Selasa, 17 Februari 2026

Finally, Malacca


Malaka atau dalam bahasa setempat dikenal dengan Melaka yang terkenal dengan Bandaraya Bersejarah, bagaimana tidak, kota ini berada di jalur yang ramai yakni Selat Malaka yang menjadi rebutan banyak pihak di zaman kolonial, mulai dari Bangsa Portugis, Belanda, lalu Inggris. Kota Malaka sendiri merupakan ibukota Negara Bagian Melaka di Malaysia semenanjung. Kota ini menjadi destinasi impianku sejak lama, selain karena sering disebut-sebut dalam buku sejarah kala sekolah, tapi juga karena kota ini pernah sampai "diselamatkan" oleh rombongan Ratu Kalinyamat yang berlayar jauh-jauh ke sana. Hal itulah yang membuat aku makin penasaran, memang seberapa keren Malaka.

Dan akhirnya setelah sekian purnama, Januari 2026 aku kesampaikan juga mengunjungi Kota Malaka, meski hanya beberapa jam, tapi bagiku cukup untuk mengubur rasa penasaran yang sudah lama ini.

Perjalanan ke Malaka aku mulai dari Singapura dengan menaiki bus dari Terminal Queen Street di daerah Rochor dekat dengan Bugis. Perjalanan yang kurang riset ini tentu saja ngga berjalan mulus begitu saja, banyak drama tentunya. Mayoritas bus dari SG ke Malaysia itu sudah bisa dibooking online lewat berbagai aplikasi, termasuk redbus. Tapi karena kurang persiapan akhirnya hari itu semua bus online sudah ludes terjual. Alhasil setelah banyak plan, alhamdulillah dapat petunjuk untuk ke terminal terdekat dan mencoba beli offline, ternyata ada. Dan tolong disiapkan uang cash ya, karena transaksi ngga bisa pakai kartu atau QR. Setelah beli tiket, jangan lupa isi imigrasi kedatangan online lewat web atau aplikasi ya. Untuk versi webnya yang ini https://imigresen-online.imi.gov.my/mdac/main.

Agen Tiket Bus 707-Inc di Queen St. Bus Terminal, Ban Ban St., Rochor

Tampak Depan bus 707-Inc

Tampak Dalam Bus 707-Inc Executive Seat

Sebelumnya terima kasih buat Uncle yang jaga Agen Bus 707-Inc di Singapore yang ramah dan care. Kalo diminta menyebutkan salah satu keunggulan layanan di Indonesia dibandingkan dengan Singapura atau Malaysia mungkin aku akan menyebutkan soal layanan bus. Bus jurusan Jepara - Jakarta misalnya, memiliki kelas eksekutif yang sepertinya jauh lebih baik dari kualitas bus milik Singapura, lebih nyaman dan berkelas, apalagi sekarang ada yang tipe sleeper. Tetapi kalau soal safety, sepertinya Indonesia tetap ketinggalan ya. Perjalanan bus di Malaysia mewajibkan semua penumpang mengenakan sabuk pengaman, selain itu supirnya juga ngga ugal-ugalan, jadi selama di jalan penumpang tetap merasa nyaman dan bisa tidur dengan lelap.

Perjalanan dari Singapura ke Malaka membutuhkan waktu tempuh sekitar 4 jam, melewati jalan toll North-South Expressway. Selama perjalanan disuguhkan pemandangan kebun sawit dan kota-kota di sekitar Johor dan Malaka yang sepertinya sudah maju karena terlihat banyak bangunan skyscaper menjulang tinggi.

Melewati Jalan Toll Malaysia yang Membolehkan Sepeda Motor Lewat Jalur Toll

Setelah empat jam perjalanan akhirnya sampai juga di Malaka, setelah exit toll melewati beberapa kota kecil yang kurasa vibesnya seperti di Indonesia terutama bagian Sumatra.

Menjumpai Abang-abang yang Berjaga Saat Perbaikan Jalan di Sekitar Bandara Malaka

Perjalanan dari Singapura sekitar jam 9.30 tiba di Terminal Bus Melaka Sentral pukul 2.00 siang. Barang berat yang dibawa bisa dititipkan di penitipan barang di dalam terminal sebelum naik Grab ke Titik Nol Malaka. Titik Nol Malaka atau yang lebih dikenal dengan Dutch Square atau Red Square atau Stadthuys merupakan kawasan yang luas di sekitaran Benteng Malaka. Kawasan Melaka sendiri merupakan warisan zaman Portugis sebelum beralih ke Belanda. Namun, bangunan bentukan VOC Belanda ini kini sudah banyak berubah, terutama bentengnya karena setelah berpindah tangan ke Inggris banyak bangunan dihancurkan untuk mencegahnya digunakan oleh musuh. Sesampainya di Titik Nol Malaka, berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan.

Minggu, 04 Januari 2026

Kosakata Jepara yang Jarang Kudengar (Lagi)

Holaaa, sahabat bloggerku, ah rasanya rindu sekali, so looonggg time ago aku ngga nulis ya, more than 2 years, padahal sejatinya banyak banget hal-hal yang ingin aku tulis, dari covid-19, berbagai perjalananku, karir, traveling, dan hal-hal unik yang aku temukan di buku-buku yang aku baca. Namun, kali ini ijinkan aku menulis hal ringan dulu ya sebagai pembukaan mulainya kembali seorang Sadam menulis di blog ini.

Saat aku pulang ke Jepara teriba terlintas sepertinya banyak kosakata dalam bahasa Jawa lokal yang saat ini jarang dilafalkan. Memang kosakata apa? Apa bedanya dengan bahasa Jawa pada umumnya?

Kita tentu tahu bahwa Indonesia dengan luas wilayah daratan mencapai 1,9 juta km2 dengan jumlah penduduk mencapai 283,5 juta jiwa (2024) memiliki beragam bahasa, adat, dan budaya. Di Jawa Tengah sendiri yang mayoritas masyarakatnya menuturkan Basa Jawa sebagai bahasa ibu dan bahasa keseharian nyatanya memiliki banyak ragam, secara garis besar dibagi menjadi beberapa kelompok yang disebut dialek, seperti Dialek Banyumasan (aku setuju ini merupakan ragam bahasa sendiri karena perbedaannya juga banyak), Dialek Semarangan, Dialek Surakarta, Dailek Kedu, dan tentunya Dialek Jepara-Rembang (ada yang menyebutnya Dialek Aneman). 

