produk Kodak kini telah digantikan oleh kamera-kamera digital yang orang tak perlu mencetaknya, dan Nokia telah tergantikan oleh banyak merk yang mampu memberikan fitur lebih canggih. Kedua perusahaan itu adalah sebagian contoh orang atau organisasi yang tidak bijak menerima perubahan. Mereka tidak peka terhadap waktu dimana setiap pergantian waktu, ia membawa perubahan.

Rabu, 09 Maret 2016

Menyajikan Presentasi Maksimal

Best Project Assignment Team in Bali
Bicara soal presentasi, aku mengibaratkannya seperti sebuah bungkus atau kemasan sebuah makanan. Agar menarik perhatian pelanggan, maka makanan tersebut harus dibungkus dengan apik, tersaji dengan manisnya sehingga menggugah gairah calon pelanggan. Kemasan atau bungkus inilah salah satu bentuk marketing untuk menarik perhatian banyak orang.

Banyak orang di luar sana yang mempunyai produk yang luar biasa tetapi tidak pandai dalam menjajakannya. Apa yang terjadi? Calon pelanggan jadi kurang percaya dan akhirnya ogah untuk "membelinya". Aku anggap audiens yang melihat presentasi kita, entah itu dosen, juri, atau bahkan rekan-rekan kita adalah pelanggan kita yang harus kita ambil hatinya untuk tertarik dengan produk yang kita tawarkan dan akhirnya memutuskan untuk "membelinya" entah dengan sebuah nilai, pujian, atau apapun itu.

Belajar dari sebuah pengalamanku saat menjadi MC di sebuah lomba desain produk tingkat nasional yang tentu diikuti oleh kampus - kampus ternama baik negeri maupun swasta. Salah satu kampus negeri yang terkenal dengan kecerdasan mahasiswanya ternyata mampu memikat hati dewan juri dengan bukti predikat juara yang diperolehnya. Padahal menurutku secara pribadi, hasil karna yang diciptakannya tidak lebih baik dari lawan-lawannya, artinya masih banyak finalis yang lebih baik darinya. Tapi kenapa jadi dia yang menang? Menurut pengamatanku karena dia berhasil "menjual" dagangannya. Ya, dia mampu berpresentasi dengan baik, menjelaskan keunggulan hasil karyanya kepada dewan juri dengan apik dan menarik. Itulah yang menjadi kelebihan mahasiswa tersebut.

Hal itu kemudian menginspirasi diriku untuk dapat menyajikan presentasi terbaik dalam proyek-proyek yang aku kerjakan. Ada 2 hal utama yang menjadi modal sebelum melakukan presentasi, yang pertama ialah persiapan yang matang, sedangkan yang kedua adalah kepercayaan diri. Keduanya harus dijalankan secara seimbang untuk memperoleh hasil yang maksimal.

Hal-hal yang termasuk dalam segi persiapan ialah materi presentasi atau biasa dikenal dengan ppt atau apapun bentuknya, pengetahuan atau bahan pendukung, serta penampilan diri. Materi presentasi harus disiapkan jauh-jauh hari sebelum presentasi, buatlah semenarik mungkin (tetapi tidak alay), alurnya jelas, mudah dipahami, dan sesuai dengan tema. Sebelum melakukan presentasi, mintalah masukan dari orang lain dan jangan pernah khawatir dengan kritik yang diberikan oleh mereka karena itu menjadi salah satu masukan untuk membuat materi dan teknik presentasi kita menjadi lebih baik.

Materi yang sudah siap, pengetahuan serta penampilan diri kita menjadi faktor untuk membuat kita lebih percaya diri saat berpresentasi. Selebihnya tinggal memotivasi diri sendiri bahwa "Saya bisa membawakan materi dengan baik". Berdoalah dan sugestikan pada diri sendiri dengan kalimat-kalimat yang positif untuk memupuk rasa percaya diri.

Terakhir, presentasi adalah kemasan produk Anda, pastikan ia tampak menarik agar pelanggan tertarik lalu "membeli"nya.

Fakta - Fakta dalam Fenomena Gerhana Matahari Total

Courtesy of Google


Setelah gerhana matahari total (GMT) yang terjadi di Indonesia pada tahun 1983, kini fenomena serupa terulang kembali setelah 33 tahun lamanya. Hanya saja kali ini tempat terjadinya GMT tersebut sedikit bergeser, kalau pada 1983 berpusat di Jawa bagian utara seperti Jepara, Kudus, dan Lamongan, sekarang beralih ke Indonesia bagian timur, yaitu di pulau Kalimantan dan Sulawesi, dan puncaknya berada di kawasan Mikronesia.

Sebagai orang yang masih minim pengetahuan ada banyak hal yang menjadi pertanyaan buatku tentang fakta-fakta fenomena alam yang luar biasa ini. Mari kita sama-sama mengkaji dan aku akan berbagi sedikit informasi yang didapatkan.

Karena pada 1983 puncak GMT juga meliputi daerah Jepara dan sekitarnya, jadi cukup banyak orang yang bernostalgia dan sedikit bercerita tentang suasana saat terjadinya GMT waktu itu, termasuk kedua orangku. "Kala itu langit menjadi gelap, orang-orang tidak diijinkan keluar oleh pemerintah. Dan banyak binatang berbunyi keras, ayam-ayam pun berkokok.", tutur Bapakku.

Di salah satu media online, seorang wartawan asal Jakarta yang ikut meliput berita di Pantai Bandengan juga mewartakan bahwa terdengar suara burung, jangkrik, dan hewan-hewan lain bersaut-sautan di gelapnya siang hari itu.

Dan di tahun 2016 ini meskipun aku sendiri tidak mendengarkan ayam-ayamku berkokok, tetapi sejumlah media di televisi memberitakan bahwa hewan-hewan di sejumlah kebun binatang menunjukkan perilaku aneh. Seperti lumba-lumba di Taman Safari mengeluarkan hormon stres dan merasa ketakutan sampai berenang hingga dasar kolam. Namun, hal itu tidak berlangsung lama, hanya sampai proses gerhana usai.

Minggu, 21 Februari 2016

Gili Sudak; Private Island di Lombok Barat

Saat libur panjang tiba, berwisata adalah pilihan tepat untuk memanjakan tubuh dan pikiran supaya terhindar dari kelelahan dan stress. Kali ini aku akan memberikan ulasan mengenai salah satu pulau yang indah, berada di daerah Sekotong, Lombok Barat. Karena waktu liburan yang cukup panjang jadi tidak ada salahnya Anda mencoba tempat wisata yang berjarak cukup jauh dari rumah.

Untuk daerah Sekotong sendiri, para pelancong sebenarnya lebih mengenal Gili Nanggu terlebih dulu. Namun, Gili Sudak merupakan alternatif yang tepat untuk menikmati liburan Anda karena selain pemandangannya yang asri juga suasana pulau yang masih sepi sehingga berasa di pulau milik sendiri.

Lokasi Gili Sudak

Untuk mencapai Gili Sudak tidaklah sulit, dari Pelabuhan Lembar hanya memerlukan waktu sekitar 30 menit untuk mencapai pelabuhan penyeberangan. Jangan khawatir, karena jalanan yang ada sudah beraspal mulus. Kalau tidak membawa kendaraan pribadi, Anda dapat mencarter angkot untuk mengantarkan ke pelabuhan. DI pelabuhan, banyak perahu nelayan yang disulap menjadi perahu wisata yang siap mengantar ke tempat tujuan. Gili Sudak sendiri dapat ditempuh sekitar 10 menit dari darat.