Di Jepara sendiri, meski dalam satu kabupaten ternyata banyak penutur yang memiliki ciri khas atau gaya yang berbeda, meskipun tidak begitu kentara. Misal yang aku pahami, wilayah tertentu memiliki imbuhan atau intonasi yang cukup unik, seperti Mantingan - Kedung dengan kata "ndok", Suwawal - Pakis Aji dengan kata "nde", atau Jepara utara seperti Kembang - Keling yang turut menggunakan kata "-em" sebagai pengganti kata imbuhan "-mu" seperti orang Pati dan Kudus.

Buat kalian yang belum tahu, bahwa Dialek Aneman yang dituturkan masyarakat Jepara sampai sebagian Tuban - Lamongan di Jawa Timur, dan sebagian masyarakat Demak memang mempunyai banyak perbedaan dengan tetangganya, seperti Dialek Semarangan atau Surakarta, misalnya untuk kalimat "Kamu lebih suka jeruk apa anggur?", dalam Dialek Semarangan atau Surakarta diucapkan "Kowe pilih jeruk opo anggur?", sedangkan dalam Dialek Aneman diucapkan "Kuwe pilih jeruk tah anggur?". Dan masih banyak lagi. Perbedaan ini terasa sekali dalam kelas bahasa Jawa Ngoko, sedangkan untuk kelas Bahasa Krama Alus atau Krama Lugu mayoritas menuturkan ragam dialek yang sama, bahkan termasuk Banyumasan.

Selasa, 26 Desember 2023

CINA

Wah udah lama banget ya ngga nulis di blog, ini kalo rumah pasti udah minta renov gegara saking lamanya ngga ditinggalin, boro-boro ngerawat. Sebenernya di dalam otak ini buanyak banget yang mau ditulis, apalagi pas jaman covid masih anget-angetnya, isi kepala kayak mau pecah karena saking banyaknya fenomena yang bikin aku overthinking. Padahal sebenernya pelarian dari semua itu ya sebenernya nulis ya. Ini gara-gara semalam akhirnya baru nonton film Cek Toko Sebelah 2 di Netflix dimana scene Koh Afuk merecall momen dimana dia benci sama pribumi karena pernah menjarah dagangannya di masa reformasi, hanya karena dia "Cina". Memori itu bikin dia sakit ati banget sampe susah buat dilupain. Karena scene itu aku jadi keinget temen2ku di masa SMP dan beberapa rekan kerja yang dijuluki "Cina".


Etnis Tionghoa atau Cina tergolong salah satu etnis terbesar di Indonesia, menurut data dari Kompas jumlahnya mencapai 1,7 juta jiwa pada Tahun 2000. Sebenarnya mungkin bisa bertambah, tapi karena sebagian etnis Tionghoa di Indonesia menyematkan etnis pribumi pada identitasnya, seperti Jawa atau Sunda untuk bisa dianggap sebagai "warga lokal". Desclaimer, blog ini bukanlah blog edukasi ya, hanya sebagai wadah penyampaian opini pribadi atas pengalaman-pengalaman pribadi juga.

Minggu, 15 Desember 2019

Tenangnya Pulau Timah Putih

Akhir tahun ini aku berkesempatan mengunjungi Pulau Belitung aka Belitong yang sudah lama aku impi-impikan. Bersama istri tercinta kami mengunjungi beberapa tempat menarik dan hits yang ada di pulau tersebut. Ada apa aja sih di Billiton? Yuk disimak

1. Replika Sekolah Laskar Pelangi
SD Muhammadiyah Gantong yang dijadikan sebagai tempat syuting film hits pada jamannya, ya Laskar Pelangi (2008). Dan sebab film itu juga Pulau Belitung bisa setenar seperti sekarang, sepanjang kota menamainya serba-serbi Laskar Pelangi. Thanks to Andrea Hirata, Riri Riza and many more yang telah menorehkan catatan indah di pulau yang indah ini.





2. Dermaga Kirana
Tak jauh dari Replikasi Sekolah Laskar Pelangi, cuma berseberangan jalan, ialah Dermaga Kirana, dermaga yang dibuat unik dengan ikon menyerupai keong khas Belitung (disebut Belitong dimana nama pulau ini ada).

Minggu, 15 September 2019

Ambulans dan Empati

Pagi buta mekarlah bunga, ayam berkokok pratanda cinta
Rembulan dan merpati berganti, tapi tak saling mengganti
...

Halo sobat blogger, udah lama banget aku ngga nulis. Mungkin kalau niat di hati ini segera terealisasi, sudahlah terbit beberapa tulisan di dinding beranda ini.


Mobil Ambulans Lewat? Langsung Kasih Jalan Dong!
Gambar Ilustrasi, sumber : kompasiana
Ambulans dan Empati, jadi ceritanya budhe aku sakit dan pertu CT Scan untuk ngecek kondisi kepala. Karena CT Scan di rumah sakit di Jepara rusak, maka harus dirujuk ke Kudus, maklum ya karena kota kecil hehe. Nah nganter ke Kudusnya sendiri pake ambulans.

Sekilas cerita tentang jalan Jepara-Kudus yang sering aku lewati paling tidak seminggu dua kali, karena aku bekerja di Kudus dan tinggal disana sedangkan rumah ada di Jepara. Kondisi jalan sudah beraspal mulus, kelas jalan Nasional (Jepara-Gotri) dan Provinsi (Gotri-Kudus). Meskipun kelas nasional, tapi lebar jalan di Jepara tak selebar jalan Pantura apalagi yang sudah dibuat median. Jepara dan Kudus merupakan salah satu kota yang dikenal dengan industrinya, Jepara dengan furniture dan Kudus dengan rokok, dan sekarang ini Jepara justru menjadi lokasi favorit eksodus perusahaan-perusahaan asing padat karya dari Jabodetabek dan Jatim. Jadi bisa dibayangkan betapa padatnya jalur yang akan kami lewati, bahkan kalau weekdays terjadi kemacetan panjang di beberapa titik. Jarak Jepara-Kudus sekitar 30 km dan dengan gayaku nyetir, biasanya membutuhkan waktu paling tidak 80 menit.

Sebenarnya sudah lama ingin aku menulis tentang ambulans dan kaitannya dengan rasa empati masyarakat sampai akhirnya aku sendiri yang diberikan kesempatan untuk pertama kalinya naik mobil itu. Karena aku sering jengah dengan kelakukan masyarakat kita yang masih acuh kalau ada ambulans lewat.

Sepanjang perjalanan aku menjadi pengamat sambil memegang tangan Budhe yang selalu beristighfar. Aku lihat banyak pengemudi yang sudah mulai sadar ketika mendengar sirine. Mereka mulai pasang sign kiri lalu minggir, tapi tidak sedikit juga yang masih acuh, terutama mobil dengan plat kota tertentu. Aku bukanlah tipe orang yang suka menjadikan stereotip warga kota tertentu, aku hanya mengamati, mungkin ini kaitan dengan kebiasaan di lingkungannya karena "desa mawa cara". Begitupun dengan kelakukan kendaraan roda dua, masih banyak yang suka selap-selip padahal sudah jelas ambulans mau lewat.

Ini menjadi tugas dan tanggung jawab bersama untuk mengedukasi dan memberikan penyadaran kepada mereka yang belum tergugah hatinya. Aku pribadi mengajak rekan-rekan semua dimulai dari diri sendiri dengan bersikap empati di jalan, terutama ketika ada kendaraat darurat yang hendak lewat seperti ambulans dan mobil pemadam kebakaran. Selain itu juga mengajak yang lainnya dengan menyebarkan seruan secara langsung maupun media sosial, agar orang lain tertular energi positif kita.

Namun, dari pengalaman kemarin aku bersyukur ternyata banyak orang kita yang sudah terbentuk rasa peduli dan empatinya. Juga tumbuh rasa optimis dengan masa depan masyarakat yang semakin beradab. Alhamdulillah.

Satu hal yang membuat aku semakin takjub adalah kehadiran mas-mas pencari jalan untuk ambulans. Sebenarnya aku sering melihat mereka ini ketika ada ambulans lewat, tapi sekarang aku yang merasakan kebaikan mereka. Bak seorang superhero, mereka muncul secara tiba-tiba dan saat keadaan sudah darurat. Waktu perjalanan ke Kudus, seseorang datang saat sudah di Mayong, dan waktu balik ke Jepara, dua orang muncul saat di Gotri Kalinyamatan. Mungkin mereka ini semacam komunitas atau belum tentu juga. Yang pasti suatu saat aku pengen ketemu dengan mereka, meski hanya sekedar berucap terima kasih. Mereka yang sudah dengan sigap dan siap mempertaruhkan keselamatannya untuk mencarikan jalan bagi mobil ambulans. Dalam hal ini, mereka-merekalah yang secara tidak langsung mengedukasi masyarakat dalam berempati saat mobil ambulans lewat. Ya, aku selalu takjub dengan orang-orang yang terbangun jiwa sosialnya. Sayang, aku ngga sempat pegang ponsel untuk mengambil gambar.

Yang harus selalu kita ingat, ketika ada ambulans lewat dan sirinenya berbunyi, ia sedang membawa pasien kritis yang membutuhkan pengertian kita. Pasien tersebut perlu segera sampai ke tempat tujuan untuk memperoleh pertolongan. Atau ambulans tersebut sedang membawa jenazah yang harus segera disemayamkan. Maka berikanlah jalan. Posisikan diri kita sebagai keluarganya yang cemas di dalam mobil ingin cepat sampai, atau posisikan diri kita sebagai orang yang sakit dan butuh pertolongan segera. Itulah empati, yang harus tumbuh di dalam hati.

Sekarang saatnya aku, kamu, dan kalian semua yang mengambil peran. Yuk sebarkan semangat positif mas-mas itu lewat perilaku dan media sosial yang kita punya. Mari kita bantu pemerintah kita mewujudkan masyarakat kita yang lebih beradab. :)

Pagi buta mekarlah bunga, ayam berkokok pratanda cinta
Rembulan dan merpati berganti, tapi tak saling mengganti
Tuhan ciptakan hati manusia, untuk diisi cinta
Ambulans dan empati datang, untuk melunakkan hati

Senin, 20 Agustus 2018

Orang-Orang Besar


Sudah lama sekali tak kusapa kau Tuan Blog, halo apakabarmu? Masih setia menampung coretan-coretanku ya.

Kamu tahu, ada seseorang yang sangat dicintai oleh Rasulullah, dan seringkali membuat istri-istrinya cemburu? Ialah Siti Khadijah ra. Pengorbanan yang ia berikan kepada Allah dan RasulNya sangatlah besar, hingga ia menjadi umat yang dikasihi oleh Allah SWT.

Dalam kisah cinta Rasulullah SAW bersama Khadijah, sebagian orang mengambil nilai-nilai kasih sayang antara keduanya yang indah dan begitu romantis. Saling memahami, mengasihi, dan semuanya berjalan indah melebihi kisah cinta pasangan manapun. Namun sebagian lagi, memaknai nilai-nilai yang lebih dari itu. Pengorbanan yang dilakukan oleh Khadijah semata tak hanya karna cintanya kepada Muhammad, lebih besar dari itu, bahkan sampai ketika telah wafat pun, Ia rela tulang belulangnya dijadikan jembatan ketika Rasulullah tak dapat menemukan perahu dan sampan untuk menyeberangi lautan. Semua berkat imannya kepada Sang Khaliq.

Itulah kisah Khadijah, salah satu orang besar yang menginspirasiku tentang makna sebuah cinta dan pengorbanan. Orang-orang besar, mereka mempunyai pemikiran besar, tak cukup memikirkan dirinya sendiri. Ia disibukkan dengan memikirkan orang lain. Harta dan kedudukan Khadijah di mata kafir Quraisy ia pertaruhkan agar umat kala itu menjadi pengikut Muhammad, Ia ingin agar semua memperoleh rahmat yang sama.

Aku suka bergaul dengan orang-orang besar, pemikiran besar mereka turut membawaku berpikir besar, tidak egois. Sebab orang-orang besar itu selain bercita-cita besar, juga memiliki jiwa yang besar. Mereka orang-orang yang lapang hatinya, ikhlas dalam pengorbanan, dan tak pernah larut dalam keluhan. Orang-orang besar juga bermental besar, tak jarang mereka lemah dalam fisik, namun sebab mental mereka yang sudah kokoh, berdiri di atas karakter yang kuat, ia lantas tak mudah tumbang. Justru kelemahan yang ia punya mampu dijadikan sebagai siku-siku yang mendorong kemajuan. Nasihat untuk kita, “Kita boleh lemah fisik, tapi mental kita tak boleh lemah”. Sebab Michael Phelps, Nick Vujivic, dan Handry Santriago terlahir dengan ketidaksempurnaan, namun dengan mental yang kuat, mereka mampu bangkit dan menginspirasi banyak orang.

Sabtu, 21 April 2018

Dukungan Dari Seorang Ayah


Bercerita tentang sosok Raden Ayu Kartini, putri dari seorang Bupati Jepara yang hidup dalam masa feodalisme. Gadis kecil cerdas yang tumbuh di tengah lekatnya adat Jawa yang kaku di masa itu. Di balik perjuangan Kartini membebaskan diri dan kaumnya dari keterkekangan, terdapat berbagai sosok yang juga turut mendukung langkahnya, mereka ialah kakaknya, Sosrokartono, ayah dan ibunya, sahabat penanya, Stella, dan banyak lagi. Kalau menilik perjuangan Kartini dan dua saudaranya, Rukmini dan Kardinah, tidaklah mudah. Namun, langkahnya itu dapat terbantu berkat jasa ayahnya, yang juga menjabat sebagai seorang Bupati.

Ragamu boleh terkurung, tapi jangan pikiranmu.

Belajar dari kehidupan seorang Kartini, memiliki ayah yang senantiasa mendukung gerak langkahnya, aku pun merasa berada pada posisi yang sama. Aku bersyukur Allah menitipkanku pada seorang ayah, dan tentunya ibu, yang selalu mendukung dan mempercayaiku dalam mengambil langkahku sendiri.

Sejak duduk di bangku sekolah, Bapakku selalu membebaskanku dan memberikan kepercayaan penuh padaku dalam mengatur pendidikanku. Beliau memang mengarahkan, tetapi tidak mengekang. Beliau menasihati, tapi tak menghakimi. Begitu kurang lebih cara beliau mendidikku.

Saat di luar sana banyak orang tua yang tidak memperbolehkan anak-anaknya untuk mengikuti berbagai kegiatan ekstrakulikuler karena takut nilai akademisnya tidak maksimal, Bapakku justru mengijinkanku mengikuti berbagai kegiatan yang aku mau. Beliau hanya sesekali mengingatkan aku tentang konsekuensi yang harus aku hadapi, apakah itu? Bukan nilai akademis yang mungkin akan turun, tetapi tuntutan manajemen waktu yang harus aku hadapi. Orang lain mungkin bisa menghabiskan waktu berjam-jam bermain video games atau berlama-lama nongkrong di café, tapi aku tidak. Itu saja konsekuensinya? Oh tentu bukan, aku juga masih bisa kok bermain games dan nongkrong di café bersama teman-teman. Atau bahkan kumpul sambil menyewa film, tapi aku masih punya segudang “PR” yang harus segera diselesaikan.

Ya, itu salah satu hal yang aku syukuri dalam hidup. Memiliki sesosok ayah yang mempercayaiku dengan penuh. Kepercayaan itu yang menjadi modal bagiku untuk melangkah tanpa beban. Namun, kepercayaan sebagai modal yang sudah di genggaman harus dipegang teguh, jangan sampai ternodai. Sebab benar kata orang bijak, meraih itu mungkin mudah, tapi mempertahankan akan sulit. Kepercayaan yang telah diberikan jangan disia-siakan, pegang teguh kepercayaan itu, jalani dengan penuh amanah. Sebab ia yang mampu membebaskanmu menjalani dirimu dengan pilihanmu sendiri. Bagaikan Kartini, menentang kekakuan adat yang mengurung kebebasan wanita untuk menuntut ilmu. Ia mendapatkan kepercayaan penuh dari Sang Ayah hingga akhirnya ia berhasil meyakinkan ayahnya terhadap cita-cita yang hendak ia capai.

Jepara, 21 April 2018.

Jumat, 08 Desember 2017

Membuka Hati Untuk Peduli

Sebaik - baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama manusia (HR Ahmad)



Hari yang panas itu aku mengantar Ibuku pergi ke pasar untuk membeli keperluan rumah. Di samping tempat aku memarkirkan kendaraan, terdapat tumpukan sampah yang belum diangkut oleh petugas. Seorang lelaki tua mendekati tumpukan sampah tersebut lalu diambilnya sebuah mangga yang mungkin sudah dianggap tak laik oleh penjualnya sehingga dibuang. Lalu dimakannya buah mangga itu dengan cepat dan lahap, ia tampak sangat lapar sehingga tak sampai 2 menit mangga ditangan tinggal tersisa bijinya.

Sahabat, dengan sepenggal cerita di atas, sepatutnya kita tersadar bahwa di sekitar kita masih banyak saudara yang kondisinya jauh dari apa yang ada pada diri kita sekarang. Mereka yang jangankan untuk membeli baju, bahkan untuk membeli nasi setiap hari saja mereka tak sanggup. Atap rumahnya mungkin berbahan pelepah kelapa yang tembus terik matahari atau masih membasahi lantai ketika hujan lebat tiba, dindingnya reot dan alasnya terbuat dari tanah.

Saat melihat realita yang ada di sekitar kita, coba renungkan sejenak, tanyakan dalam relung hati yang paling dalam, masihkah ia peduli.

Minggu, 12 November 2017

Amalan - Amalan Kecil

Masih terngiang dalam ingatan sewaktu masih duduk di bangku Sekolah Dasar, lewat materi PPKn Bapak / Ibu Guru mengajarkan banyak hal tentang kehidupan. Contoh kecil bagaimana etika ketika kita sedang bersepeda dan hendak lewat di depan orang tua, menyingkirkan batu yang ada di jalan raya, atau hal - hal sederhana lain yang berkaitan dengan hidup sebagai manusia.

Kini banyak dari kita mungkin telah melupakan ajaran tersebut, atau mungkin pernah tahu dan enggan untuk mempraktikan.

Lewat tulisan ini aku hanya ingin mengajak saudara - saudaraku sekalian untuk terus beristiqomah dalam melakukan kebaikan, meskipun hanya amalan - amalan kecil.

يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ

“(Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui” (QS. Luqman: 16).


Amalan - amalan kecil itu sesungguhnya sangat ringan untuk dikerjakan. Apalagi sesungguhnya Allah menyukai amalan - amalan kecil yang dikerjakan terus menerus (secara istiqomah).

Apa saja sih amalan - amalan kecil itu?

1. Tersenyum
Pernah dengan lagunya grup nasyid Raihan? Senyumlah, itulah sedekah yang paling mudah, tiada terasa berhutang budi.

Minggu, 17 September 2017

Indahnya Bukit Teletubbies di Bromo Tengger

Akhir Agustus kemarin aku diberi kesempatan melihat keindahan lukisan Tuhan di daerah Bromo, Jawa Timur. Setelah berkesempatan melihat indahnya matahari terbit, berjarak sekitar 2 km terpampang savana luas yang dikelilingi bukit - bukit yang hijau. Kemarau panjang kali ini justru menambah eloknya Bukit Teletubbies, begitulah penduduk sekitar menamainya.



Tak banyak yang bisa aku ungkapkan, namun ciptaan Tuhan yang satu ini membuatku berdecak kagum serasa tiada lepas mulut ini berucap syukur.

Sekilas tentang Gunung Bromo. Gunung ini merupakan salah satu gunung berapi yang masih aktif di Indonesia. Gunung ini memiliki ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut dan berada dalam empat wilayah kabupaten, yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang.

Untuk sampai di kaki Bromo, dapat ditempuh dengan jalur darat sekitar 112 km dari Kota Surabaya atau sekitar 4 jam perjalanan. Sebenarnya ada beberapa alternatif pintu masuk ke Bromo, tapi aku memilih jalur ke Desa Wonokitri Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan. Dengan biaya Rp 300 ribu / orang, kita sudah bisa menikmati Bromo.

Sunsire di Puncak Bromo
Lautan Pasir di Gunung Bromo

Menyapa Ruang Kembali

Sudah lama sekali rasanya aku tak menulis. Padahal isi kepala terasa penuh sesak oleh kisah - kisah yang hendak kuluapkan. Setiap perjalanan hidupku terasa tak pernah lewat tanpa cerita. Terkadang hati ini rindu menggerakkan jemari tangan untuk berlenggok di atas tombol - tombol jari, menceritakan kisah - kisah yang selalu seru untuk disebarluaskan. Sebenarnya ia sibuk menulis, tapi untuk hal lain, mengisi kepentingan para pewarta dan untuk kepentingan kerja.

Kadang ingin kutulis puisi - puisi sebagai pengganti paragraf cerita, yang singkat tapi penuh makna. Namun rasa dan waktu yang kujadikan alasan, ialah kambing hitam agar aku tak disalahkan.

Ya, sekarang aku telah kembali ke ruang ini. Pelan - pelan akan ku tata kembali hingga ia kembali hidup dan berdiri. Halo, aku sapa kalian lagi :)


Jepara, 17 September 2017



Senin, 05 Desember 2016

Makhluk Berketerbatasan, Semangat Berkelanjutan

Terdapat banyak hal yang harus kita sadari terkait apa – apa saja yang telah diberikan oleh Tuhan kepada kita. Tentang wujud fisik, bahwa tak satu pun makhlukNya diberi kesempurnaan fisik, bahkan seorang pangeran atau putri raja. Begitu juga tentang kemampuan atau skill, tak seorang pun pandai dalam semua hal, meskipun ia seorang nabi.

Dalam suatu acara reality show di televisi, diberitakan seorang anak terlahir hanya dengan satu kaki. Mungkin bagi sebagian orang, kekurangan fisik tersebut akan menghambat kehidupannya kelak. Ia tak akan mampu bekerja dengan maksimal, mentalnya tumbuh tak selayaknya, minder dengan kondisi fisik yang ia punyai. Bahkan sebagian lagi akan berpikir bahwa kelak ia akan menjadi pengemis di jalanan karena keterbatasan yang dipunya. Namun, fakta berkata lain, Anak kecil tanpa kaki sebelah kanan tersebut, sayangnya aku lupa mencatat siapa namanya, kini tumbuh menjadi anak yang luar biasa. Dengan bantuan kaki palsu, ia tampak piawai bermain berbagai jenis olahraga, bukan oalah raga ringan, melainkan olahraga yang cukup menguras energi dan memerlukan keterampilan fisik, seperti futsal, basket, dan lompat jauh. Dengan kaki palsunya, sedikit pun tak tampak rasa minder terlihat dari wajahnya. Kemampuannya berlari dan menggiring bola seolah – olah melupakan kekurangan yang ia punya.

Di belahan dunia lain, juga banyak sekali orang – orang yang terlahir dan bernasib seperti si kecil tanpa kaki kanan itu. Mereka juga memiliki keterbatasan, tetapi mereka juga mempunyai semangat hidup yang membara seperti cahaya yang tak pernah padam.

Michael Phelps, sejak kecil divonis menderita Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), bahkan dengan kelainan tersebut, banyak yang mengecam Phelps kecil tak akan sukses di masa depan. Namun, Phelps dapat membuktikan kepada semua orang bahwa dengan kekurangan yang ia miliki, ia justru mampu menorehkan banyak prestasi yang tak banyak orang menyangka.
Itulah kemahaadilan Tuhan, di satu sisi Ia menciptakan kelebihan dan di sisi lain Ia ciptakan kekurangan. Kelebihan tak lantas menjadi kekuatan (strength) kita, begitu juga kelemahan tak lantas menjadi kelemahan (weakness) kita. Baik kelebihan maupun kekurangan dapat menjadi kekuatan ataupun kelemahan tergantung bagaimana kita mengatur keduanya.

Sabtu, 17 September 2016

Generasi Harapan

Saat tengah duduk santai di kantor, seorang anak kecil yang kebetulan putra dari teman kantor menghampiriku. Si kecil berkata "Oto, oto" sambil melihat handphone yang aku pegang. Diterjemahkan oleh Sang Bunda bahwa ia meminta difoto. Sontak aku kegirangan lalu mengajaknya selfie, dan ia sendiri yang memencet tombol sentuh kamera handphone tanpa aku beri tahu.

Saat ini salah satu hal menarik yang sedang ramai menjadi bahan diskusi adalah perkara gap antar generasi. Ada generasi Baby Boomers, generasi X, generasi Y, dan sekarang sudah ada di sekitar kita, generasi Z.

Negeri ini mungkin sudah lelah mendengar pemberitaan yang tayang di berbagai media tentang ulah sejumlah oknum berbagai generasi yang tak sedikir jumlahnya. Dari yang jago korupsi, yang jago begal, sampai yang mengalami kemerosotan moral. Semua sudah jengah hingga "Ibu Pertiwi Menangis".

Namun, bagiku sendiri, negeri ini tak pernah putus harapan. Akan tiba masanya datang generasi baru yang akan mengubah wajah negeri ini. Merekalah generasi baru, putra - putri yang cerdas, penguasa teknologi, berintegritas, dan berakhlak mulia. Aku yakin hari itu akan datang hingga "Ibu Pertiwi tak Menangis Lagi".

--Tulisan singkat ini aku dedikasikan sebagai bentuk apresiasi dan ucapan selamat datang bagi generasi baru Bangsa yang akan membawa perubahan positif bagi negeri ini.

Minggu, 28 Agustus 2016

Berpesan Melalui Kesenian Rakyat

Era globalisasi merupakan masa dimana batas antar negara semakin tidak terlihat, kemudahan akses informasi melalui teknologi yang tersedia menjadikan setiap orang bebas untuk terjun dalam dunia persaingan. Hal ini membuat siapa yang lebih kuat akan bertahan. Era ini juga memberikan tantangan baru bagi suatu bangsa bagaimana ia tetap bertahan dan berdiri kokoh dengan caranya sendiri melalui adat dan budaya yang telah lama dimiliki. Namun sayangnya, banyak yang tidak siap dengan kedatangan era globalisasi sehingga suatu bangsa dapat terombang – ambing dan dengan mudah “berubah” menjadi bangsa lain.

Bangsa Indonesia selain besar karena kekayaan alamnya juga tersohor karena khasanah budayanya. Adat dan budaya warisan leluhur banyak memberikan nilai positif terutama untuk membentuk karakter sebagai Bangsa Timur. Untuk itulah adat dan budaya ini harus dilestarikan sebagai identitas dan bekal dalam bersaing dengan bangsa lain di era global.

Ciri khas budaya Indonesia tercermin dari berbagai macam kesenian daerah yang telah turun temurun menjadi warisan dari nenek moyang. Kesenian daerah selain sebagai hiburan bagi rakyat, juga sebagai media untuk menyampaikan pesan moral yang mengiring masyarakat untuk melakukan hal – hal positif. Pesan bersifat persuasif dan disampaikan dengan sederhana sehingga mudah diterima oleh masyarakat.

Pesan yang disampaikan terutama terkait dengan problematika yang dekat kaitannya dengan kejadian yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat. Tujuannya untuk membangun sikap dan sifat masyarakat yang mampu secara dinamis menghadapi tantangan - tantangan sebagai dampak dari globalisasi, baik dalam bidang ekonomi, politik, sosial, budaya, serta pertahanan dan keamanan.

Tantangan besar di era globalisasi seperti saat ini adalah melestarikan kesenian rakyat yang merupakan salah satu budaya bangsa. Dalam upaya pelestarian tersebut tidak boleh mengenal gap generasi serta membutuhkan campur tangan dari semua pihak. Tujuannya adalah agar generasi baru dapat lebih mengenal budaya leluhurnya dan siap bersaing dalam era global dengan menyandang identitasnya sebagai Bangsa Indonesia.



Dokumentasi : Peringatan HUT RI ke-71 RW 02 Desa Bandengan Kab. Jepara

Sabtu, 13 Agustus 2016

Teman Cerminan Diri


Setiap hal yang kita alami, yang kita punyai sekarang, semua tidak terjadi secara kebetulan, mereka datang atas pilihan - pilihan kita di masa lalu. Salah satunya dari dengan siapa kita pernah bergaul di masa lalu. Sekarang coba diingat - ingat, dengan siapa kita berteman selama ini?

Islam merupakan agama yang sempurna, mengatur segala hal dengan detail dan dapat dijelaskan manfaatnya, salah satunya adab dalam berteman dan bergaul.

"Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Begitulah kutipan salah satu Hadits dari Bukhari dan Muslim. Disebutkan permisalan dalam bergaul dengan orang lain. Tidak baik memang terlalu pilih - pilih teman, tapi baik sekali pilih - pilih dalam bergaul dengan teman karena manfaatnya kembali ke diri kita sendiri. Teman yang baik akan memberikan dampak yang baik, sebaliknya teman yang tidak baik akan memberikan dampak yang tidak baik pula. Mungkin kita bisa lihat di sekitar kita. Semasa sekolah, siswa - siswa teladan yang berprestasi akan berkumpul dengan teman mereka yang pandai. Yang jago olah raga akan berkumpul dengan penggiat olah raga juga. Dari kesamaan - kesamaan inilah mereka berkumpul, mengobrol, dan saling memberikan pengaruh satu sama lain. Begitupun dengan anak - anak yang suka bolos sekolah, mereka berkumpul dengan pembolos juga, bermain games saat jam sekolah. Mereka tidak masuk kelas dan malah merokok di kantin pojok - pojok sekolah.

Dan sekarang lihatlah, bagaimana teman - teman kita yang sukses di bidangnya masing - masing, dengan siapa mereka berteman dan bergaul. Logikanya seperti ini, jika kita ingin berbisnis tentu akan lebih mudah untuk memulai bisnis kita dan bahkan mengembangkannya apabila kita bergaul dengan teman yang bergelut dalam hobi yang sama. Kita akan mudah memperoleh berbagai informasi yang menunjang bisnis kita. Begitupun kalau kita memutuskan untuk bekerja atau lanjut studi. Kita akan mudah memperoleh informasi dari teman - teman yang bergelut dalam dunia profesional ataupun akademika.

Dalam hal beragama, bergaul dengan teman yang sholih tentu akan menuntun kita ke jalan taqwa. Berbeda cerita kalau kita berteman dengan ahli maksiat. Pejabat pemerintahan yang bersih butuh teman - teman yang sevisi untuk tetap idealis, sedangkan bagi para koruptor akan menjemput koruptor - koruptor lain untuk menjalankan misinya. Maka tak heran jika satu koruptor ditangkap, maka akan muncul nama - nama yang lain.

Sahabat, tidak ada kata terlambat dalam menjalani hidup. Tengok dan renungkan jalan hidup kita selama ini, mungkin ada pengaruh yang salah dalam hidup kita. Bergaullah dengan teman - teman yang baik agar kita juga memperoleh manfaat yang baik. Kalau kita tak bisa merubah sifat buruk teman - teman kita, lebih baik secara perlahan kita jauhi mereka, paling tidak kita selamat dari jalan yang dimurkai Allah SWT. Namun tak ada salahnya kita panjatkan doa untuk teman - teman kita supaya kelak kita dipertemukan di dalam syurgaNya.

Sabtu, 09 Juli 2016

Berliburlah ke Karimun Jawa

Bukit Love di Karimun Jawa
Gugusan kepulauan Karimun Jawa yang merupakan salah satu taman nasional kini makin dikenal publik. Daerah yang termasuk wilayah administratif Kabupaten Jepara ini setidaknya memiliki 27 pulau yang tersebar di Laut Jawa. Pulau utamanya ialah Karimun Jawa, serta satu pulau yang kini terhubung dengan Karimun Jawa ialah Pulau Kemujan, dimana terdapat Bandar Udara Dewandaru di pulau tersebut. Pulau lain yang juga berpenghuni ialah Pulau Nyamuk dan Pulau Parang yang dapat ditempuh sekitar 2 jam menggunakan perahu nelayan.

Pulau lain yang cukup terkenal ialah Pulau Menjangan Besar dan Pulau Menjangan Kecil. Di Menjangan Kecil terdapat resort yang indah, garis pantai yang panjang, serta pasir putih yang lembut. Berenang di Menjangan Kecil berasa sedang berlibut di Maladewa. Sedangkan Menjangan Besar memberikan suguhan yang menarik dengan penangkaran hiu dan penyu. Pengunjung bebas berenang bersama bayi - bayi hiu di tempat penangkaran.

Untuk menuju Karimun Jawa sendiri sudah cukup mudah. Ada kapal ferry yang dioperatori oleh ASDP Indonesia Ferry berangkat dari Jepara, kapal cepat milik swasta yang berangkat dari Jepara dan Semarang, serta pesawat Airfast dari Bandar Udara Ahmad Yani Semarang atau dari Juanda Sidoarjo. Dengan kapal ferry jarak Jepara - Karimun Jawa bisa ditempuh dengan 5 jam perjalanan, 2 jam untuk kapal cepat, sedangkan dengan pesawat hanya butuh 45 menit sampai 1 jam.

Fasilitas penginapan di Karimun Jawa sudah cukup beragam, dari homestay, hotel berbintang sampai resort dengan berbagai varian harga. Pelancong bisa dengan mudah menemukan penginapan di Pulau Karimun Jawa maupun di pulau - pulau tertentu untuk resort kelas mewah. Untuk memesannya pun sudah bisa di akses via jasa pemesanan online.

Di Pulau Karimun Jawa, tepatnya di Desa Karimun Jawa, fasilitas publik pun sekarang cukup memadai. Berkat aliran energi listrik yang sudah nyala 24 jam, kini menikmati Karimun Jawa sudah seperti di Jawa. Terdapat kantor Telkom yang menyediakan wifi 24 jam, Bank dan ATM BRI, minimarket, kafe, dan lain sebagainya. Alun - alun sebagai pusat kota pun tiap malam cukup hidup dengan lampu yang terang benderang. Berbagai pilihan makanan terutama seafood dipatok harga Rp 30.000 per porsi. Di sisi lain terdapat pedagang yang menjajakan oleh - oleh khas seperti kaos, kerajinan dari kayu, dan lain - lain.

Kerajinan kayu yang dibuat oleh masyarakat Karimun Jawa terbuat dari kayu khas endemik setempat, ialah kayu dewandaru, stigi, dan kalimasada. Konon ketiga kayu tersebut hanya bisa tumbuh di Kepulauan Karimun Jawa. Dan oleh masyarakat sekitar dipercaya bahwa tak seorang pun dapat membawa katiga jenis kayu tersebut keluar Karimun Jawa secara utuh, kecuali dalam bentuk kerajinan.

Wisata bawah laut Karimun Jawa merupakan salah satu titik terbaik dunia. Pada tahun 90-an, salah satu televisi swasta membuat video untuk pergantian acara. Namun sayangnya tak banyak yang tahu kalau video tersebut diambil di Karimun Jawa.

Masih banyak sensasi yang bisa diberikan oleh Karimun Jawa. Datanglah dan nikmatilah. Namun tetap jaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Lestarikan keindahan alam untuk generasi mendatang.

Sajak Pendosa

Pada suatu malam aku terbangun,
dalam kantuk yang teramat aku berdoa
memohon perlindungan kepada Tuhan

Pada suatu hari aku berdiri,
menyombongkan kualitas diri
bersetubuh dengan dosa - dosa

Pada suatu malam aku terbangun,
dalam tangis yang terisak - isak aku berdoa
menyesali perbuatan hari yang lalu

Aku bangun dan berdiri,
berlaku dosa lalu memohon ampun
begitulah silih berganti

Akankah Allah mengampuni, tanyaku
padahal ayat - ayatNya selalu terngiang di telinga kanan
namun yang kiri tak peduli

Seperti apa aku akan dihempas tanpa bekas
sehingga aku terbangun dan tak sanggup berdiri lagi

Ataukah aku akan musnah bersama dosa - dosaku
Maka demikianlah aku yang menganiaya diriku sendiri
Semoga Allah mengampuni

Sabtu, 09 April 2016

Air Mata Menjadi Mata Air (Mbah Sadiman)

Foto Mbah Sadiman (Sumber : kickandy.com)
Saat melihat acara Kick Andy di tivi aku melihat sosok yang inspiratif yang begitu ikhlas melakukan pekerjaan yang bermanfaat bagi banyak orang, visioner, dan tahan terhadap berbagai rintangan. Ialah Mbah Sadiman, beliau adalah pahlawan bagi alam.

Dikisahkan bahwa lelaki yang tinggal di Desa Geneng, Kecamatan Bulukerto, sebuah desa di lereng Gunung Gendol, ujung timur Kabupaten Wonogiri tersebut aktif melakukan penghijauan di sebuah bukit gundul di kampungnya. Usianya memang tidak muda lagi, tetapi semangat beliau untuk kembali menghijaukan tanah kelahirannya perlu diacungi jempol. Selain melakukan penanaman seorang diri, Mbah Sadiman juga berhasil membuat anak tangga untuk mencapai puncak bukit. Tujuannya adalah supaya anak cucunya kelak dapat menikmati perbukitan tersebut sebagai tempat wisata. "Supaya anak-anak tidak perlu jauh-jauh berwisata, ada di kampungnya sendiri', tuturnya. Langkah mulia ini beliau lakukan dengan menjadikan puncak bukit sebagai taman yang cantik dan rindang. Selain menanam pohon, beliau juga menanam bunga-bungaan untuk memperindah bukit.

Mengawali debutnya sejak 1996 bukan berarti tanpa halangan. Seringkali karena ulah warga yang hanya mementingkan dirinya sendiri, pohon-pohon yang ditanam Mbah Sadiman mati. Namun, berkat semangat dan keikhlasannya yang luar biasa, Mbah Sadiman mampu menghadapinya. Dan kini, di usianya yang sudah mencapai 62 tahun, beliau mampu memetik hasilnya. Hutan yang dulu gundul kini sudah hijau kembali, tidak ada air mata melainkan mata air yang terus mengaliri tanah Wonogiri. Kini langkah beliau didukung oleh berbagai komunitas pecinta alam dan diikuti oleh warga di sekitarnya.

Kawan, kita mungkin sulit mencontoh apa yang sudah Mbah Sadiman lakukan, tetapi paling tidak kita bisa menjadi pahlawan bagi negeri ini dengan jalan kita sendiri. Mari kita tunjukkan bahwa yang muda juga mampu berkarya. Dan kita buat Sadiman - Sadiman lain di tanah air kita tercinta.

Nikmat yang Terlupakan

Seringkali kita melupakan banyak hal yang telah Allah berikan dan tanpa disadari bahwa justru nikmat - nikmat itulah yang sangat dekat dengan kita dan lekat dengan keseharian kita. Astaghfirullah.

Sahabat, entah sadar atau tidak selama ini kita terlalu banyak mengeluh, mengumpat apa - apa saja yang tidak kita miliki tetapi dimiliki oleh orang lain. Kita merasa bahwa apa yang sekarang kita miliki masih kurang dan tidak sebanding dengan berbagai usaha yang telah kita lakukan. Si dia punya ini, dia bisa itu, dan lain sebagainya. Kita gemar membandingkan kepunyaan kita dengan apa yang dipunyai oleh orang lain. Kalau kondisinya demikian, maka segeralah ber-istighfar dan tanyakan kepada diri sendiri adakah yang salah dengan hati kita?

Ada dua hal yang selalu kita nikmati namun tanpa disadari selalu kita lalai untuk mensyukurinya padahal keduanya sangat besar manfaatnya bagi diri kita. Apa sajakah itu?

Pertama, nikmat sehat. Kesehatan adalah karunia terbesar yang Allah berikan kepada kita. Karena sehat, kita dapat menikmati makanan yang kita makan, makanan itu akan terasa enaknya ketika kita makan dalam kondisi sehat. Saat badan dalam kondisi tidak fit, maka makanan seenak apapun akan terasa tidak nikmat dimakan, semua terasa hambar dan bahkan cenderung pahit. Dalam kondisi badan yang sehat, kita pun akan dengan mudah menjalankan segala aktivitas kita, termasuk mencari rizki. Dengan tubuh dan jiwa yang sehat kita akan mudah melakukan banyak hal, bekerja, berolah raga, belajar, dan lain sebagainya.

Yang kedua adalah nikmatnya waktu luang. Selama ini kita terlalu disibukkan dengan berbagi aktivitas duniawi sehingga lupa bahwa ada banyak hal yang sejatinya perlu disyukuri, ialah ketersedianya waktu. Dengan waktu tersebut kita diberikan kesempatan untuk dapat bekerja dan melakukan banyak aktivitas lainnya. Kita juga dapat memikirkan banyak rencana untuk masa depan kita. Namun, tanpa disadari waktu luang yang sering tersedia justru sering berlalu begitu saja. Kebanyakan dari kita justru melewatkan waktu luang untuk bermalas-malasan padahal sejatinya nikmat waktu luang adalah nikmat yang luar biasa yang bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sebelum kesibukan kembali menghampiri kita. Saat waktu sibuk sudah datang, kita akan lupa dengan sebuah rencana, bahwa hidup ini perlu diatur dengan sebaik-baiknya sehingga kita membiarkan semua berjalan tanpa arah dan tujuan yang jelas. Untuk itu kita diperintahkan agar dapat memanfaatkan waktu luang dengan sebaik-baiknya. Karena sesuatu yang terus berjalan dan tak dapat dikembalikan adalah waktu.

Sahabat yang dirahmati Allah, marilah kita sama- sama berbenah diri, bahwa ada hal yang sering kita lupakan nikmatnya. Tanda - tanda orang yang kotor isi hatinya adalah kegemaran dalam mengeluh. Dan dibalik orang yang suka mengeluh adalah minimnya rasa syukur. Maka mintalah perlindungan kepada Allah supaya kita terhindar dari golongan orang-orang kufur dan termasuk golongan orang-orang yang pandai bersyukur.

Mari kita nikmati sehat dan waktu luang kita dengan bersyukur. Udara segar yang kita hirup setiap saat, kebugaran diri untuk mengais rizki, serta ketersediaan waktu adalah karunia Tuhan yang tiada tara. Ingatlah ada 5 perkara sebelum 5 perkara, yaitu sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sempit, serta hidup sebelum mati.

Sabtu, 19 Maret 2016

Bertahan Dalam Perubahan

Bukanlah yang terkuat yang akan bertahan bukan pula yang paling cerdas, tetapi yang mampu beradaptasi dengan perubahan 

Satu hal yang tak dapat dibendung dan tak dapat dikembalikan ialah waktu. Waktu terus berjalan tanpa henti dan semua makhluk mengikuti. Waktu inilah yang akhirnya menjadi saksi bisu tentang kebaikan dan keburukan yang dimiliki oleh manusia. Waktu jualah yang membawa perubahan - perubahan yang harus dihadapi oleh manusia. Siang berganti malam, muda menjadi tua, ada menjadi tiada, perubahan - perubahan itu akan datang seiring berjalannya waktu.

Perubahan merupakan sunnatullah yang pasti terjadi di muka bumi. Perubahan menjadi salah satu pertanda kekuasaan Tuhan Sang Maha Pencipta. Banyak pertanda perubahan dan Ia meminta kita peka terhadap segala bentuk perubahan. Perubahan terjadi melalui sepenggal waktu. Dan untuk itu kita diberikan kesempatan untuk mengetahuinya.

Tuhan memberikan kita waktu dan kesempatan untuk dipergunakan sebaik-baiknya. Waktu inilah bekal pertama yang kita miliki yang kemudian kita dihadapkan dalam 2 pilihan, yakni memanfaatkan sebaik-baiknya atau membuangnya secara sia-sia. Waktu yang termanfaatkan dengan baik misalnya yang digunakan untuk menuntut ilmu, bekerja dan mencari rizki, beramal, serta untuk mendekatkan diri kepada Yang Maha Memiliki. Perlu kita ketahui, bahwa orang yang paling rugi adalah orang-orang yang tidak dapat memanfaatkan waktunya dengan baik.

Demi Masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasehati supaya menaati kebenaran dan saling menasehati supaya menetapi kesabaran. (Al'Ashr)

Saat kita masih kecil tentu kita sangat familiar dengan Kodak, salah satu perusahaan fotografi terbesar dunia. Atau Nokia yang bergerak dalam bidang telekomunikasi. Namun, tahukah kita kemana produk-produk mereka sekarang? Ya, produk-produk Kodak kini telah digantikan oleh kamera-kamera digital yang orang tak perlu mencetaknya, dan Nokia telah tergantikan oleh banyak merk yang mampu memberikan fitur lebih canggih. Kedua perusahaan itu adalah sebagian contoh orang atau organisasi yang tidak bijak menerima perubahan. Mereka tidak peka terhadap waktu dimana setiap pergantian waktu, ia membawa perubahan.